MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 46


__ADS_3

Suara itu semakin jelas terdengar, Rocki dan Olivia saling menatap "Di dalam sini? " Ucap Rocki yang mendapatkan Anggukan dari Olivia


"Ta.. Tapi Rocki ini terlihat seperti Kamar utama haruskah kita masuk? " Olivia ragu untuk melihat apa yang terjadi di dalam


"Ini kamar Kakek mungkin saja terjadi sesuatu! " Ucap Arion yang tiba-tiba berada di belakang Rocki dan Olivia sengaja berjalan menerjang dua tangan yang bergandengan membuat Rocki menggeleng kan kepalanya


*Di saat seperti ini, dia juga masih cemburu? benar-benar aku akan menantikan saat kau menyadari perasaan mu Arion" Ucap Rocki dalam hati


"Rocki jangan melamun" Bisik Olivia


"Aku tidak melamun"


"Hentikan panggilan mu , kau adalah anak dari orang yang mencelakai nenek ku beraninya memanggil Tuan Muda kedua keluarga Mars dengan nama saja! " Ucap Arion yang mendengar Olivia memanggil nama Rocki


"Ma.. Maf Tuan"


"Aku yang menyuruhnya" Rocki membela Olivia


"Diam! bukan saatnya kau berbicara!! " Ucap kesal Arion menyalurkan kekesalan nya dengan mendobrak dengan satu tendangan dan pintu itu terbuka


"Kakek Miko apa yang kau lakukan" Teriak Rocki langsung berlari, Olivia juga berlari tanpa ragu merobek bajunya dan segera mengikat luka di tangan Miko


"Apa kau sudah bosan hidup" Ucap dingin Arion yang melihat kakek nya meninju tembok membuat tangannya terluka dan berdarah


"Aku sudah berjanji dengan nenekmu akan selalu bersama dengan nya" Ucap Miko meneteskan air mata "Kenapa dia pergi dan tidak mengajak ku bersamanya" Miko mulai menangis dia benar-benar kehilangan separuh jiwanya


"Tuan tapi kau tidak boleh seperti ini jika Nyonya melihat nya dia akan merasa sangat sedih, dia juga akan merasakan sakit yang Tuan rasakan"


"Tapi aku tidak menepati janjiku, aku sudah berjanji padanya aku.. aku akan tetap bersama nya apapun yang terjadi, aku juga sudah bilang padanya bahkan dewa maut pun tidak akan memisahkan aku dan Shina! tapi apa dia sudah pergi dan tidak membiarkan ku ikut bersama nya" Miko lagi-lagi menangis dia terlihat benar-benar patah hati yang sangat dalam, cintanya kepada Shina benar-benar besar


"Jika Tuan menyayangi Nyonya jangan biarkan nyonya menangis, cinta Nyonya tak kalah besar dari anda, jika anda seperti ini Nyonya akan sangat sangat sedih" Ucap Olivia mencoba terus menenangkan Miko namun darah di tangan Miko masih membasahi kain baju yang Olivia ikatkan ke tangannya mungkin karena goresan kaca yang cukup dalam

__ADS_1


"Tuan Rocki bisakah menghubungi Dokter" Ucap Olivia


"Handphone ku di bawa Paman Daniel" Ucap Rocki


"Di ruangan tadi aku melihat ada telpon rumah" Ucap Olivia


"Aku akan coba menghubungi nomor ku, mungkin saja paman Daniel akan mengangkat nya, atau aku akan mencari seseorang untuk menelpon nomor rumah sakit di negara ini" Bagaimana pun Rocki bukan orang di negara ini, dia juga tidak bisa merantau dengan sebuah telpon rumah jadi dia hanya bisa memikirkan solusi yang bisa di pikirkan


"Kau lebih baik istirahat, jangan menyakiti dirimu aku yakin Saat ini dia sedang menangis melihat mu dalam kondisi seperti ini, jika kau mencintai nya kau harusnya tak membuat dia menangis" Ucap Arion yang sebenarnya ingus menenangkan kakeknya tapi ucapan nya itu tetap saja terlihat sangat savage dan dingin


Olivia menggelengkan Kepala nya melihat Arion yang sebenarnya perduli tapi tidak ingin terlihat perduli


