
"Ziel dia cantik sekali," ucap Zikri.
"Hey sudah berhenti memujinya cantik, kau seperti pria yang sedang jatuh cinta," kata Aziel.
"Apa mungkin aku jatuh cinta pandang pertama, Ahkkk ini sangat luar biasa," ucap Zikri.
"Kau sadar tidak, dia mirip dengan mu, dan gaya bicara nya mirip Kak Reno," ucap Aziel.
"Mungkin itu jodoh ku, kalau jodoh pasti mirip," kata Zikri.
"Hadeh, sudah mulai halu nya, sudah lah ayo kita pulang ke hotel, kita harus bersiap-siap," ucap Aziel.
"Argghhh aku sangat menyesal tidak meminta nomor handphone nya," kata Zikri yang membuat Aziel hanya bisa menggelengkan Kepala nya.
Reno dan Annisa sudah sampai di rumah orang tua Annisa. Rumah baru yang di berikan Reno beberapa bulan lalu, Reno memberikan rumah ini tanpa sepengetahuan Annisa. Hal ini benar-benar mengejutkan diri Annisa istri nya.
"Kamu tidak mengatakan nya pada ku," tanya Annisa.
"Untuk apa sayang, aku ingin membelikan rumah untuk mertua ku. Aku sudah pernah tinggal di rumah sebelum nya, aku sudah tau tinggal di sana tidak nyaman. Kalau untuk ku tidak nyaman apalagi untuk mertua ku, jadi untuk kenyamanan kita semua aku membelikan rumah ini," jawab Reno.
"Annisa," ucap Raffi.
"Kakak." Annisa terkejut melihat kakaknya yang datang secara Tiba-tiba.
Raffi mendekati Annisa dan langsung memeluk Annisa dengan erat. Raffi cukup terkejut merasakan perut adik nya yang mulai berisi.
"Kamu hamil," tanya Raffi.
"Iya kak aku hamil, ini daddy nya," jawab Annisa.
"Selamat Annisa, aku sangat senang mendengar hal itu," ucap Raffi.
"Kau Reno suami adik ku," tanya raffi.
"Iya aku Reno, kau kakak nya Annisa?"
"Iya aku Raffi kakak nya Annisa. Terima kasih menjaga adik ku dengan baik, aku sangat luar biasa
Aku baru tau kalau rumah ayah dan mamah sudah pindah. Kau pasti yang membelikan mereka rumah." Rafii juga memeluk Reno dengan erat. Ia sangat bersyukur adiknya bertemu dengan seseorang yang baik seperti Reno.
"Kita sudah pernah bertemu bukan," tanya Reno.
"Sudah seperti nya, aku sedikit lupa," jawab Raffi.
__ADS_1
"Dimana ayah dan mamah, rumah sepi sekali," tanya Annisa.
"Mereka pasti sudah tidur besok saja kita bangunkan mereka. Sekarang istirahat di kamar masing-masing," jawab Raffi.
"Reno kita bisa mengobrol berdua," tanya Raffi.
"Bisa, sayang kamu masuk kedalam kamar ya, kamu pilih kamar yang kamu suka," ucap Reno.
"Iya mas."
Reno dan Raffi duduk di ruang tamu berdua, mereka membicarakan banyak hal termasuk tentang Annisa. Reno cukup terkejut jika ia belum tau banyak hal tentang Annisa.
"Jadi itu bukan mamah kandung nya," tanya Reno.
"Bukan, hanya ayah Annisa yang ayah kandung nya, itu pun ayah Annisa sudah memiliki sedikit gangguan mental. Aku tidak tau apa yang membuat ayah seperti itu, yang aku tau dulu ayah berasal dari keluarga kaya raya. Ya walapun aku tidak pernah ke rumah nya maupun sekaya apa ayah."
"Kau kakak angkat Annisa kan, bagaimana bisa ayah bisa mengangkat mu menjadi anak," tanya Reno.
