
Fiona menganggukan kepala nya "Ok, aku mengerti. Jadi apa yang akan kita beli" Sekian detik Fiona langsung merubah ekspresi nya.
"Kita beli bahan untuk membuat beberapa kue kesukaan Aleena dan beberapa buah" Ucap Aric tanggal berjalan mengambil Troli belanja.
Aric mendorong nya dan menuju ke tempat bahan kue, terdengar Fiona terus menghela nafasnya "Ada apa kenapa terus menghela nafas? "
"Kakak apa kau lihat, seperti nya kakak Arion tertarik dengan Olivia, dia juga tidak mengingat janjinya padaku, apakah cintaku akan berakhir bertepuk sebelah tangan? " Fiona terus mengkhawatirkan hubungan nya dengan Arion
"Jangan terlalu berfikir berlebihan jika Arion adalah takdir mu dia pasti akan berakhir dengan mu" Ucapan Aric membuat Fiona terdiam sejenak.
"Takdir? Aku sudah mencintai nya sejak kecil Tuhan tidak akan jahat padaku, aku akan berusaha membuat kak Arion mengingat janjinya padaku, aku akan pastikan itu" Udah Fiona optimistis.
"Baiklah lakukan yang terbaik" Ucap Aric sembari menghentikan troli nya dan mengambil beberapa tepung dan memasukannya ke stroller belanja itu.
"Baiklah, aku akan berjuang untuk kakak Arion" Fiona mengangkat tangannya menyemangati dirinya sendiri
"Sekarang bantu aku" Ucap Aric yang kerepotan memilih bahan
"Siap kapten" Ucap Fiona yang memberikan hormat pada Aric, Fiona Adalah gadis cantik dan ceria. Fiona langsung membantu Aric mengambil beberapa bahan lain, sesuai instruksi Aric.
Di sisi lain
Olivia merasa canggung dengan Adanya Arion uang mendorong stroller belanja untuk nya "Tuan saya bisa mendorongnya sendiri" Ucap Olivia tidak enak, dia takut membiarkan Arion melakukan itu akan menyebabkan masalah untuk Nya
"Kau belanja saja" Ucapnya dingin.
Olivia hanya menelan ludahnya kasar, saat dia menyadari semua mata menatap keberadaan Arion dan dirinya, meski Arion dan Aric kembar identik tapi pesona Arion lebih besar dari Aric, mungkin karena sikap dingin yang menggambarkan karakter tuan muda tsundere di setiap komik membuat semua mata penasaran ubah menatapnya.
"Baiklah" Ucap Olivia yang mulai memilih daging untuk menu utama dan juga bahan untuk barbeque
Semua daging telah di pilih Olivia juga membeli udang, dia membeli beberapa protein lain.
Olivia kemudian mulai memilih berapa bumbu yang sesuai dengan masakan yang akan dia masak.
__ADS_1
Dia berjalan untuk mengambil bawang Bombay, dan ada ibu-ibu yang sudah berdiri di sana, Olivia menatap kecewa hanya sisa 3 bawang Bombay dan sudah di masukan kedalam plastik oleh sang ibu.
"Kenapa? "
"Sudah habis" Ucap Olivia kepada Arion yang bertanya.
Arion menaruh troli nya dan berjalan mendekat ke pada ibu-ibu " Berikan bawangnya dan aku akan memberikan mu uang ini" Arion mengeluarkan beberapa lembar uang untuk 3 bawang Bombay.
Ibu paruh baya itu tersenyum dengan ramah " Apa istrimu membutuhkannya, Ambil saja kau suami yang baik, bahkan ingin menghabiskan uang hanya untuk membelikan istrimu bawang" Ucap Ibu itu memberikan plastik berisikan bawang Bombay itu pada Arion.
Ibu itu berjalan mendekat pada Olivia " Nak, kau sangat beruntung mendapatkan suami tampan, kaya dan perhatian, ah dia mengingatkan ku pada almarhum suamiku" Ucap nya lirih pada Olivia membuat Olivia panik, bagaimana ibu itu bisa salah paham
"Ibu.. dia bukan sua.. " Ucapan Olivia terhenti saat Arion sudah berada di samping nya.
"Ah pasangan pengantin baru memang malu-malu membuatku iri saja, kalian pasangan yang serasi semoga pernikahan kalian bertahan sampai maut memisahkan Ibu pergi dulu ya" Ucap Ibu itu dan pergi
Olivia ingin menjelaskan tapi Ibu itu keburu pergi, Olivia tidak berani melihat ke arah Arion, dia takut Arion marah karena Ibu itu salah paham, tapi ternyata tidak Arion menarik ujung bibirnya, dia sedang terseyum karena ucapan ibu-ibu itu.
