
Aku dan Andre berjalan beriringan menuju pintu utama gedung yang terlihat seperti sebuah gedung kantor. Di sela sela melangkah aku bertanya pada Andre.
"Dre, R&N Group itu apa? tanya ku dengan polosnya di tengah tengah langkah kami. Jujur saja, aku memang sama sekali tidak mengerti apa maksud dari nama tersebut karena yang aku tau nama nama perusahaan biasanya di awali dengan singkatan CV atau PT, seperti tempat kerja ku dulu, PT Kimia Indochamp.
Andre terlihat tertawa kecil mendengar pertanyaan ku namun kemudian dia menjelaskan." R&N Group itu nama induk perusahaan yang menaungi beberapa anak perusahaan milik sepupuku ini. R&N Group sendiri merupakan perusahan dagang dan perkebunan. Aku pernah bilang padamu sepupuku itu orang pintar dan hebat meskipun masih muda. Perusahaan digital marketing nya sangat maju, Perusahaan penjualan mobil nya pun berkembang pesat, selain itu perkebunan juga terbilang maju bahkan mau menambah lahan baru. Oleh karena itu sepupuku itu mendirikan R&N Group dan gedung ini yang akan di jadikan tempat menaungi beberapa anak perusahaan miliknya nanti. Kamu lihat itu di atas." Andre menjelaskan dan tangannya menunjuk pada sebuah nama yang terpampang cukup besar di atas gedung. Aku mendongak tinggi dan terlihat nama R&N Group di atas sana.
"Jadi R&N Group itu nama perusahaan yang akan di resmikan hari ini dan Raihan Hermawan...!"
"Pendiri sekaligus pemilik perusahaan dan sepupu ku yang tampan serta too smart. Ya sudah yuk, mungkin tante ku sudah menunggu kita di dalam."
"Kita?"
"Iya, karena aku sudah bilang pada Tante serta sepupuku kalau aku akan datang tidak sendiri melainkan bersama calon istri he he."
"Kamu berlebihan sekali Dre aku jadi malu sama sepupu serta Tante mu itu nanti." Andre tertawa lebar sementara aku mendengus kesal.
Kami melanjutkan langkah kami memasuki gedung setelah di sapa sekuriti terlebih dahulu di pintu utama. Setelah berada di dalam aku tercengang sudah terlihat banyak orang.
"Sepertinya itu sepupu dan tanteku," tunjuk Andre pada seorang wanita berhijab sedang berbicara dengan seorang pria muda yang berpostur tinggi dan memakai jas hitam namun wajah mereka tidak nampak jelas karena dalam posisi membelakangi. Selain itu hilir mudik orang pun membuat mereka terlihat nampak kurang jelas saja.
"Ayok Nuri kita ke sana." Andre mengajak ku untuk mendekati wanita itu dan dengan gugup aku menuruti ajakannya. Setelah berada dibelakang punggung mereka dengan jarak lima meter aku menghentikan langkahku. Entah mengapa jantung ku terasa berdebar dan kakiku terasa sulit di gerak kan.
"Kamu kenapa Nuri? apa kumat seperti tadi?"tanya Andre, dia terlihat cemas.
Sambil memegang dadaku, aku berkata,"tidak apa apa Dre, kamu saja yang mendekati mereka, aku tunggu di sini saja."
"Ya sudah, sini Zain biar aku gendong." Andre mengambil alih Zain dari gendonganku kemudian dia mendekati punggung dua orang yang dia sebut sebagai Tante serta sepupunya dan sepertinya mereka belum menyadari kedatangan kami.
__ADS_1
"Tante.....Raihan!"Andre memanggilnya sembari menepuk pundak si pria kemudian mereka berbalik dan seketika itu pula aku membelalak kan mataku melihat dengan jelas wajah dua orang yang Andre sebut sebagai Tante serta sepupunya. Aku tidak menyangka bisa bertemu dengan pria yang sangat aku rindukan di tempat seperti ini dan aku tidak menyangka dua orang itu adalah saudaranya Andre, sungguh rasanya seperti sebuah mimpi. Aku mencubit keras lenganku sendiri menyadarkan aku dari mimpi ku namun tenyata aku tidak sedang bermimpi melainkan kenyataan.
"Andre.....!"sapa Bu haji, wajahnya terlihat terkejut.
"Iya Tante, ini aku keponakan mu yang paling tampan." Kemudian Andre menyalami Bu haji dengan takjim.
"Little bro, congratulation okey, hebat sekali kamu masih kecil sudah jadi bos besar."
