Nafkah Lima Ratus Ribu

Nafkah Lima Ratus Ribu
Kekasih Raihan


__ADS_3

Wanita itu mendekatkan dirinya dengan Raihan dan berdiri tepat di hadapannya tanpa menghiraukan keberadaan kami.


"Selamat ya sayang..akhirnya cita cita mu telah tercapai. Aku seneng banget lho!" ucap nya sambil tersenyum lalu memberikan bunga itu pada Raihan. Raihan melirik ke arah ku namun aku memalingkan wajahku ke arah lain, rasa nya sakit sekali melihat Raihan sudah memiliki seorang kekasih.


Sempat aku berfikir apa Raihan ingin balas dendam padaku mengingat bagaimana aku dulu yang lebih mempertahankan mas Surya dari pada bercerai dan menikah dengannya, dan sekarang disaat aku sudah bercerai Raihan sudah memiliki seorang kekasih yang terlihat sempurna, cantik, anggun dan seperti nya orang kaya. Jika di bandingkan dengan aku, apalah aku ini tidak ada apa apanya.


Raihan mengambil bunga itu dari tangan wanita anggun yang belum aku ketahui namanya dan berucap," terima kasih Ra!"


Wanita itu tersenyum dan berkata," maaf ya sayang, papa ku tidak bisa hadir soalnya ada urusan mendadak di Singapore. Dia bilang salam saja sama kamu." Benar saja dugaan ku bahwa wanita itu anak orang kaya.


Raihan hanya tersenyum kecil saja kemudian dia melirik ke arahku kembali namun kali ini aku tidak memalingkan wajahku melainkan menatapnya. Aku berusaha bersikap setenang mungkin karena walau bagaimana pun Raihan tidak bersalah, Raihan tidak menyakitiku dia juga berhak bahagia dan berhak memilih siapa saja yang dia anggap cocok untuk menjadi kekasihnya.


"Ini anak siapa Rai, tampan sekali," tanya wanita itu sambil mencubit gemas pipi Zain.


"Ini....!"


"Ini anak calon istri saya nona!" kata Andre memotong ucapan raihan yang belum sempat terlontar. Raut wajah Raihan berubah menjadi raut wajah kesal, sepertinya dia tidak menyukai ucapan Andre. Begitu pula denganku. Aku menatap kesal ke arah Andre, sembarangan saja mengaku aku calon istrinya.


"Sini sayang sama om!" Andre mengambil paksa Zain dari gendongan Raihan dan Raihan seperti terpaksa memberikan Zain pada Andre.


"Oh, maaf, mas ini siapanya Raihan ya?" tanya wanita itu.


"Saya Andre nona, sepupunya Raihan." Andre mengulurkan tangannya kemudian di sambut oleh wanita itu dan berkata," Oh, sepupunya Raihan, maaf saya tidak tau karena Raihan sendiri belum pernah cerita tentang keluarganya. Saya Nura mas."


"Nura?"ucap Andre, lalu melepaskan tautan tangannya.


"Iya, memang kenapa mas?"tanya wanita yang baru saja memberitahu bahwa namanya adalah Nura. Jika di pikir kenapa namanya hampir sama dengan namaku, hanya beda satu angka saja.


"Kok, namanya hanya beda satu huruf saja dengan...!" Andre menoleh ke arahku dan wanita itu mengikuti arah pandangan Andre.


"Mamanya Zain," sambung nya kemudian.


Wanita itu mengerutkan dahinya kemudian bertanya," mamanya Zain, maksudnya?" tanya nya pada Andre, aku spontan mendongak lalu melihat ke arahnya.

__ADS_1


"Terus mba ini siapa?" tanya nya padaku. Sebelum Andre menjawabnya yang bukan bukan lebih baik aku sendiri yang memperkenalkan diriku.


"Nama saya Nuri, teman Andre sekaligus tetangga.....Raihan di kampung." Kemudian aku menundukkan wajah ku.


"Wah, jadi mba ini tetangga Raihan di kampung? salam kenal ya mba, nama saya Nura tapi kok nama kita hampir sama ya mba hanya beda satu huruf saja ha ha."


"Kamu punya pacar kok tidak pernah cerita atau di kenal kan sama kami Rai? terlebih sama ibu?" tanya Bu haji tiba tiba dan membuat Nura terdiam.


Raihan tidak menghiraukan pertanyaan bu haji melainkan lirikan nya mengarah padaku. Sepertinya dia enggan mengenalkan wanita itu pada kami atau mungkin dia merasa tidak enak hati padaku.


"Apa tante mamanya Raihan?" tanya wanita itu, kemudian dia melangkah satu langkah mendekati Bu haji lalu menyapa," Tante apa kabar? kemudian menyalaminya serta cium pipi kiri dan kanan Bu haji.


"Alhamdulilah baik, maaf ya nak apa saya boleh tau apa benar nak Nura ini pacarnya Raihan?"tanya Bu haji seperti memastikan.


