Nafkah Lima Ratus Ribu

Nafkah Lima Ratus Ribu
Menampar Ipah


__ADS_3

Ipah Saripah melongo melihat keberadaan kami di hadapannya, mulut nya nampak terbuka lima senti dan matanya tak berkedip memandang dokter Bayu. Aku cukup kesal melihat raut mukanya yang seperti baru pertama kali melihat pria tampan saja. Jika di perhatikan Ipah ini tipikal wanita pengagum pria tampan. sebab, tidak Andre, tidak Raihan dan sekarang dokter Bayu di tatapnya serupa.


"Permisi mba Ipah!"sapa ku, mencoba menyadarkan dia dari pesona dokter Bayu, tapi ternyata sapaan ku tidak ngefek di telinganya.


"Hello...permisi mba Ipah!" ku ulang menyapa, suara di naikan tiga oktaf dan kali ini berhasil. Nampak ipah terperanjat lalu melihat kesal ke arahku.


"Heh, apa kamu pikir aku ini budek?"Ipah malah membentak dan menunjuk kan muka sangarnya.


Aku saling pandang dengan dokter Bayu, kemudian tersenyum miring ke arah nya dan menyindir."Lantas apa namanya kalau di sapa tapi tidak menyahut malah memperhatikan teman ku yang tampan ini?"


Ipah terlihat salah tingkah, pandangan nya mengarah ke sana kemari seolah olah menutupi rasa malunya pada kami.


"Mau apa kamu datang ke rumah ku?"tanya Ipah kemudian dengan ketus.


"Aku hanya ingin bertemu dengan mas Surya, dimana dia?"aku balik bertanya.


"Mau apa kamu cari.."mata nya melirik ke arah wajah dokter Bayu.


"Cari...mas Surya!"sambungnya kemudian. Tumben sekali dia menyebut mas Surya dengan sebutan mas Surya di depanku, biasa nya dia selalu menyebut mas Surya"suamiku" seolah olah mas Surya adalah miliknya seorang.


"Ada perlu, tolong panggilkan sekarang,"jawab ku.


"Mau apa kamu mencarinya? dasar janda gatel hobinya bergonta ganti pasangan sekarang malah mengejar suami orang,"ucap ipah dengan sinis. Kedua tangannya terlipat di atas perut berlipat nya.


Aku dan dokter Bayu saling pandang. Dia mengatai ku bergonta ganti pasangan, mungkin dia pikir baik Andre, Raihan dan dokter Bayu adalah kekasihku.


"Percaya diri sekali. Aku mengejar suamimu bukan seperti mu mengejar suami orang lalu mengemis minta balikan, tapi aku mengejar suamimu karena dia sudah menculik anak ku." Ingin rasanya aku menimpalinya lebih panjang tapi sudah lah terserah dia saja mau beranggapan apa tentang aku karena tujuan utamaku datang ke rumah nya adalah untuk mencari anak ku Zain.


Ipah nampak terkejut, kedua bola matanya membesar."Apa maksud mu?"


"Sudah ku katakan suami mba menculik anak ku. Cepat suruh mas Surya keluar sekarang!"


Dia nampak berpikir."Mas Surya tidak ada di sini," ucapnya kemudian.


"Jangan bohong, aku yakin dia pasti ada disini."

__ADS_1


"Heh, apa kamu pikir aku berbohong? lagi pula siapa yang mau menampung anak haram jadah mu itu."


Tanpa sadar aku mengepalkan tangan dan menatap tajam ke arahnya, kemudian melangkah satu langkah.


Plak..


Tamparan keras mendarat di pipi nya hingga dia memutar seratus derajat. Aku marah, dia sudah berani mengatai anak ku adalah anak haram jadah hanya karena anak ku tidak mirip dengan mas Surya.


Nampak ipah meringis sembari memegang pipinya. Mungkin dia tidak menduga akan mendapat tamparan keras dariku. Tak lama kemudian dia menatap tajam balik, sepertinya dia tidak terima aku telah menamparnya.


"Berani sekali kamu menamparku."Dia melangkah maju lalu mengayunkan tangannya hendak balik menampar namun aku lebih dulu menangkis dan memelintir tangannya.


"Aww, aww!" Ipah mengaduh sembari meringis.


"Nuri..!"dokter bayu mendekati kami, dia nampak khawatir aku akan menyakiti wanita ini lebih brutal.


"Jangan mencegah aku dok, biarkan aku memberi pelajaran sama orang yang sudah berani mengatai anak haram pada anak ku."


"Tapi Nuri..!"


Dokter Bayu terdiam.


"Lepaskan tangan ku ja la ng,"teriak Ipah, namun aku tidak menghiraukan teriakan nya melainkan menambah memelintir tangan nya hingga dia memekik cukup keras.


"Apa kamu bilang, kamu mengatai ku ja la ng? apa kamu tidak sadar kalau penampilan tubuh semok mu ini tak ubahnya seperti seorang ja la ng di pinggir jalan? Ck, apa yang menarik dari penampilan tubuh jelek mu ini? sama sekali tidak menarik," bisik ku di telinganya. Selama ini dia yang selalu menghina ku dan aku fikir tidak apa apa jika aku menghina fisiknya sekali kali.


