
Rocki masuk ke dalam ruang rahasia itu, melihat semuanya sudah berantakan tangan Arion yang di penuhi darah
"Arion tangan mu? " ucap Rocki yang segera berjalan ke arah Arion
"Tidak masalah" ucapnya tanpa rasa takut mencabut sedikit kaca yang menancap di tangannya
Rocki tau luka seperti itu bukan apa-apa jauh di banding perjuangan nya untuk membangun Kerajaan bawah tanah miliknya, dia menghabiskan masa mudanya untuk melatih dirinya dengan menghancurkan setiap gengs mulai dari terlemah hingga terkuat, hanya milik Daniel yang tidak dia sentuh karena pusat dari kerjaan bawah tanah Daniel adalah negara ayahnya dia tentu saja tidak mau berurusan dengan keluarga Aditama lagi, jadi dia hanya mengalahkan Mafia yang berada di negara A
Arion membersihkan lukanya dan melepaskan dasinya mengikat luka di tangannya , kemudian duduk dan menatap Rocki
"Kenapa? " Ucap Rocki yang merasa dirinya sedang di tatap oleh Arion
"Cari tau tentang gadis itu sekarang, jangan ada yang terlewat kan" ucap Arion serius
Rocki memasukkan jarinya ke telinga nya dia menatap tak percaya Arion "Apa aku tidak salah dengar? " ucap Rocki
"Berisik!! lakukan apa yang aku perintah kan ingat jangan sampai terlewat, terlebih lagi hubungan nya dengan Andreas"
"Apa aku benar-benar tidak salah dengar waktu itu siapa yang tidak ingin menyelidi" ucap nya terhenti saat Arion menggebrak meja di depan nya
Braaaaaaaaaakkkkkkkkkkkk!!!
"Masih berani bicara! lakukan yang ku perintah kan" Rocki di tatap Arion seakan ada belati yang menusuknya
Rocki mengalihkan pandangan nya menelan ludah nya kasar
"Ok aku mengerti"
*******
Setelah Olivia menenangkan dirinya dia segera kembali ke ruangan Angel, saat Olivia datang dokter More sudah berada di sana
"Dokter More maaf aku terlambat" ucap Olivia sopan
"Ah tenang saja tidak masalah jika masih sakit" ucapnya masih menulis sesuatu di laptop nya
__ADS_1
"Sa.. sakit? " Olivia sedikit bingung
"Tenang saja tadi dokter Andreas bilang kepala mu sedikit sakit jadi dokter Andreas menyuruhmu istirahat jadi kau akan terlambat" More menjelaskan apa yang dia ketahui
"Em ah iya Maafkan aku dokter More" Olivia tak tau harus berterimakasih atau bagaimana dengan ucapan Andreas itu, di sisi lain dia senang mendapat perhatian Andreas tapi di sisi lain dia juga merasa sakit untuk perhatian yang Andreas berikan
"Tidak masalah " Ucap More
Olivia melihat cairan infus hampir habis jadi dia segera menggantinya setelah selesai menggantinya Olivia duduk di samping Angel
menatap wajah yang terlihat Damai dalam tidur panjangnya itu.
"Nyonya apa kabar mu hari ini? aku tau kau tidak bisa menjawab ku tapi mungkin kau bisa mendengar ku" Olivia berbicara pada angel seolah dia bisa mendengar semua ucapan nya
"Nyonya aku ingin meminta sesuatu padamu, mungkin ini tidak pantas aku katakan tapi ku mohon berusahalah untuk bangun, meski cucu mu terlihat sangat sombong dan kejam tapi aku melihat dia sangat menyayangi mu, apa kau tidak ingin bangun untuk nya nyonya" Olivia mengusap lembut tangan Angel
"Dan lagi setelah kau bangun mungkin aku bisa di bebaskan dari belenggu rasa bersalah atas perbuatan yang tidak aku berbuat, Nyonya aku minta maaf atas namanya, Tolong segera lah bangun! "
Jam menunjukkan jam 12 siang lebih, Olivia terus berbicara dengan angel
"Olivia kau tidak makan siang? " ucap dokter more
"Aku belum lapar dokter More kau bisa makan terlebih dahulu "
"Baiklah, aku akan menemui bibi margareth, hari ini aku lupa untuk sarapan jadi sekarang terasa lapar" Dokter More kemudian berjalan pergi untuk membuka pintu
Kali ini Olivia berjaga sendiri tak beberapa lama pintu di buka kembali, itu membuat Olivia mengira dokter More meninggalkan sesuatu barangnya
"Apa ada yang tertinggal dokter Mor" ucapan nya terhenti saat dirinya melihat Andreas bukan melihat More