"Cerita nya cukup panjang, inti nya aku memang di angkat jadi anak nya tetapi aku tidak pernah di nawa ke rumah asli nya. Aku tinggal di rumah yang ayah belikan, terkadang ayah jika sering tinggal bersama ku. Pada suatu saat ayah tidak pernah menemui ku, rumah yang ayah belikan untuk tempat tinggal kami juga di ambil oleh seseorang. Saat aku bertemu pagi dengan ayah, ayah sudah tinggal di rumah itu dengan istri baru nya itu, dan ayah jauh berbeda," jawab Raffi.
"Cerita mu membuat ku sangat penasaran, pasti ada hal besar di balik semua itu," kata Reno.
"Mungkin lah, aku pernah menyelidiki nya tetapi karena aku bukan siapa-siapa nya ayah, aku kesulitan. Dan sekarang aku sudah melupakan semua itu," ucap Raffi.
"Sayang kamu belum tidur," tanya Reno sambil memeluk istri nya yang sedang memakai skincare.
"Aku menunggu my, tadi aku sudah berusaha untuk tidur tapi tidak bisa karena aku tiba-tiba mengingat sosis," jawab Annisa.
Reno mencium aroma wangi dari leher Annisa. Wangi yang membuat otak nya travelling kemana-mana. Wangi itu juga membuat Reno sadar jika Annisa sedang merindukan sentuhan nya.
"Aku tau maksud mu sayang," bisik Reno.
"Hehehe boleh," tanya Annisa.
"Tentu saja," jawab Reno yang sudah pasti senang hati melakukan hal apa yang Annisa minta.
"Sayang perut kamu semakin berisi saja," ucap Reno sambil mencium perut istri nya.
Annisa cukup kesal dengan Reno yang terlalu banyak mencium perut nya, padahal ada satu tempat yang membutuhkan ciuman dari nya.
"Sayang aku tidak tahan," rengek Annisa yang membuat Reno terkekeh.
Pagi hari di kediaman keluarga Winarta. Reynald dan Kayla memutuskan bergabung bersama yang lain nya untuk sarapan bersama. Pagi ini hari Wekeend sudah pasti para keluarga menghabiskan waktu di rumah.
__ADS_1
"Dia cantik," ucap Reynald.
"Hey mata kamu, dia adik sepupu ku," kata Kayla.
"Kamu mata buaya, jangan bilang kamu mau menikah lagi dengan nya," ucap Kayla.
"Aki tidak akan menikah lagi. Dia mau menggantikan kami di hati ku, tidak bisa say," kata Reynald yang membuat Kayla tertawa.
Iqbaal dan yang lainnya melihat hal itu semakin sadar Kayla memang sangat bahagia bersama dengan Reynald.
"Selamat pagi," ucap mereka berdua.
"Dia paman jelek, tapi tidak sama," kata Harry.
"Kau mengingat ku anak kecil," ucap Reynald.
"Hahaha ingatan anak kecil memang kuat," kata Kayla.
"Reynald hari ini ada acara," tanya Iqbaal.
"Tidak ada pah, aku ingin fokus," jawab Reynald.
"Fokus apa," tanya Iqbaal.
"Membuat anak, hahaha aku sudah tidak sabar memiliki anak dari Kayla," jawab Reynald.
"Sayang malu, ahhkk kamu ada ada saja," kata Kayla.
"Hahaha tidak papa Kayla, pria memang seperti itu," ujar Kia.
"Oh iya kapan Aziel pulang," tanya Fahri.
"Hari ini, kenapa? Vania sudah tidak sabar bertemu dengan nya," tanya Iqbaal.
"Tidak paman, aku sudah pernah bertemu dengan nya kok," jawab Vania.
"Hahaha bagaimana kesan pertama mu bertemu dengan nya," tanya Iqbaal.
"Dia tampan, pintar, berkarisma. Ya kan sayang," saut Kia.
"Tidak mamah, dia dingin seperti es batu, dan dia galak," ucap Vania.
"Karena kalian belum dekat. Tetapi kalau kalian mau dekat seperti nya harus bersaingan dengan seseorang," kata Iqbaal.
__ADS_1