MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 50


__ADS_3

Rocki berjalan beberapa langkah ingin berlari namun dia menghentikan langkah nya, "Arion jangan selalu berfikir buruk tentang Olivia, mungkin saja dia tersesat seperti ku tadi" Kali ini Rocki langsung menyangkal ucapan Arion tadi yang mengatakan apa dia kabur.


Membuat Arion sedikit meredam emosinya mungkin saja Olivia benar-benar tersesat, saat ini Arion kesulitan untuk menemukan Olivia bagaimana tidak dia tidak memiliki apapun di tangannya, kali ini Arion hanya bisa mengandalkan insting dan tenaga saja, untuk teknologi sekarang dia tidak memiliki nya.


Arion mencari hampir di semua tempat, mata Arion tiba-tiba melihat Rocki yang berbalik menemuinya "Apa kau sudah menemukan nya? " Rocki bertanya apa yang ingin Arion tanyakan.


"Kau sudah mencari di ruang VIP dan VVIP? " Tanya Rocki, Arion menggelengkan kepalanya dia tidak terfikir tempat itu. "Kalau begitu kita cari di sana, seperti nya hanya tempat itu yang belum terjamah oleh kita" Rocki langsung berjalan tanpa mendengar respon Arion terlebih dulu. Arion melihat punggung Rocki yang menjauh darinya , Arion yang tidak ingin Rocki menemukan Olivia terlebih dulu Akhirnya menyusul Rocki.


"Aku ke ruang VIP kau keruang VVIP, dengan berpencar mungkin kita akan lebih mudah menemukan nya" Ucap Rocki yang berjalan ke Ruangan VIP


Arion berjalan ke lorong VVIP matanya menemukan sosok yang dia cari dan berjalan mendekat, namun semakin Arion berjalan mendekat dia menemukan sosok yang tidak ingin dia lihat, Arion menengok ke belakang dia menyadari suatu "Kalian yang merencanakan ini! " Menatap Rocki yang berada di hadapannya.


"Bagus sekali Rocki! kau berani menipu ku dua kali dan kau melibatkan dia bahkan sampai melukainya!! " Ucap Arion kesal wajahnya merah padam seperti nya dia sangat marah kali ini. dia berjalan mendekat ke arah Rocki mengangkat kerahasiaan bajunya melemparkan tubuh Rocki ke bawah, Rocki tersungkur tepat di bawah kaki Olivia.


"Tu.. Tuan Rocki tidak bersalah ini semua ide ku ka..kau tidak boleh marah padanya" Ucap Olivia terbata-bata ada rada takut saat dia berbicara terdengar suaranya yang bergetar.


"Rocki? " Gumam Arion dia benar-benar tidak suka Olivia memanggil begitu saja nama Rocki "Bagus kau lupa siapa kau hah! kau benar-benar memandang tinggi dirimu!! " Arion kini melangkah ke arah Olivia, Rocki segera bangkit dan melindungi Olivia.


"Jangan sentuh dia Arion! dia tidak bersalah, kau hukum saja aku! " Kali ini sikap Rocki malah semakin membuat Arion marah.


"Bagus! apa kalian sepasang kekasih benar-benar saling melindungi kalau begitu tidak masalah jika aku menghabisi kalian berdua!! " Rocky tak menyangka Arion akan semarah itu, Arion kembali mencengkram kemeja Rocki kembali melemparnya.


Kali ini Arion semakin dekat pada Olivia dia mendorong tubuh Olivia dan menempel pada kaca di ruangan itu.

__ADS_1


"Arion kau jangan membuat keributan di sini! " Ucap Rayyan yang dari tadi diam karena tubuh dan pikiran yang sudah amat lelah, batin dan raga yang sudah hancur karena kehilangan kedua orang tuanya dan melihat istrinya terbaring lemah tak berdaya.


"Berisik! aku akan pergi" Ucap Arion melepaskan cengkraman nya pada Olivia, namun tiba-tiba Olivia menahan tangan Arion, membuat Arion terlihat bingung dengan sikap Olivia yang berinisiatif menahan tangannya.


"Tu.. Tuan bisakah kau liat dulu sebentar" Ucap Olivia memohon membuat Arion baru menyadari di balik kaca itu ada sosok yang sudah lama tidak iya temui terbaring lemah dengan peralatan yang sangat penuh di tubuhnya.


