
(Visual Dinda. Kalau Aziel belum nemu, kalian bisa memberikan sarann....)
"Kamu jangan memakai pakaian seperti itu sayang," ucap Aziel.
"Apa aku salah, ini tidak terlalu terbuka," kata Dinda.
"Ya tak terlalu terbuka, tetapi membentuk bodi kamu. Aku tak mau ayah atau Zikri melihat bodi mu seperti ini. Bodi ini hanya milik ku."
"Hadeh ya sudah aku ganti sekarang," ucap Dinda.
"Kamu sudah membangunkan adik ku sayang, buat dia tidur dulu."
"Bersih tidak," tanya Dinda.
"Bersih dong, aku baru saja mandi tadi," jawab Aziel.
Dinda mendekati Aziel dan mencium bibir nya. Ia tak segan segen melakukan apa yang suami nya katakan. Itu adalah perintah wajib untuk nya. Hal itu juga yang membuat Aziel semakin sayang dengan Dinda. Dinda jarang sekali membantah nya.
"Hmmmm, ahh..." Aziel mengatur nafas nya dengan perlahan. Ia sangat lega akhirnya adiknya sudah kembali tertidur dengan nyenyak.
Malam harinya. Reno juga sampai di Jepang Ia tak jadi ke Singapura yang membuat nya bisa langsung ke Jepang. Reno meminta satu kamar hotel yang terpisah dari mereka karena ia membawa ke tiga anak nya, dan satu adik nya.
Aziel dan Zikri bertugas menjemput mereka di bandara. Mereka terkejut melihat anak anak Reno yang masih kecil kecil. Paling besar baru berusia 7 tahun, yang ke dua 5 tahun dan yang ketiga 3 tahun. Memang rencana Reno mempunyai 11 anak akan terwujud.
"Paman," ucap Jansen, hanya Jansen yang mengenal mereka berdua, anak tertua Reno.
"Halo tampan," kata Zikri.
"Itu paman kalian, berkenalan lah."
"Bang siapa saja nama nya aku lupa," tanya Aziel.
"Yang pertama Jansen, ke dua Hans, dan yang ketiga Williams," jawab Reno.
"Anna kau cantik sekali sekarang." Zikri mendekati adik nya itu dan langsung memeluk nya.
"Apa kabar kak, kau sudah tua," tanya Anna.
"Hay aku tidak tua ya, aku masih mudah," ucap Zikri.
"Hamil," tanya Aziel.
"Kau tau dari mana kakak ipar mu hamil," tanya Reno.
"Perutnya sudah terlihat, tapi setengah bulan lalu belum terlihat," ucap Aziel.
__ADS_1
"Memang tak terlihat, kakak ipar mu kalau hamil memang seperti ini, ini sudah hampir masuk 4 bulan jadi sudah mau terlihat," kata Reno.
"Seperti nya memang mau mempunyai sebelas anak ni Ziel," ucap Zikri.
"Istri mu tidak kb bang," tanya Aziel.
"Tak ada kb kb, aku pakai pengaman kalau dia masih menyusui setelah selesai baru aku lepas dan dia hamil, begitu saja sepanjang tahun."
"Nanti kita bicarakan lagi, aku masih bingung dengan semua nya," ucap Aziel.
Aziel dan Zikri membawa mereka ke hotel, Mereka berdua yakin Reno dan keluarga nya pasti sangat lelah setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh.
"Bang bagaimana maksud mu tadi, aku masih penasaran," tanya Aziel.
"Tunggu dulu, aku tanya hubungan mu dengan Dinda, baik baik saja kan? sudah setengah bulan lebih loh, kau sudah menerima nya kan??"
"Baik baik saja bang, kau jangan khawatir masalah itu. Aku sudah menerima nya dengan baik."
"Sudah mulai???..."
"Sudah, aku sudah mengambil nya, itu sebabnya aku bertanya tentang itu, ya walaupun aku tak ingin cepat cepat punya anak aku harus mengetahui semuanya," ucap Aziel.
"Ya begitu lah, kau tak ingin punya anak dulu kan. Ya sudah pakai pengaman Aziel, harga nya murah di minimarket ataupun apotik," kata Reno.