Wanita itu tersenyum lalu melirik ke arah Raihan yang sedang menundukkan sedikit wajahnya kemudian menoleh lagi pada Bu haji."Benar tante saya...pacarnya Raihan," kata wanita itu sembari tersenyum malu malu.


Bu haji mengerutkan keningnya kemudian menoleh ke arah Raihan dan bertanya," kamu punya pacar selama ini kok tidak pernah cerita sama ibu Rai?"


Rasanya aku tidak ingin lagi mendengar tentang hubungan wanita ini dengan Raihan. Bisa di katakan mungkin aku cemburu, aku akui kalau aku sedang cemburu.


"Dre, aku titip Zain sebentar ya!" ucap ku sambil menunduk. Ijin ku yang tiba tiba membuat semua orang menoleh ke arahku termasuk Raihan.


"Mau kemana?tanya Andre.


"Toilet." Aku beralasan padahal sebenarnya aku hanya ingin menghindari obrolan mereka. Kemudian aku melangkah pergi padahal Andre belum mengijinkan.


Aku melangkahkan kaki ku tak tau arah hingga aku menjauh dari kerumunan orang. Memasuki sebuah lorong entah lorong apa. Pikiranku kacau, air mataku mengalir, apa aku menyesal telah mengabaikan Raihan dulu? apa begini yang Raihan rasakan dahulu ketika aku menikah dengan mas Surya? sakit, sakit sekali ketika orang yang kita cintai telah menjadi milik orang lain. Mungkin ini balasan Raihan padaku, agar aku merasakan bagaimana sakitnya.


Ketika aku sedang berjalan tak tau arah serta uraian air mata, tiba tiba seseorang membekap mulutku dan mendorongku hingga memasuki sebuah ruangan. Setelah berada di dalam ruangan, dia melepaskan tangannya dari mulutku dan aku berbalik. Aku terkejut sekali mendapati sosok yang sedang aku tangisi ada di hadapanku.


Dengan bibir bergetar serta linangan air mata aku berucap," Rai..han...." Raihan menatap lekat wajahku begitu pula dengan aku menatap lekat wajahnya. Kemudian tangan nya menakup wajahku lalu menghapus air mataku yang mengalir sambil berkata," aku rindu sekali sama kamu mba !"


Perasaanku saat ini bisa di katakan antara senang dan sedih. Senang karena Raihan mengakui kalau dia merindukan ku dan sedih karena kenyataanya dia sudah memiliki seorang kekasih.

__ADS_1


Aku memegang kedua belah tangan Raihan hendak menurunkannya dari wajah ku namun dia menahannya dan geleng kepala. Kemudian dia mendekatkan wajahnya dan hanya menyisakan jarak beberapa senti saja diantara wajah kami. Dalam jarak yang begitu dekat aku bisa mendengar deru nafasnya dan mencium wangi mint. Tak butuh waktu lama Raihan langsung mencium bibirku, aku terkejut namun aku yang sudah sangat merindukannya tak munafik bahwa aku sendiri menginginkan itu darinya. Aku membalas ciuman Raihan. Cukup lama kami saling pagut sampai kami melupakan sejenak yang namanya dosa karena kami hanya manusia biasa bukan manusia suci yang tak pernah luput dari khilaf dan dosa.


Kami melepaskan pagutan kami setelah merasa stok oksigen telah habis di rongga paru paru. Aku menghirup udara sebanyak banyaknya dan apa yang aku lakukan membuat Raihan tersenyum lucu.


"Maaf ya mba, habis nya aku rindu berat sama mba."


"Kalau rindu kenapa tidak pulang dan menemui ku?"


"Karena aku belum tau kalau mba sudah bercerai."


"Ka...kamu sudah tau kalau aku sudah bercerai?"


Raihan mengangguk."Sebenarnya aku tau kalau mba sudah bercerai baru hari ini."


"Hari ini? siapa yang memberi tau mu?"


"Ibu ku tadi sebelum kalian datang. Apa benar yang di katakan Andre kalau mba calon istrinya?"


Aku geleng kepala dan menjawab," kami tidak memiliki hubungan selain hubungan sebatas teman."


"Benarkah?"


Aku mengangguk pelan kemudian balik bertanya,"apa Nura kekasih mu Rai?"


Raihan menghela nafas berat lalu mengangguk pelan.


Mataku mulai berkaca kaca kembali karena Raihan mengakuinya dengan jujur.


"Kamu bilang kamu mencintaiku Rai? tapi kenapa kamu punya kekasih?"


"Maafkan aku mba, karena dulu aku merasa aku tidak akan mungkin bisa memiliki mba karena mba sendiri yang mengatakan kalau mba tidak ingin berpisah dengan mas Surya saat aku meminta mba untuk bercerai dengannya. Dari situ aku sadar bahwa aku tidak boleh terus menerus memaksakan keinginan ku sendiri. Aku harus move on."


Sesak sekali rasanya mendengar penjelasan Raihan. Dia memang tak salah, aku lah yang salah karena semua ini bersumber dari diriku sendiri, jadi sekarang rasakan saja akibatnya.

__ADS_1


__ADS_2