Arion melepaskan tangan Olivia dia tanpa sadar berjalan mendekat ke kaca itu dia melihat dengan seksama tubuh yang kurus di balut banyak peralatan medis yang menempel tiba-tiba air mata Arion jatuh begitu saja. "Ada apa dengan ku kenapa aku menangis? " Arion tersenyum namun hati ya merasakan sangat pedih.


Tubuhnya secara tidak sadar semakin mendekat untuk melihat ibunya, tangannya tanpa aba-aba menempel ke kaca itu seakan Arion ingin menyentuhnya.


Arion terduduk lemas dia tidak menyangka tubuhnya akan serapuh ini melihat Ibunya yang terbaring tak berdaya, dia pikir dirinya bisa bersikap tidak perduli seperti biasanya, tapi tak menyangka dia bahkan merasa lemas di sekujur tubuhnya.


Olivia yang melihat sikap lemah Arion langsung saja mencoba menenangkan nya memeluknya dan mengusap lembut pundaknya, kali ini dia melihat dirinya pada diri Arion.


Olivia yang mendengar langkah kaki di belakang nya menengok dan menemukan Rayyan yang berjalan ke arahnya, Olivia segera bangkit dan mundur sedikit.


Rayyan berjongkok di samping Arion dan memeluknya, "Maafkan Papa" Hanya itu yang mampu Rayyan Ucapkan kali ini Arion hanya diam tak bereaksi.


Rocki menatap haru Arion yang akhirnya bisa melihat ibunya, Rocki terasa lega tidak sia-sia pengorbanan Olivia, namun Rocki tau pemandangan di depannya itu tidak akan lama, karena kesalahpahaman masa lalu belum terselesaikan, dan Rocki juga tidak tau kesalahpahaman apa yang terjadi di masa lalu.


"Paman, jika kau ingin pergi menemui kakek Miko untuk terakhir kalinya pergilah, aku akan menjaga Bibi di sini tenanglah aku akan menjaganya dengan baik" Ucap Rocki yang tau semua orang sudah pergi untuk pemakaman Miko dan Rayyan pasti ingin menghadirinya, sedangkan dia dan Arion sudah bertemu dengannya untuk terakhir kalinya dan lagi Rocki ingin membuat ruang untuk Arion dan ibunya.


"Rocki paman titip Bibi mu" Rayyan berdiri dan melangkah pergi kali ini dia sedikit lega apa yang istrinya inginkan terwujud yaitu bertemu dengan Arion.

__ADS_1


Rayyan menundukkan kepala ke Olivia dia seakan berterimakasih pada Olivia, Olivia mengangguk membalas anggukan Rayyan.


Setelah kepergian Rayyan Rocki berjalan ke arah Arion "Kau tidak ingin masuk dan menyentuhnya? ".


Arion menata hatinya menghela nafasnya mengusap Air matanya " Tidak perlu mungkin jika aku masuk akan memperburuk ke adanya! " Ucap Arion bibir nya sedikit bergetar, Arion yang sudah berdiri menatap Tiara dari balik kaca.


"Kenapa mengatakan itu? semua orang mengatakan Bibi merindukan mu"


Arion tersenyum miris "Merindukan ku? setelah sekian lama? apa kau pikir aku akan percaya" Arion menahan Air mata yang terasa ingin menerobos dari sela matanya.


"Arion bisakah kau tekan ego-mu! "


"Cukup aku sudah melihat nya ini yang kalian inginkan bukan, Aku pergi! " Ucap Arion yang ingin berbalik namun tiba-tiba Olivia lagi-lagi menghentikan Arion dengan memeluk erat lengan Arion.


"Tuan apa kau tidak melihat kesedihan di wajah ibumu? seperti nya dia gelisah dan sangat merindukan mu" Ucap Olivia yang sebenarnya takut melakukan hal besar seperti memeluk tangan Arion.


"Kau?! " Menatap tajam Olivia mata mereka saling bertemu, Olivia menelan kasar ludahnya dan menundukkan Kepalanya.


Olivia ketakutan tapi dia tidak bisa begitu saja melihat Arion pergi tanpa bertemu dengan ibunya. "Lepaskan aku" Ucapan Arion melepaskan Tangannya dari Olivia tapi reaksi tak terduga Olivia semakin erat memeluk tangan Arion "Lepaskan!!! " Teriak Arion membuat Olivia terkejut dan melepaskan tangannya


Suasana hening sejenak


Rocki menatap Arion dia khawatir pada Olivia sekarang, Apa yang akan di lakukan Arion selanjutnya, Rocki terus menatap Arion.

__ADS_1


__ADS_2