
Hari demi hari telah berlalu, Reno dan Annisa sudah akan pergi meninggalkan rumah Bima, begitu juga dengan Zikri yang ikut dengan Reno karena ia akan di ajak oleh Reno ke Australia. Reno dan Zikri semakin dekat saja, ikatan saudara di antara mereka berdua semakin kuat saja.
"Mah Terima kasih untuk waktu nya, aku sangat senang tinggal di rumah ini," ucap Reno.
"Iya ren, mamah juga sangat berterimakasih pada mu, kau sudah kau sudah mau tinggal di rumah mamah," kata Iris.
"Adik adik kakak, sampai berjumpa lagi, Anna dan Lisa harus menjadi anak yang baik," ucap Reno sambil mencium wajah ke dua adik nya.
"Sayang aku pergi dulu, mungkin besok baru bisa kembali, kamu menginap saja di rumah orang tau kamu," kata Bima sambil mencium dahi istri nya.
"Iya sayang, Hati-hati di jalan," kata Iris.
"Sampai jumpa lagi mah, aku suka dengan masakan mamah," ucap Annisa.
"Zikri kau tidak kau berpamitan dengan mamah mu," tanya Bima.
"Mah aku liburan dulu," teriak Zikri.
"Anak itu, memang ya," ucap Iris.
Setelah berpamitan mereka semua langsung pergi meninggalkan rumah, perjalanan kali ini pasti akan memakan waktu lebih lama dari sebelumnya. Bima yakin di perjalanan nanti pasti mereka akan terjebak macet karena mereka pergi pada saat jam kantor.
"Kak aku akan menginap dimana, kakak kan mau pulang dan kita ke Australia besok," ucap Zikri.
"Kau aku tinggal di kolong jembatan, sudah ya jangan banyak berbicara," kata Reno.
"Ayah kakak kenapa seperti itu, dia sangat galak dan tidak bisa di ajak berbicara," ucap Zikri
"Kau diam Zikri, jika kau mau aku ajak, jangan banyak mengadu," kata Reno.
"Oh iya yah, aku baru ingat, mulai bulan ini aku yang akan menanggung biaya sekolah Zikri," ucap Reno.
"Jangan Ren, Zikri sudah menjadi tanggung jawab ayah," kata Bima.
"Tidak pala yah, ayah harus fokus dengan Anna dan Lisa, ayah juga akan mempunyai bayi kecil lagi, sudah tidak papa yah, aku yang akan menanggung semua nya," ucap Reno.
"Ayah izinkan asalkan kau membicarakan masalah ini pada daddy mu, ayah tidak enak dengan Iqbaal."
"Sebelum aku mengambil keputusan ini aku sudah memikirkan nya dengan sangat baik, jadi ayah tidak perlu khawatir dengan masalah itu," ucap Reno.
"Sudah jika kakak dan ayah ingin membiayai ku, aku tidak masalah. Lebih banyak lebih bagus," saut Zikri.
"Itu enak di kau, sudah kau tetap dengan ku, jangan meminta uang pada ayah," kata Reno.
__ADS_1
"Annisa apa datang bulan mu sudah selesai," bisik Reno.
"Hari ini terakhir mas, aku rasa besok sudah bersih," kata Annisa.
"Oh bagus, jadi aku akan menyengat mu di Australia."
Setelah kurang lebih menempuh perjalanan setengah hari, akhirnya mereka semua sampai dengan selamat di rumah Iqbaal, rumah yang sangat mewah dan besar. Menurut Zikri rumah kakak nya empat kali lipat lebih besar dari rumah nya yang berada di kota.
"Kakak ini rumah mu," tanya Zikri.
"Iya lah, kau boleh tinggal di sini, jika sekolah ku dekat," jawab Reno.
"Ahkkk sekolah ku sangat jauh dari sini, sial padahal aku ingin tinggal di sini," ucap Zikri.