"Apa? " Menatap Olivia dingin, Olivia menelan ludahnya


"Tidak.. tidak ada apa-apa Tuan" Ucap Olivia yang membantu Miko berbaring di ranjang nya "Tuan istirahat lah, aku akan membuat sesuatu untuk anda, seperti nya anda belum makan apapun, denyut nadi anda sangat lemah di tambah lagi anda kehilangan banyak darah" Ucap Olivia yang ingin ke dapur untuk membuat sesuatu


Arion kali ini tidak ikut dia hanya menatap sekilas kakeknya itu


"Kekasihmu? kau memilih wanita yang tepat dia seperti nenekmu lembut dan baik" Ucap Miko tiba-tiba membuat Arion tersedak ludahnya sendiri


"Apa dia bukan kekasih mu, sayang sekali jika membiarkan gadis cantik, baik dan lembut itu begitu saja, cepat jadikan dia kekasihmu sebelum banyak orang merebutkan nya itu akan sulit untuk mu mendapatkan nya" Ucap Miko


"Apa yang kau katakan kakek tua, aku tidak akan menjadikan dia kekasihku" Bibir Arion berucap seperti itu namun seperti nya hatinya tidak menerima perkataan nya


"Terserah saja tapi jika nanti dia sudah di rebut orang lain jangan menyesal, gadis seperti dia tidak mudah di temui dia seperti nenekmu" Ucap Miko


Arion menggosok tengkuknya yang tak gatal teringat saat Andreas mengatakan akan tetap mengejar Olivia, saat Olivia dan Daniel bersama, saat Olivia terlihat dekat dengan Rocki dan Jimmy semua ingatan itu tiba-tiba membuat Arion kesal


"Apa kau merasa tidak enak" Ucap Arion mencari alasan untuk menyusul Olivia


"Kau ingin menyusulnya pergilah aku baik-baik saja" Miko menebak dengan benar isi hati Arion

__ADS_1


"Si.. siapa yang ingin menyusulnya, aku ini hanya ingin berusaha berbuat baik pada mu" Arion membantah tebakan Miko yang sangat tepat


"Baiklah-baiklah ambilkan aku minum, aku haus"


"Baik kau yang menyuruhku mengambil minum, ini bukan karena aku ingin menyusul nya" Ucap Arion sebelum pergi membuat Miko tersenyum dia melihat sosok dirinya yang tsundere satu mengejar Shina


"Dia benar-benar mirip dengan ku sayang, apa kalu lihat cucu kita Arion" Ucap Miko berbicara sendiri


Arion bergegas turun dan langsung berjalan ke arah wangi masakan yang tercium, terlihat ada pembantu yang membantu Olivia di dapur


"Apa yang kau lakukan di sini Tuan? " Tanya Olivia yang terkejut Arion meninggalkan Miko sendirian


"Kenapa kau marah seperti itu? " Ucap Arion tidak suka dengan nada bicara Olivia yang terdengar tidak menginginkan nya berada di dapur


"Ma.. maaf bukan begitu Tuan hanya saja tidak baik meninggalkan pasien sendirian dalam keadaan seperti itu" Ucap Olivia menjelaskan maksud nya


"Aku juga sebenarnya tidak ingin kemari tapos Kakek tua itu ingin aku mengambil air untuk nya" Ucap Arion membuat Olivia terdiam sejenak


"Hei kau, ambilkan air untuk Tuan besar mu" Ucap Arion pada pembantu yang sedang membantu Olivia itu


"Ba.. baik Tuan Muda" Ucap pembantu itu yang heran dengan sikap kasar Aric


Pembantu itu segera menyiapkan air untuk Arion "I.. ini Tuan" Ucap nya


"Bawa langsung ke kamar kakek tua itu" Ucap Arion


"Baik Tuan" Pelayan itu berjalan berpapasan dengan Rocki dan terlihat Derrel yang sudah kembali dari mengurus pemakaman


"Paman kau sudah pulang" Ucap Rocki


"Apa yang sedang kalian lakukan di sin" Ucapan Derrel terhenti saat pembantu itu berteriak

__ADS_1


"TUUUUUUUAAAAAANNNNNN" Ucap pembantu itu keras


Semua orang bergegas berlari ke kamar di mana pembantu itu berada


__ADS_2