
Arion menyuruh anak buah nya untuk memenjarakan Silia bersama dengan orang berjubah itu. Silia di seret paksa dan di lempar tepat di bawah orang berjubah yang tangannya sudah terikat ke atas.
Arion menggenggam tangan nya "Bawakan aku pecut sekarang! " Ucapan Arion penuh dengan amarah, tangannya mengepal kuat teringat tubuh istrinya yang terluka penuh bekas pecutan.
"Kak, bisakah kau buka dulu topengnya aku benar-benar penasaran siapa pemimpin beruang hitam serta orang yang berada di belakang Mario Harris ini! " Alister sangat penasaran.
"Kau bisa membukanya sekarang" Ucap Arion dengan santainya.
"Baiklah, apakah dia Moreno? " Ucap Alister yang menebak sembarangan setelah melihat pengkhianat tadi kemungkinan orang di belakang mereka juga orang dekat bukan.
Rocky dan Andreas hanya menggelengkan kepalanya "Apa aku salah? " Alister berjalan setelah melihat gelengan kepala Andreas dan Rocky.
Alister begitu penasaran, dia segera menarik topeng orang berjubah itu, Alister terlihat kebingungan "Siapa? " Ucap Alister yang tidak mengenal siapa orang yang ada di depan nya, ternyata dugaan nya tentang Moreno salah besar. "Siapa orang ini? " Alister menatap Andreas dan Rocky dengan wajah kebingungan.
Andreas tidak bisa menahan tawanya melihat wajah kebingungan Alister "Dia adalah sepupu ku" Ucapan Andreas membuat Alister terkejut.
"Sepupu mu? "
"Namanya Roberto, dia menghilang setelah kalah tantangan dari Arion, Semenjak Arion pindah kemari dia sudah tidak menyukai Arion".
" Benar aku sangat membenci mu Arion! karena kau aku kehilangan semuanya, kau adalah orang yang aku benci seumur hidupku!! " Teriak Roberto penuh dengan kebencian.
"Terimakasih, aku juga membenci mu! " Arion menanggapinya dengan santai.
"Kau selalu saja meremehkan ku Arion! kau tidak pernah memandangku sebagai teman ataupun musuh, kau benar-benar membuatku ingin membunuhmu! "
"Membunuhku! terlalu indah mimpi mu itu tidak akan terjadi lihat siapa yang ada di sini dengan tangan tergantung"
"Sialan lepaskan aku, aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri!! " Teriak Roberto.
"Aku yang akan membunuhmu, kau telah meracuni nenek ku, kau telah melukai saudara kembarku, kau juga sudah membuat Dion tidak berdaya di rumah sakit!! dan satu lagi hal fatal yang kau lakukan, kau berani menyentuh wanitaku! kau layak mati!! " Mata Arion sudah penuh dengan amarah dia menggenggam tangannya begitu erat bahkan kukunya melukai telapak tangannya sendiri karena genggaman nya yang terlalu kuat.
"Hahaha Dion akan segera mati!! dia tidak akan selamat!!! kau akan kehilangan anak buahmu yang paling berharga seperti aku yang kehilangan Silvia!! "
"Roberto kau melakukan ini hanya karena Silvia!! apa kau sudah gila"
__ADS_1
"Ya aku sudah gila, Silvia adalah cinta pertama ku aku mengungkapkan cintaku padanya tapi dia menolak ku dan mengatakan menyukai Arion. Semua ini karena Arion dia menolak ku karena Arion, dia mati juga karena Arion, Arion aku akan membunuhmu! " Roberto terlihat sangat marah.
"Persetan dengan cinta pertama mu!! dia mati itu pilihan dia sendiri tapi kau berani menyentuh wanitaku kau yang akan mati"
"Hahaha siapa yang menyentuh wanitamu! aku tidak menyentuhnya"
"Berisik! aku sudah tau aku akan membalas ratusan kali lebih sakit dari kau memecut Olivia"
"Aku yang memecut wanita jelek itu, itu tidak ada hubungan nya dengan Roberto" Ucap Silia berdiri menutupi tubuh Roberto...
"Heh jadi kau yang melakukan nya, bagus juga kau mengaku sendiri!! " Arion tanpa belas kasihan langsung memecut tubuh Silia tanpa berhenti.
Cplasss plassss... plssss...... plssss..... suara Cambukan Menggelagar di penjuru ruangan.
