
"Seharusnya kau bersyukur, kak Reno mau menikah, awal nya dia kan tidak mau menikah," ucap Kayla.
"Apa benar kak, kak Reno melakukan hal seperti itu pada seorang gadis sampai dia harus bertanggung jawab," tanya Aziel.
"Iya begitu lah, kalau tidak mana mungkin dia mau menikah. Kau jangan sampai melakukan hal itu, atau daddy akan mencoret mu dari kartu keluarga."
"Hahaha iya kak, aku tidak mungkin melakukan hal seperti itu," ucap Aziel.
Sementara itu setelah sarapan Reno memilih bersantai bersama dengan Annisa di pinggir kolam renang, ia juga sedang menunggu ketiga adik nya datang. Saat ini Annisa sedang di minta Reno untuk mengambil tiga paperback yang berisi hadiah untuk adik nya.
"Ini mas, wah kamu kakak yang baik," ucap Annisa.
"Annisa jika dia anak ayah, apa dia adik kandung mu," tanya Reno.
"Iya mas, kalian memilki darah yang sama," jawab Annisa.
"Oh begitu, bagus lah aku tidak salah memberikan mereka hadiah," ucap Reno.
"Reno adik mu sudah datang."
"Iya yah, suruh mereka ke sini," ucap Reno.
Ketiga anak Bima langsung berjalan ke arah Reno dan Annisa. Reno menggaruk kepala nya saat melihat ketiga adik nya.
"Ayah sangat produktif," ucap Reno.
"Mas yang paling besar mirip dengan mu," kata Annisa.
"Ya kamu benar, dia sangat mirip dengan ku dulu," ucap Reno.
"Kalian anak ayah," tanya Reno.
"Tidak kami anak mamah," jawab Zikri.
"Hey aku dengar itu," ucap Bima.
"Iya kamu anak ayah," kata Zikri.
"Oh kau sudah berani dengan kakak mu ya. Siapa nama mu," tanya Reno.
"Aku Zikri, ini Anna dan yang paling kecil Lisa."
"Anna Lisa sini, kakak ada hadiah untuk mu," ucap Reno.
Walaupun mereka berdua takut dengan Reno, mereka berdua langsung berlari mendekati Reno saat Reno ingin memberikan hadiah untuk mereka.
"Adik ku sayang cantik ya," ucap Reno sambil menaikan kedua nya di atas pangkuan nya.
"Kak aku tidak dapat hadiah," tanya Zikri.
"Kata mu kau tidak anak ayah," jawab Reno.
"Mas jangan begitu, Zikri sini lah ada hadiah untuk mu."
"Mana kak, wah aku ingin hadiah yang mahal," ucap Zikri.
__ADS_1
"Hahaha kau tau saja, aku tidak mungkin membelikan mu barang murah, itu ada dompet, jam tangan dan Handphone kata ayah kau sudah meminta Handphone baru," kata Reno.
"Hahaha aku sangat senang, Terima kasih kak, aku sangat bersyukur memiliki kakak seperti mu."
"Bagus aku suka pujian, kau sudah taman sekolah," tanya Reno.
"Aku masih sma, tahun ini aku lulus," jawab Zikri.
"Kau punya nomor rekening," tanya Reno.
"Ada kak, mau ngirim uang," tanya Zikri.
"Tidak hanya bertanya saja," jawab Reno.
"Lisa dan Anna Kalian paling kecil dan paling imut kakak memberikan banyak hadiah," ucap Reno.
"Nasib anak pertama," kata Zikri.
Setelah bertemu dengan ke tiga adik nya Reno merasa sangat senang, ke tiga adik nya memberikan vibes positif, apalagi Zikri yang seperti nya cocok dengan nya.
"Zikri antar kan kami berdua ke warung," ucap Reno.
"Kapan kak," tanya Zikri.
"Sekarang selagi belum panas," jawab Reno.
"Di sini jarang panas kak, ya sudah aku bersiap dulu," ucap Zikri.
"Aku ikut ke kamar mu, anak muda seperti mu pasti tidak bisa mengurus diri mu dengan baik."
