
"Reno sudah," teriak Reynald.
"Aku bukan orang tua mu, kau pikir aku apa," kata Reno.
"Reno bantu aku, aku bisa bisa menggunakan tisu aku tidak bisa menaikan celana ku," ucap Reynald.
"Tidak mau," teriak Reno.
"Reno bantu aku, Aaahkkk tolong," teriak Reynald yang terus berteriak karena Reno tidak kunjung datang menolong nya.
Reno berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Ia sangat kesal pada Reynald yang sudah seperti anak kecil. Mana mungkin ia mengelap itu nya Reynald dengan tisu.
"Sudah kau siram," tanya Reno.
"Sudah, ambilkan tisu tangan ku tidak bisa mengambil tisu," jawab Reynald.
Reno mengambil tisu itu dan memberikan nya pada Reynald setelah Reynald selesai membersihkan semuanya. Baru lah Reno menaikan celana Reynald.
"Sudah kan," tanya Reno.
"Sudah ahhkk perlahan perut ku sakit," jawab Reynald.
Ntah memang sakit atau Reynald ingin mengerjai diri nya Reno tidak tau. Yang pasti Reno sangat kesal pada Reynald yang seperti ini, ia lebih suka pada Reynald yang galak dan bisa ia ajak bertengkar.
Setelah Reynald keluar dari kamar mandi para istri juga sudah kembali masuk ke dalam kamar. Mereka berdua menatap aneh Reynald dan Reno yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Kalian berdua habis apa," tanya Kayla.
"Suami mu habis buang air besar dan aku habis membantu nya," jawab Reno.
"Hehehe aku tadi makan terlalu banyak, sayang burung ku terasah cukup perih saat buang air kecil," kata Reynald.
"Sudah tidak papa, mungkin itu efek selang tadi," Ucap Kayla.
Reno Bergidik jijik melihat begitu manja nya Reynald pada Kayla. Sore ini mereka kedatangan tamu penting siapa lagi juga bukan Hardy dah juga Iqbaal. Mereka berdua ingin membicarakan hal penting pada Reynald.
"Selamat Sore," kata Iqbaal.
"Ayah," ucap Reynald yang sangat senang melihat Iqbaal datang menjenguk nya.
"Hahaha iya aku, dan ini paman mu."
"Selamat sore." Hardy juga ikut masuk ke dalam.
__ADS_1
"Paman," ucap Reynald.
"Ayah datang, kenapa tidak memberitahu ku," tanya Annisa.
"Hahaha ada hal penting yang ingin ayah bicara kan pada Reynald.
"Oh pada Reynald, akhh kau akan di pecat jadi CEO Reynald," kata Reno.
"Hmmm aku sudah tau itu, aku tidak papa kok," ucap Reynald yang sebenarnya merasa sangat sedih, ia sudah sangat nyaman dengan pekerjaan nya sebagai CEO.
"Kau yakin tidak papa Reynald, kau terlihat sangat sedih," tanya Iqbaal.
"Tidak yah aku tidak papa kok, semua ini keputusan ada di tangan paman," jawab Reynald.
"Hahaha kau benar, perusahaan sangat maju karena mu aku sangat berterima kasih pada mu Reynald."
"Tidak Paman untuk apa paman berterima kasih pada mu, aku sudah berbuat hal tidak baik, aku hanya ingin mengatakan pada paman jaga perusahaan itu dengan baik, aku sudah menganggap perusahaan itu sebagai nyawa ku sendiri, aku sangat menyayangi perusahaan itu," kata Reynald dengan sangat tulus dari hati nya.
"Harus aku yang berkata seperti itu jaga perusahaan itu dengan baik, kau tetap menjadi CEO di perusahaan itu. Kau memiliki saham sebesar 49 persen di sana," kata Hardy.
"Apa! paman tidak bercanda kan," tanya Reynald.
"Untuk apa aku becanda, aku serius kau memiliki saham yang besar di sana, aku percaya dengan mu, kalau kau yang memimpin perusahaan pasti perusahaan akan jauh lebih maju," jawab hardy.
"Sudah jangan menangis, kau jelek kalau menangis," kata Iqbaal.
"Hahaha iya ayah, paman Terima kasih untuk semua nya, aku sangat senang dan bersyukur aku janji akan menjaga perusahaan itu dengan baik," kata Reynald.
Saham di perusahaan Iqbaal dan Hardy sangat berbeda. Di perusahaan Hardy saham terbagi dan memiliki beberapa nama pemilik seperti Reynald Jika di Winarta grup saham di atas nama kan keluarga itu. Nama yang tercantum di alih waris keluarga Winarta berarti ia termasuk pemilik Winarta grup.
"Dan lagi semua kartu atau tabungan mu atau milik ayah mu tetap milik kalian aku tidak mengambil nya. Kembali nya perusahaan itu pada ku sudah membuat ku sangat senang dan bersyukur," kata Hardy.
"Iya paman, Terima kasih untuk semuanya. Harry paman tidak jadi jatuh miskin, paman masih bisa membelikan mu banyak mainan," ucap Reynald.
"Iya paman," ucap Harry.
"Tidak ada mainan lagi sayang, mainan mu sudah Sanga banyak," kata Iqbaal.
Hari ini memang menjadi hari yang sangat membahagiakan di keluarga ini, semua orang tersenyum bahagia. Apalagi Reynald yang seperti tidak kehilangan apapun, ia malah merasa menambah semangat di dalam diri nya. Menjadi baik ternyata sangat menyenangkan.
Malam hari nya, semua orang sudah pulang. Tersisa hanya Kayla dan Reynald di ruangan itu, mereka berdua sudah berbaring di atas kasur untuk istirahat.
"Sayang kapan aku bisa kembali pulang," tanya Reynald.
__ADS_1
"Mungkin satu minggu lagi, sekaligus membuka jahitan," jawab Kayla.
"Kalau jatah aku kapan mendapatkan nya, kamu tidak hamil-hamil kalau aku lama tidak mendapatkan jatah."
"Sudah jangan banyak bicara, jatah aku beri kalau sudah sembuh sepenuhnya. Dan aku janji jatah akan penuh satu minggu tanpa jeda," kata Kayla.
"Yes yes aku akan mendapatkan banyak jatah," kata Reynald.
Aziel sedang berada di kampusnya, lagi dan lagi ia Bertemu dengan wanita yang membuat hati nya bergetar. Wanita kedua yang berhasil mencuri perhatian nya.
"Dia sangat cantik, pandai bermain musik seperti ku," kata Aziel.
Lirik.
We're only gettin' older, baby
And I've been thinkin' about it lately
Does it ever drive you crazy
Just how fast the night changes?
Everything that you've ever dreamed of
Disappearing when you wake up
But there's nothing to be afraid of
Even when the night changes
It will never change me and you
Kali ini Aziel tidak mau seperti sebelumnya. Ia berjalan mendekati wanita itu yang sedang bernyanyi sambil bermain gitar.
"Hay," ucap Aziel.
"Hay.. Hmmm Aziel," tanya Selena.
"Iya kamu mengenal ku," tanya Aziel.
"Hampir semua orang yang ada di sini mengenal mu," jawab Selena.
"Hahaha aku tidak tau kalau aku seterkenal itu Siapa nama mu, aku baru melihat mu," tanya Aziel.
__ADS_1
"Nama ku Selena, aku baru pindah dari Indonesia," jawab Selena.