Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Episode 20


__ADS_3

"Kamu yakin," tanya Dinda.


"Hahaha yakin? Kau yang yakin ingin memberikan nya pada ku," tanya Aziel.


"Kalau kamu memutuskan Lisa, aku mau memberikan nya."


"Ha!! aku memutuskan nya, aku tidak akan melakukan nya. Aku cinta mati pada nya," ucap Aziel.


"Omong kosong, kau hanya mengatakan nya, jika kau sudah aku merasakan kenikmatan ku, kau akan ketagihan dan tidak akan memutuskan nya."


"Ya sudah berikan lah."


"Malas nanti setelah aku operasi mata," ucap Dinda.


"Besok kau sudah bisa operasi, kau sehat kan. Jangan takut ya, aku akan menemani mu," kata Aziel.


"Hahaha iya aku sudah siap, dari pada aku seperti ini terus menerus," ucap Dinda.


"Dinda aku akan berkata serius pada mu, ya mungkin aku bisa serius menjalani rumah tangga ini jika aku mempunyai perasaan pada mu," kata Aziel.


"Jadi jika aku bisa mengambil hati mu dan kau jatuh cinta pada ku, kau akan menjalin rumah tangga yang serius dengan ku? dan juga kau akan memutuskan Lisa."


"Ya begitu lah, apa lagi yang aku cari, aku sudah mempunyai wanita yang aku cintai. Tapi ini kalau ya, hanya beberapa bulan saja ya. Jika lebih dari 6 bulan aku tidak mencintai mu, ya kita akan berpisah tidak peduli aku sudah menyentuh mu atau tidak. Aku hanya ingin hidup dengan seseorang yang alu cintai."


"Tapi kalau kau sudah mengambil Keperawanan ku aku tak akan melepaskan mu. Jangan harap bisa kabur, mau kau cinta atau tidak pada ku, aku tidak peduli kau harus tetap menjadi suami ku."


"Wih galak nya, hahaha kau sebenarnya cantik tapi mau bagaimana lagi hati ku masih ada pada Lisa.


Dinda hampir melupakan rencana nya, ia malah fokus dengan Aziel. Memang Aziel selalu memalingkan perhatian nya. Siapa yang tidak mau memiliki suami tampan dan sempurna seperti Aziel.


"Sudah aku ingin mandi. Turun sana, betah sekali berada di pangkuan ku," ucap Aziel.


Dinda memegang pundak Aziel dan sedikit bergoyang, hal itu membuat Aziel terkejut. Mana posisi Dinda sangat tepat sekali berada di atas junior nya.


"Mas itu apa," tanya Dinda.


"Masih tanya itu apa, dia bangun karena mu," jawab Aziel.


"Oh begitu, maafkan aku mas. Aku tidak tau kalau hal itu membuat nya bangun, boleh aku melihat nya."

__ADS_1


"Bukan nya kau sudah pernah melihat nya," ucap Aziel.


"Belum puas, apakah dia seindah yang akun bayangkan mas," tanya Dinda.


"Ya pasti lah, oke bisa kau lihat, kau makan saja boleh."


"Tadi kan sudah aku katakan, aku mau tapi kau tidak ingin," kata Dinda.


"Ya sekarang mau, kau yakin Dinda," ucap Aziel.


"Hmmm kenapa tidak???"


Dinda turun dari pangkuan Aziel, ia sudah berada tepat berada di depan tubuh Aziel. Aziel saja sampai keringat dingin melihat keganasan Dinda.


"Yakin din," tanya Aziel.


"Kan suami ku, ya itu sudah kewajiban ku, apalagi kamu yang meminta nya," jawab Dinda.


Dinda membuka sleting celana Aziel, ia terkejut melihat benda besar itu sudah menplak di celana d*lam Aziel.


Saat ingin menurunkan pertahanan terakhir tiba-tiba Zikri datang sambil bernyanyi. Hal itu mengejutkan Aziel dan Dinda.


"Sudah tau menganggu kenapa masih di sini," kata Aziel.