Olivia mengatur nafasnya " Tuan aku tidak tau mengapa Ibu itu salah paham dengan kita, aku harap tuan tidak menyalahkan ku atas kesalahpahaman ini" Ucap Olivia memohon.
"Bukannya seperti itu, biasanya kau selalu marah saa.. " Ucapan Olivia lagi-lagi terhenti saat Arion melangkah pergi tanpa bersuara
*Apa selama ini aku selalu menyalahkan mu? apa aku orang seperti itu di pikiran mu? " Arion berbicara pada dirinya sendiri
"Gawat dia benar-benar marah, bagaimana ini? " Ucap Olivia dalam hati dia melihat Arion yang berjalan dengan wajah tidak senang.
Olivia segera mengejar Arion " Tuan masih ada barang yang harus saya beli" Ucap Olivia pada Arion.
"Kau beli saja! " Ucap nya dingin lebih dingin dari biasanya
"Aku mengerti, tuan bisa menunggu ku di sini jika tuan merasa lelah" Ucap Olivia yang tidak mendapat tanggapan dari Arion.
Arion menatap Olivia yang semakin menjauh darinya "Apa selama ini aku menakuti mu? apa sikapku padanya membuatnya mengkhawatirkan banyak hal, apa yang harus aku lakukan untuk merubah pandangan mu terhadapku, Tunggu dulu apa yang aku pikirkan apa masalahnya jika dia menganggap ku seperti itu, apa yang terjadi padamu Arion kau sudah benar-benar gila, sejak kapan kau memperdulikan pandangan orang lain terhadap mu" Ucap Arion mengacak kasar rambutnya dia benar-benar bingung dengan dirinya akhir akhir ini.
__ADS_1
Olivia pergi membeli soda untuk makanan nya, tersisa satu soda Olivia berlari dan menyentuhnya di sisi lain juga ada pemuda yang menyentuh soda itu. Olivia segera menarik tangan nya menjauh dari tangan laki-laki itu.
Laki-laki itu mengambil sodanya, Olivia hanya menghela nafasnya pasrah, dan ingin berbalik namun laki-laki menghentikan nya.
"Kau terlihat sangat membutuhkan soda inu" Ucap laki-laki itu membuat Olivia menghentikan langkahnya dan menghadap laki-laki itu.
"Benar, tapi anda orang yang pertama menyentuhnya, itu milik anda" Ucap Olivia sopan
"Ambil lah, aku tiba-tiba tidak membutuhkannya" Ucap nya tersenyum dan memberikan soda itu untuk Olivia.
"Benarkah? apa anda yakin menberikan nya padaku? " Tanya Olivia tidak enak
"Ambil lah, aku tidak terlalu membutuhkan nya" Ucap laki-laki itu masih menyodorkan soda utu pada Olivia.
"Terimakasih tuan, saya ambil kalau begitu" Olivia mengambilnya dan tersenyum " Sekali lagi terimakasih, saya harus pergi" Ucap Olivia setelah mengucapkan terimakasih bergegas pergi dia tidak ingin terlalu lama membuat Arion menunggu atau Arion akan marah kepadanya.
Laki-laki itu terpesona dengan senyum Olivia, sejenak tidak bereaksi " Gadis yang cantik dan lembut, oh tidak aku melupakan sesuatu, kenapa aku tidak menanyakan namanya hah bodoh! " Ucap laki-laki itu merutuki dirinya sendiri
Olivia bergegas ke arah Arion yang sudah menatap nya, " Tuan kenapa di sini? " Ucap Olivia
"Kalau aku tidak di sini, kau akan melanjutkan menggoda laki-laki itu bukan" Ucap Arion yang melihat punggung laki-laki yang baru saja berbicara dengan Olivia.
"Aku tidak menggoda siapa pun itu hanya kebetulan dia memberikan soda yang hanya tersisa satu untuk ku"
"Apa kau pikir aku bodoh! ini supermarket besar tidak mungkin hanya tersisa satu soda" Ucap Arion terlihat marah
Olivia hanya diam *Memang supermarket tidak pernah kehabisan barang, ada apa dengannya selalu saja marah" Ucap Olivia dalam hati
"Kau jangan membicarakan ku, Olivia ingat kau adalah barang ku! tanpa izin ku tidak ada yang di perbolehkan mendekati barangku! " Ucap Arion menatap tajam
*Barang? hah benar aku hanya sebuah barang, aku hanya bisa menunggu dan berdoa semoga dia lekas bosan denganku dengan barang nya ini" Ucap Olivia dalam hati, hati nya sangat sedih setiap Arion menyebutnya barang miliknya.
HAI KAKAK READER JANGAN LUPA
__ADS_1
LIKE, VOTE, RATE, KOMEN DAN KASIH GIFT YANG KASIH TIPS JUGA TERIMAKASIH