Reno membawa Zikri dan ayah nya masuk ke dalam, Zikri terpesona dengan kemewahan rumah kakak nya, berbeda dengan Bima yang bias saja karena ia sudah berulang kali masuk ke rumah ini, bahkan ia membuat Reno di rumah ini. Rumah ini termasuk rumah yang memiliki banyak kenangan untuk nya.
"Abang," teriak Harry dan langsung berlari mendekati Iqbaal.
"Adik mu mas," ucap Annisa.
"Abang kemana saja, hiks hiks hiks.. Abang pergi meninggalkan Harry." Harry menangis di pelukan Reno.
"Hey Harry jangan menangis, abang kan sudah pulang, abang janji malam ini Harry tidur dengan abang."
"Janji Harry, malam ini kita tidur bersama," jawab Reno.
"Ternyata kakak memang sangat baik pada semua adik-adik nya," batin Zikri.
Iqbaal dan Alya yang mendengar tangisan Harry langsung berjalan mendekat, mereka pikir terjadi sesuatu pada Harry, ternyata abang tersayang Harry sudah pulang.
"Reno kau sudah pulang," ucap Iqbaal.
"Sudah dad, aku sudah tidak sabar untuk liburan ke Australia," kata Reno.
"Reno ini kembaran mu, kalian berdua sangat mirip," ujar Alya.
"Ini anak ku Alya, nama nya Zikri," ucap Bima.
"Oh anak mu bim, apa usia nya sama dengan Azeil," tanya Iqbaal.
"Aku rasa satu atau dua tahun lebih mudah dari Azeil," jawab Bima.
"Salam kenal om tante," ucap Zikri.
__ADS_1
"Kau sudah bertemu dengan adik-adik mu Ren, kau tidak membuat mereka takut kan," tanya Iqbaal.
"Tidak dad, malahan aku sangat dekat dengan Zikri aku akan membawanya liburan bersama ku."
"Lebih baik kalian istirahat dulu, pasti kalian lelah," ujar Alya.
"Iya mom, aku sangat lelah, ayo sayang kita bawa Harry ke dalama kamar."
"Oh iya ayah, tolong bawa Zikri ke kamar nya, kau sudah tau kan kamar yang kosong," ucap Reno.
"Iya Reno, Zikri tidur dengan ayah saja," kata Bima.
Malam hari nya mereka semua berkumpul di ruang makan untuk makan malam bersama, Reno makam sangat banyak karena ia sudah sangat merindukan masakan spesial mommy.
"Sayang makan dengan perlahan," ucap Alya.
"Mommy aku sangat merindukan masakan mu, mommy tau di tempat ayah aku makan ikan yang sangat aneh, tapi aku suka, dan lihat tangan ku ini, aku terkena sengatan nya," kata Reno.
"Ikan apa Bim, aku rasa Reno tidak suka dengan ikan," tanya Iqbaal.
"Kau juga tidak akan tau bal, anak mu banyak belajar di rumah ku," jawab Bima.
"Aku ada video nya pah, nanti aku kirimkan," ucap Annisa.
"Annisa jangan membuat ku malu ya, aku tidak mau kau menyebarkan video ku."
"jangan takut Annisa, berikan pada mamah. Mamah yang akan melihat nya," ucap Alya.
"Mommy, jangan begitu, video ku sangat memalukan. Hey kau Zikri kau yang mengerjai ku," kata Reno.
"Aku yang salah kak, padahal kau sendiri yang ceroboh," ucap Zikri.
"Sudah nanti kita bicarakan lagi, kita selesai kan dulu makan malam ini," kata Iqbaal.
"Pantas saja kakak susah makan, di rumah sini makanan nya seperti makanan Sultan, siapa yang tidak suka dengan makanan seperti ini," batin Zikri.
"Abang mengantuk," ucap Harry.
"Harry tidur dengan mommy ya," kata Alya.
"Tidak mau, Harry tidur dengan abang," rengek Harry.
"Tidak papa mom, ayo jagoan abang kita tidur," ucap Reno sambil membawa Harry pergi dari ruang makan.
__ADS_1