"Begitu, aku sudah beberapa kali keluar di dalam, dan dia baru selesai datang bulan."
"Ahh aku tak mau jadi ayah dengan cepat. Aku harus membuat nya minum pil kb."
"Terlambat, ya sudah nikmati saja. Sekarang kita kesampingkan masalah itu dulu. Bagaimana dengan Harry, kau sudah bertemu dengan nya kan," tanya Reno.
"Sudah, ternyata dia juga terkena penyakit langkah bang, dan permintaan nya sekarang sangat aneh, dia mau menikah, kata nya agar ayah mempunyai cucu dari nya. Dia berpikir jika hidupnya tak akan lama lagi," jawab Aziel.
"Ha bagaimana mungkin dia bisa berpikir seperti itu, lalu apa keputusan nya???"
"Ya belum tau bang, menunggu keputusan bersama si, kata ayah permintaan nya harus di turuti, agar tak menganggu pikiran nya dan membuatnya semakin drop," kata Aziel.
"Begitu, ya sudah sebelum mengambil keputusan kita harus membicarakan semuanya dulu. Sekarang kita ke sana yuk, aku tak sabar bertemu dengannya."
"Iya sudah waktunya dia bangun, nanti pasti dia sangat senang dengan kedatangan abang abang nya..."
Aziel dan Zikri pun langsung pergi ke rumah sakit Sebentar lagi Harry terbangun dari tidur nya.
"Masuk lah," ucap Aziel.
"Kau tak masuk," tanya Reno.
"Tak boleh, kata nya di satu orang, tetapi ayah juga di dalam."
__ADS_1
"Aku telepon dulu ayah..."
Iqbaal yang mendapatkan panggilan dari anak anak nya langsung keluar dari dalam.
"Hey kau sudah datang," ucap Iqbaal.
"Ayah bagaimana keadaan nya," tanya Reno.
"Lebih baik Ren, kata dokter dia seperti nya dia sangat senang. Daya tahan tubuh nya semakin bagus jika terus seperti ini."
"Bahaya tidak si yah, atau kita pindah rumah sakit saja," tanya Reno.
"Bahaya tidak nya belum tau Ren, dokter meminta satu minggu lagi untuk memberikan jawaban itu. Kalau kalian ingin masuk kalian sudah bisa masuk karena kondisi nya sudah lebih baik, lebih dari satu orang tidak papa. Kita batasi saja dua orang," jawab Iqbaal.
"Ya sudah ayo bang," ucap Aziel.
"Ayah pulang dulu. Besok akan kembali, kalian jaga dia dengan baik ya..."
"Iya yah, istirahat dengan baik. Minta jatah dengan mamah."
"Hahaha kau tau saja, sudah lama tak keluar ni," ucap Iqbaal.
"Hahaha ingat umur yah, awas encok..."
"Enak sekali kau kata aku encok meremehkan ku kau ya."
"Ziel jangan begitu, tapi benar juga," ujar Reno.
"Anak anak kurang ngajar. Ya sudah aku pergi dulu." Iqbaal pergi meninggalkan Reno dan Aziel.
Ia kembali ke hotel untuk beristirahat dan sudah pasti melakukan apa yang ke dua anak nya.
"Harry, kau sudah bangun," ucap Aziel..
"Bang kau sudah datang, aku menunggu mu tau," kata Harry.
"Kau tak menunggu ku," tanya Reno.
"Juga, aku senang kalian datang. Kasihan ayah dan mamah kalau mereka yang menunggu ku," jawab Harry.
"Kau tenang saja, abang yang akan menunggu mu sepanjang malam."
"Bagaimana har, sudah lebih baik," tanya Reno.
"Aku sudah lebih baik bang, aku tak merasakan sakit. Hanya saja aku sangat lemas, kulit ku jadi seperti ini.."
"Nanti juga akan kembali bersih lagi, kau ingin ke kamar mandi tidak??"
__ADS_1
"Mau, aku sudah menunggu hal itu, aku kebelet pipis," ucap Harry.