Belum hilang rasa terkejut ku karena telah bertemu dengan pria yang aku rindukan selama ini, sekarang di kejut kan lagi dengan fakta baru bahwa Raihan adalah sepupu Andre yang sering dia ceritakan dan banggakan di depanku. Seorang pengusaha muda yang sukses pemilik perusahaan R&N Group yang akan di resmikan hari ini. Kenapa selama ini aku tidak pernah menyadari siapa Raihan? Raihan yang selalu berpenampilan kasual layaknya pemuda pemuda biasa seusianya sama sekali seperti bukan seorang bos, bahkan Raihan sendiri tidak pernah cerita tentang siapa dirinya? dan aku sendiri pun tak banyak mencari tau tentangnya. Yang aku tau selama ini Raihan hanya seorang mahasiswa semester akhir dan bekerja di sebuah showroom mobil dan ternyata showroom besar yang pernah aku lihat adalah salah satu showroom mobil miliknya sendiri. Pantas saja orang orang di sana seperti sangat menghormatinya karena Raihan adalah bos mereka. Sikap nya yang lembut, penampilannya yang sederhana membuat aku selalu beranggapan Raihan adalah pria biasa yang sederhana dan berhati lembut terutama sikapnya padaku. Dan hari ini aku mengetahui fakta lain tentang siapa Raihan sebenarnya dan hal itu cukup membuat aku shock dan minder padanya.
Raihan terlihat diam saja, dia tidak menghiraukan ucapan serta pelukan Andre melainkan pandangannya berpusat pada Zain yang sedang di gendong oleh Andre.
"Uncle lehan....Zen lindu !" Zain berceloteh, sorot matanya terlihat berkaca kaca melihat Raihan di depannya.
Raihan mengerutkan keningnya begitu pula dengan Bu haji kemudian dia berkata,"Zain...kamu Zain?"tanya Raihan seperti memastikan. Karena hampir setengah tahun tidak bertemu jadi wajar saja jika Raihan kurang mengingat wajahnya, Zain sendiri terlihat sudah semakin besar dan wajahnya pun sedikit berubah.
Andre mengernyitkan dahinya melihat sikap Raihan pada Zain, kemudian dia bertanya," kamu kenal dengan Zain, Raihan?" Raihan tidak menjawab dia masih memeluk erat Zain.
"Kenapa kamu bisa membawa Zain kemari Dre?"tanya ibu haji dengan rasa penasaran.
"Tante kenal dengan Zain?
"Tentu saja, dia kan anak Nuri."
"Jadi Tante kenal juga dengan mamanya Zain, wanita yang aku cintai dari kecil yang pernah aku ceritakan ke Tante?"
Raihan melepaskan diri dari pelukan Zain dan berkata dengan nada terkejut." Apa maksud mu bang? apa maksud mu mencintai mamanya Zain dari kecil?"
__ADS_1
"Oh, apa kamu kenal juga dengan Nuri Rai?"
"Mama..." Zain memanggilku yang sedang berdiri mematung dengan perasaan campur aduk. Raihan dan Bu haji yang belum menyadari keberadaan ku menoleh ke arah samping dimana aku sedang berdiri.
Raihan terlihat tercengang menatapku, dengan mulut yang sedikit terbuka, dia seperti terkejut sekali melihat keberadaan ku sama halnya denganku.
"Nuri....sini !" panggil Andre namun kakiku masih terasa sulit di gerak kan. Kemudian Andre berjalan ke arah ku dan menarik pelan lenganku mendekati mereka.
"Nuri....jadi kalian saling kenal?" Bu haji bertanya pada kami. Andre melirik ke arahku sementara aku hanya sedikit menunduk kan wajahku.
"Bukan sekedar kenal lagi tante, tapi kami memang sudah sangat mengenal sejak dari kecil. Bahkan dulu kami sempat berjanji akan menikah setelah dewasa." Andre yang menjawab pertanyaan Bu haji dan terlihat bola mata Bu haji membesar mungkin dia tidak menyangka kalau aku adalah teman kecil Andre.
Dalam posisi menunduk, aku memejamkan mataku mendengar celotehan Andre, kenapa dia bicara terbuka sekali pada Bu haji dan Raihan, sungguh aku malu sekali pada mereka.
"Ya ampun Raihan..Nuri..kenapa kalian tidak pernah cerita kalau kalian itu sudah saling mengenal dari kecil dan...!"
Aku segera mendongak." tidak Bu haji !"ucap ku dengan gugup. Aku harus menjelaskan agar Bu haji dan Raihan tidak menyalah artikan atas ucapan Andre. Bu haji mengernyitkan keningnya dan bertanya," maksudnya Nuri?"
Ku tundukan kembali pandanganku dan berkata,"maaf Bu haji, maksud saya....kami memang berteman saat masih SD dan hanya sekedar teman tidak lebih."
"Duh Nuri, jangan membuat aku malu di depan tanteku dan sepupu kecil ku ini dong, bohong sedikit kek demi aku, kau tau sepupu kecilku ini sering meledek ku duda yang tak laku. Mentang mentang dia sudah punya pacar yang cantik."
Deg....
Jantung ku terasa berhenti berdetak mendengar perkataan Andre. Apakah yang di ucapkan oleh Andre itu benar bahwa Raihan sudah memiliki seorang kekasih atau hanya becanda saja. Aku melirik ke arah Raihan, ternyata Raihan sedang menatapku, aku memberanikan diri balik menatapnya. Aku ingin mencari tau lewat sorot matanya apakah benar dia sudah memiliki kekasih atau hanya omong kosong Andre saja. Namun beberapa detik kemudian suara lembut seorang wanita menyapa kami terutama menyapa Raihan.
"Rai.....maaf ya, aku belum terlambat datang kan?"pandangan kami di alihkan pada wanita cantik dan anggun serta membawa sebuket bunga yang baru saja datang.
__ADS_1