"Enak saja, aku rapi dan aku suka bersih," ucap Zikri.
"Kak kenapa aku tidak pernah bertemu dengan mu sebelum nya, aku tidak tau jika ayah mempunyai anak selain aku dan adik-adik ku," tanya Zikri.
"Aku anak yang tersembunyi," jawab Reno.
"Jangan aneh-aneh kak, jelaskan pada ku."
"Aku saja baru tau kalau ayah mu adalah ayah kandung mu," ucap Reno.
"Oh jadi bukan hanya aku, akhirnya aku bukan anak yang paling tua," kata Zikri.
"Kenapa, apa tidak enak menjadi anak yang pertama," tanya Reno.
"Tidak enak, aku harus mengalah pada adik ku, sekarang ada kau yang sangat baik," jawab Zikri.
"Aku tidak terlalu baik ya, sudah cepat bersiaplah, kita harus segera pergi," ucap Reno.
"Sudah siap kak, ayo kita pergi, mau naik mobil atau jalan kaki," tanya Zikri.
"Jalan kaku saja, apa jauh?"
"Tidak jauh kak, mungkin kalau jalan kaki hanya 15 menit."
"Jalan kaki saja, aku ingin melihat sawah dan pegunungan," ucap Reno.
__ADS_1
Setelah selesai bersiap mereka bertiga langsung berangkat. Annisa tampak sangat seneng karena ia tidak pernah melihat ini semua, ternyata bukan hanya Reno yang menghabiskan masa kecil nya di perkotaan.
"Mas aku ingin foto, tapi kamera handphone ku tidak bagus," ucap Annisa.
"Annisa kenapa kau tidak mengatakan nya, aku membelikan handphone baru Zikri tapi Handphone istri ku tidak bagus," kata Reno.
"Ini masih bisa, sudah coba foto kan aku, aku ingin berfoto," ucap Annisa.
Reno mengeluarkan handphone nya, dan langsung memfoto Annisa, ia cukup menahan tawa nya saat melihat Annisa berfoto tidak seperti biasa nya.
"Mas kamu tidak mau berfoto dengan ku," tanya Annisa.
"Aku berfoto dengan mu," ucap Reno.
"Zikri tolong foto kan kami," kata Annisa.
"Bisa kak, kak Reno cepat mendekat, kau lama sekali gerak nya," ucap Zikri.
"Hahaha iya sabar, kau semangat sekali mau memfoto ku," kata Reno.
"Satu dua tiga," ucap Zikri.
"Bagaimana bagus tidak," tanya Reno.
"Coba kak Reno cium istri nya, pasti akan jauh lebih romantis," jawab Zikri.
Dengan cepat Reno langsung menaikan kepala Annisa dan mencium bibir Annisa. Agar tidak kehilangan momen itu, Zikri langsung mengabadikan nya.
"Bagaimana," tanya Reno.
"Lebih bagus, padahal yang aku minta bukan bibir tapi dahi, hahaha ternyata kak Reno sangat ganas"
"Kau anak kecil diam, atau aku akan memakan mu," ancam Reno.
Annisa berusaha menetralkan perasaan nya, ia tidak menyangka Reno berani mencium bibir nya di depan Zikri.
"Kau kenapa," tanya Reno.
"Tidak ada, ayo lanjut," jawab Annisa.
"Kak Reno tidak peka, kakak ipar sedang tersipu malu."
"Zikri bisa diam tidak, kau sangat cerewet tidak seperti kakak mu," ucap Annisa.
"Hahaha maafkan aku kakak ipar."
Setelah sekitar 15 menit mereka berjalan, akhirnya mereka sampai di salah satu minimarket, awal nya mereka hanya ingin kewarung saja, tetapi di dekat warung ada minimarket yang tentu saja lebih lengkap dan nyaman.
"Kak aku di traktir kan," tanya Zikri.
"Ambil saja, kakak ipar mu yang akan membayar nya," jawab Reno.
"Aku mas," tanya Annisa.
"Yang memegang dompet ku kan kau Annisa, kau lupa," jawab Reno.
__ADS_1
Annisa