"Apa kau mengira aku adalah More" Andreas tersenyum lembut berjalan ke Arah Olivia membawa satu kotak makan siang dan meletakkan di atas meja
Olivia mengatur nafasnya dan berdiri ingin pergi dari tempat itu, namun langkahnya kalah dengan rengkuhan tangan Andreas
"Olivia kenapa kau menghindari ku lagi" ucap sendu Andreas
__ADS_1
"Dokter tolong jaga sikap anda, kita hanya rekan kerja sekarang!! " ucap tegas Olivia
"Olivia, apa aku melakukan salah padamu? jelaskan salahku Olivia" Andreas tetap tidak menerima hubungan nya harus berakhir dengan Olivia
"Kau tidak bersalah" ucap Olivia yang malah merasa bersalah namun Olivia pikir ini adalah pilihan terbaik untuk mereka berdua
Andreas menarik tangan Olivia membawanya dalam pelukan nya " jika aku tidak bersalah kenapa kau tiba-tiba menghilang dari hidup ku!! " ucap lembut Andreas memeluk erat tubuh Olivia
"Kau ingin tau alasannya? " Olivia mengatur nafasnya
"Ya aku ingin tau! " ucapnya yang mempererat pelukan nya
seseorang melihat adegan itu mengepalkan tangannya kesal dia ingin segera masuk namun langkah nya terhenti saat Olivia angkat bicara
"Karena aku tidak menyukai mu! selama ini aku salah dengan perasaan ku, aku tidak pernah mencintai mu perasaan itu hanya lah rasa kagum ku kepadamu!!" ucap Olivia terdengar seperti sedang menahan sesuatu di hatinya
Ucapan Oliviamembuat Andreas melepaskan pelukan nya dan menatap Olivia memaksakan senyum nya "Kau membohongi ku? aku tidak pernah lupa ekspresi itu, ekspresi saat kau menerima cinta ku Olivia, ekspresi itu tidak pernah salah" ucapnya terdengar sangat sendu
"Aku sudah menjelaskan alasan ku meninggalkan mu, jadi ku mohon jangan mengganggu ku lagi, Dokter Andreas kita sekarang hanya rekan kerja" ucap Olivia yang mulai berjalan menjauh dari Andreas
Andreas memaksakan senyumnya "Kau tidak bisa pergi begitu saja Olivia" menatap punggung yang menjauh darinya
Sedang kan Olivia dengan cepat membuka pintu dan menutupnya dia terus menundukkan wajahnya baru saja berjalan tapi dia sudah menabrak seseorang yang sedari tadi berada di sana
"Ma.. maf" ucap Olivia yang bangun dan menghapus air matanya ternyata dia menunduk untuk menutupi kesedihan nya wajah cantiknya benar-benar di penuhi dengan air mata, Olivia melihat siapa yang dia tabrak, dia kemudian ketakutan saat tau orang yang dia tabrak adalah Arion, dia menelan ludah nya kasar dia takut Arion akan marah padanya, namun tak di sangka Arion malah berjalan begitu saja tanpa menatap ke arah Olivia
Olivia sadiki lega namun sedikit bingung dengan sikap Arion yang tidak mempersalahkan nya, padahal biasanya dia akan memakinya, Olivia menatap punggung yang menghilang di balik pintu
Arion menatap Andreas melihat bekal makan siang di atas meja Arion tersenyum sinis dia kemudian duduk "Andreas ingat posisi mu! aku bisa menghancurkan mu dengan satu jariku! jadi jauhi barang milik ku! jangan berfikir untuk menyentuhnya atau membuatnya menangis, karena yang berhak atas hidupnya hanyalah aku!! " ucap Sombong sang penguasa itu
*Membuatnya menangis aku? Olivia sebenarnya ada apa kenapa kau tiba-tiba pergi dan mengatakan hal kejam padaku, tidak pernah mencintai ku? aku tidak percaya" ucap Andreas dalam hati
Hai kakak readers maaf ya aku telat up, soalnya aku lagi gak enak badan, jadi buat kakak readers minta doanya ya biar aku lekas sembuh dan bisa meneruskan semua novelku
dan satu lagi..
__ADS_1
KALAU GAK SUKA NOVEL AKU SKIP AJA GAK PERLU BILANG YANG BUAT SEORANG PENULIS DOWN, KALAU GAK MENARIK YA SKIP AJA KAK, JANGAN BUAT SEORANG PENULIS BERKECIL HATI!! INI BUKAN HANYA UNTUK KARYA KU SAJA TAPI BUAT SEMUA ORANG YANG BACA NOVEL KALAU GAK SUKA SKIP AJA GAK USAH BILANG YANG ANEH-ANEH KARENA SETIAP PENULIS PUNYA CARANYA SENDIRI BUAT MENULIS KALAU SUKA DENGAN AUTHOR LAIN YA SILAHKAN!!TAPI TIDAK MENJATUHKAN AUTHOR LAINNYA
TERIMAKASIH