Silia terlihat kesakitan, Rocky terlihat tidak tega wajah silia yang sama persih dengan Silvia membuat Rocky tidak tega dan tanpa sadar berjalan menahan pecutan Arion.
"Rocky apa yang kau lakukan" Ucap Andreas dan Arion bersamaan.
"Arion hentikan" Ucap Rocky dengan tangan yang memerah.
"Bunuh saja, langsung bunuh saja" Rocky melempar ujung pecut yang dia tahan.
"Tidak semudah itu, aku ingin dia merasakan sakitnya yang Olivia rasakan! " Ucap Arion yang ingin mengangkat pecut nya lagi
"Rocky kau seperti nya harus pergi" Ucap Andreas yang menyuruh anak buah Arion untuk membawa Rocky pergi.
"Tidak! aku tidak akan per... " Andreas terpaksa menyuntikkan obat ke dalam tubuh Rocky, seperti nya Rocky benar-benar terguncang dengan semua ini.
Orang orang yang dia sayang adalah pengkhianat yang sebenarnya itu mungkin membuat kesehatan mental nya terganggu.
"Alister bawa dia ke rumah sakit, biarkan dia istirahat" Ucap Arion
"Baik kak" Alister membawa pergi Rocky dari tempat itu
"Hahahaha Rocky sudah gila, aku sedikit kecewa kenapa bukan kau yang seperti itu Arion"
__ADS_1
"Jangan katakan hal buruk pada Rocky!! " Arion mengangkat pecut nya dia memecut Silia padahal Roberto yang berbicara.
Arion memecut Silia sampai Silia tidak bisa lagi berdiri dia bahkan sudah tidak bisa menggerakan tubuhnya nya lagi. "Jadi kau yang membakar kamar Olivia, apa kau ingin membakarnya"
"Ya aku ingin membakar wajahnya yang biasa saja, bagaimana bisa kau tertarik padanya sedangkan tidak pada Silvia, dia sangat mencintai mu Arion, dia bahkan mau ikut pelatihan hanya untuk bisa dekat denganmu apa kau tidak punya hati untuk nya! "
"Tidak! wanita yang sudah tidur dengan banyak lelaki apa masih pantas mengatakan mencintai ku"
"Semua itu karena kau, jika kau perhatian padanya dia tidak akan tidur dengan laki-laki lain"
"Kain kotor tetaplah kain kotor! Rocky saja terlalu bodoh masih percaya Silvia adalah wanita yang suci"
"Semua ini karena kau Arion kau yang bersalah! " Teriak Roberto
"Bukan giliran mu untuk bicara, kalian bakar dia " Arion memerintah kan anak buahnya
"Baik tuan" Anak buah itu menyeret Silia.
"Lepaskan aku lepaskan aku, yang harusnya mati itu kau Arion! " Teriak silia pelan karena sudah tidak bertenaga.
"Lepaskan dia Arion, jangan berani dengan wanita" Ucap Roberto.
"Kau ini benar-benar bajingan ya Roberto sudah menghamili Raisa masih saja mengkhawatirkan wanita lain" Ucap Andreas
"Apa Raisa hamil? " Roberto terkejut mendengar ucapan Andreas
*****
"Rania kau sudah data... " Ucapan Olivia terhenti saat perawat itu membuka maskernya. "Ibu Selena ap.. apa yang kau lakukan di sini? " Tanya Olivia terkejut melihat ibu Selena.
"Kau diam jangan berisik ataupun berteriak" Selena menaruh nampan obatnya di meja kemudian dia mengambil pisau di kantung baju perawatnya.
"Kau yang mengacau kau membuat Suamiku mati anak ku bahkan juga sudah mati, kenapa kau harus hidup! kau tidak pantas hidup Olivia kau juga harus mati!! " Selena terlihat sangat tertekan.
"Ibu.. ibu tenanglah, apa yang kau katakan ak.. aku tidak mengerti" Olivia benar-benar tidak tau kalau Mario dan Susan sudah meninggal karena Olivia tidak tau apapun tentang mereka.
__ADS_1
"Jangan pura-pura lagi!! apa kau merasa hebat karena sudah mendapatkan Arion, aku tidak menyangka dia tidak membunuhmu malah menjadikan mu istri! kau dan ibumu adalah ******!! kalian berdua pantas mati! " Selena mengarahkan pisaunya pada Olivia