Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Made in Swiss


__ADS_3

Alya benar-benar geram melihat mata jelalatan Iqbaal, padahal diri nya sudah menjadi santapan Iqbaal setiap hari tetapi pria ini masih juga tidak bisa menjaga mata nya.


Alya mencubit pinggang Iqbaal dan langsung menarik nya secara paksa.


"Ahhhhkkk sakit sayang, Ahkkkk," teriak Iqbaal.


"Sakit kata mu itu balasan untuk orang yang bermata jelalatan seperti mu, apa aku kurang memuaskan mu," ucap Alya.


"Maaf sayang aku salah, maafkan suami mu ini," rengek Iqbaal.


Alya yang masih marah pada Iqbaal berniat membuat Iqbaal kapok, ia meminta Iqbaal membawa nya ke mall yang menyediakan semua brand bermerek.


Satu persatu tokoh mereka berdua masuki, Iqbaal keringat dingin saat Alya mengambil apa saja yang menurut nya bagus, uang nya memang tidak terbatas tetapi itu milik keluarga nya, saat ini ia saja masih di jatah oleh ayah nya.


"Sayang kamu benar-benar mau membuat uang ku habis," tanya Iqbaal.


"Itu hukuman itu pria seperti mu, aku sangat kesal dengan mu," ucap Alya.

__ADS_1


"Louis Vuitton, Hermes, Gucci, Chanel, Prada, Burberry, Dior. Semua tokoh brand bermerek itu mereka masuki, dan tentu saja mereka berdua keluar tidak dengan tangan kosong.


Hari semakin larut mereka berdua sedang dalam perjalanan pulang, Alya berjalan lebih dulu meninggalkan Iqbaal yang membawa semua barang yang ia beli tadi, Iqbaal hanya bisa mendengus kesal. Tetapi mau bagaimana lagi ini semua karena kesalahan nya.


Sesampainya di hotel Alya langsung masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Iqbaal hanya melepaskan pakaian nya dan hanya memakai celana pendek.


"Halo yah," ucap Iqbaal.


"Kau ya, sangat menganggu ku aku sedang enak-enak," kata Azka.


"Maaf yah, aku hanya mengingatkan pada mu, jangan heran jika mendapatkan tagihan bank yang sangat besar, uang ku habis bersih, tolong kirim lagi," Iqbaal langsung mematikan sambungan telepon itu.


Azka yang malas memikirkan nya langsung meminta asisten nya mengirim uang untuk Iqbaal dan mengurus semua masalah yang Iqbaal perbuat. Yang terpenting saat ini lahar panas nya harus keluar lebih dulu.


Tak lama Alya keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk, ia langsung menarik Alya dan memeluk Alya dengan erat.


"Kamu masih marah pada ku, setelah kamu menguras uang ku," tanya Iqbaal.

__ADS_1


"Kamu pikir sendiri, wanita mana yang tidak marah, setiap hari melayani suami nya, berharap suaminya tidak mudah tergoda ataupun berpaling darinya. Tapi suami itu malah dengan mudah menatap wanita seksi sampai membuka mulutnya," jawab Alya.


"Maaf sayang aku janji tidak akan mengulang kesalahan ku lagi," ucap Iqbaal.


"Hmmm, maaf juga aku sudah berlebihan," kata Alya.


"Tidak sayang sudah seharusnya kamu memiliki Barang-barang mewah seperti itu, walaupun hal itu benar-benar menguras kantong ku," ucap Iqbaal.


Iqbaal mulai mendekati leher Alya dan mencium nya dengan lembut.


"Sayang sudah lah, aku lelah," ucap Alya.


"Tidak mungkin, sampai aku puas, bagaimana kalau kita main di balkon," kata Iqbaal sambil menunjukkan senyuman penuh kemesuman nya.


"Jangan aneh-aneh sayang, nanti ada yang melihat nya bagaimana," ucap Alya.


"Sayang ini tengah malam siapa pula yang mau melihat kita, lagi pula hotel ini private tidak ada yang akan melihat kita.

__ADS_1


Iqbaal membuka semua nya dan langsung membawa Alya menuju balkon sambil mencium bibir Alya. Seperti nya baby made in Swiss akan benar-benar akan segera hadir.


__ADS_2