"Jangan galak galak Ziel, beritahu di mana kamar ku," ucap Zikri.


"Kau duluan ke kamar mas." Dinda pergi meninggalkan mereka berdua, mana mungkin ia meneruskan hal itu di depan Zikri.


"Zikri kau datang bukan di waktu yang tepat, aku lagi ingin bersenang-senang," ucap Aziel.


"Dia mau memakan es krim magnum mu, kau yang meminta nya," tanya Zikri.


"Iya padahal aku si tidak memaksa nya, tetapi dia sendiri yang mau. Kau tau lah, aku tidak bisa di pancing pancing, padahal ini baru pertama kali nya," jawab Aziel.


"Anjay, dapat gadis, sangat baik lagi. Aku saja lah yang menggantikan mu," ucap Zikri.


"Mata mu, jangan macam macam."


"Kau saja masih dengan Lisa, dasar tidak bersyukur, Lisa belum tentu masih gadis. Tapi kalau Lisa belum tentu masih gadis."

__ADS_1


"Diam ayo aku antar kan ke kamar mu. Oh iya aku akan menemani nya operasi besok, kau tak ada kerjaan kan jadi gantikan kau di restoran besok."


"Oh siap dong, aku akan menggantikan mu, jangan khawatir," ucap Zikri.


Setelah mengantarkan Zikri ke kamar nya, Aziel juga masuk ke dalam kamarnya. Ia mencari keberadaan Dinda yang tak ada di dalam sana. Seperti nya Dinda tak ada masuk ke dalam kamarnya.


"Mas," ucap Dinda yang juga baru masuk ke dalam kamar."


"Dari mana," tanya Aziel.


"Tidak dari mana mana, ayo mandi," jawab Dinda.


"Mandi bersama," tanya Aziel.


"Ya, tapi seperti nya mau hujan, apa nunggu hujan saja."


"Apa hubungannya Din, sini mendekat," ucap Aziel.


"Ada apa," tanya Dinda sambil mendekati Aziel.


"Kamu tak ada rencana apapun kan," tanya Aziel.


"Rencana apa mas?" Dinda bingung dengan pertanyaan yang Aziel lontarkan pada nya.


"Hahaha mana aku kau, aku kan tanya kamu, eh kamu malah balik tanya aku," kata Aziel.


Dinda tersenyum sambil melepaskan kancing baju Aziel. Ia membuat Aziel tidak memakai apapun di depan nya. Awal nya Dinda sangat malu melihat junior Aziel tepat di depan nya. Masih tidur saja sudah terlihat jika itu akan berkembang dengan besar. Jika bukan karena tekanan yang baru ia dapat kan tadi Dinda akan mengurungkan niat nya.


"Lakukan lah," ucap Aziel.


Dinda mulai memegang nya, hal itu membuat Aziel terkejut. Ini pertama kali nya ada seseorang melakukan hal itu pada nya, ia tidak malu dengan Dinda karena ia sangat percaya diri dengan bentuk Junior nya. Ia tidak tau bule mama orang-tua nya yang memberikan gen yang sangat sempurna.


"Ahhh terus sayang."


Azel membuka mulut nya karena begitu menikmati nya. Ia tidak tau akan bertahan berapa lama, ini benar-benar sangat nikmat untuk nya. Jika seperti ini Aziel yakin ia tidak akan bisa lepas dari Dinda.


"Hmmmm maaf." Aziel sudah sampai di puncak nya. Dinda sangat terkejut dan langsung berlari ke kamar mandi. Sedangkan Aziel langsung tumbang di atas tempat tidur.


"Aku tidak kuat," ucap Aziel.

__ADS_1


Ini pertama kali untuk nya. Aziel merasa harus menyesuaikan. Memang Dinda seperti nya sangat serius dengan nya. Hal itu membuat Aziel sedikit yakin menjalin hubungan dengan Dinda. Ia tidak tau saja rencana Dinda sudah sampai 50 persen. Meskipun sempat melupakan nya Dinda sudah mengingat nya kembali.


__ADS_2