"Sekali lagi kamu mengatai anak ku anak haram, aku tidak akan segan segan merobek mulut busuk mu serta mematahkan tangan mu ini." Setelah berkata, aku melepaskan tangan nya dengan kasar sehingga dia sedikit terhuyung.


Setelah melepaskan Ipah, aku melihat ke arah pintu yang terbuka dan berteriak."Mas Surya keluar kamu kembalikan anak ku. Keluar kamu mas, kembalikan anak ku mas. Aku tidak pernah mengganggu hidupmu dan keluarga mu tapi kenapa kamu selalu mengganggu hidup ku dan anak ku? kembalikan anak ku massss." Emosi ku muncul setelah Ipah mengatakan bahwa mas Surya tidak ada di rumah nya di tambah lagi Ipah telah mengatai anak ku anak haram membuat emosi ku semakin memuncak saja.


"Sabar Nuri, sabar!"dokter Bayu mengelus pundak ku agar aku tenang.


Ipah nampak semakin kesal padaku. Setelah berhasil menampar pipi serta memelintir tangannya sekarang aku berteriak di depannya."Kamu sudah bikin keributan di rumah ku, pergi kalian dari rumahku," usir Ipah.


Dokter Bayu berjalan mendekati Ipah, Ipah nampak tercengang. Aku mengernyitkan dahi, apa yang akan di lakukan oleh dokter Bayu pada wanita itu.

__ADS_1


"Sebelumnya saya mau minta maaf atas keributan yang terjadi. Tapi saya butuh informasi dari mba tentang dimana keberadaan suami mba. Apa mba tau dimana biasanya suami mba selain di sini?"tanya dokter Bayu, dan aku mulai paham.


"Ehm, saya kurang tau mas, tapi kalau tidak disini dia kerja di Jakarta," jawab Ipah dengan nada yang mulai melembut sembari tersenyum malu malu. Jijik sekali aku melihatnya.


"Tidak mungkin dia di Jakarta, tadi pagi saja aku bertemu dengannya di sekolah sedang mengantar anak mu. Berarti dia sedang berada disini bukan di Jakarta," aku menimpali nya.


"Tapi memang kenyataanya demikian janda gatel, mas Surya memang tidak ada di rumah ku."


Lagi lagi dia membuatku kesal oleh mulut lebarnya. Kalau tidak ada dokter Bayu mungkin sudah ku robek bibir tebalnya.


"Sepertinya wanita ini tidak sedang berbohong kalau Zain tidak ada di sini,"kata dokter Bayu.


"Tapi dokter, kemana lagi dia membawa Zain kalau tidak kemari!"


"Dokter....!"ucap Ipah dengan nada mengayun. Kemudian mukanya nampak kagum melihat dokter Bayu. Mungkin dia baru tau kalau pria yang bersamaku adalah seorang dokter. Dokter Bayu nampak risih di tatap demikian oleh Ipah lalu mengalihkan pandangan nya ke arah ku.


"Lebih baik kita pergi saja dari sini Nuri, kita cari ke tempat lain."Kemudian dokter Bayu menggiring tubuhku menuju mobil. Sebelum aku memasuki mobil, ku melirik Ipah terlebih dahulu namun dia mengalihkan pandanganya dengan sinis.


Setelah berada di dalam mobil aku berpikir kemana lagi harus mencari mas Surya.


"Apa kita mencari ketempat kerjanya saja Nuri?"saran dokter Bayu di sela sela mengemudi.


Aku diam sambil berpikir bagaimana baiknya. Namun kemudian aku ingat bahwa mas Surya masih memiliki orang tua dan siapa tahu Zain ada di sana.


"Kita ke rumah orang tuanya saja dulu dok, nanti kalau tidak ada baru ke sana."


"Ya sudah."


Dokter Bayu melajukan mobilnya menuju kampung rumah orang tua mantan suamiku. Dalam perjalanan kita tidak banyak bicara sibuk dengan pikiran masing-masing. Namun ditengah kebisuan kami tiba tiba ponsel ku bergetar, aku segera merogoh nya. Nampak Raihan sedang melakukan panggilan video call. Aku menimang untuk mengangkat nya atau tidak. Ku lirik dokter Bayu dan berpikir jika diangkat tidak enak hati padanya mengingat Raihan adalah kekasih adiknya.


Akhirnya ku biarkan saja panggilan video call itu hingga sunyi kembali. Dokter Bayu melirik ku."Kenapa telponnya di biarkan saja Nuri? siapa tau ada hal yang penting," tanya nya.


Aku berusaha bersikap biasa saja."Teman dok yang menelpon, bukan hal penting nanti aku bisa menghubungi nya kembali." Aku terpaksa berbohong karena tidak mungkin bicara jujur bahwa yang menelpon ku adalah Raihan.


"Oh, saya pikir special someone,"ucap nya lalu tersenyum.

__ADS_1


Aku meliriknya sembari tersenyum hambar."Raihan memang orang yang sangat special di hatiku dok, namun sayangnya dia kekasih adik mu."Aku hanya bisa mengakuinya di dalam hati dan tidak mungkin mengungkapnya secara langsung.


__ADS_2