Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Episode 29


__ADS_3

Di dalam kamar. Dinda meneteskan obat mata yang dokter berikan pada nya, ia senyum senyum sendiri membayangkan kejadian tadi malam dengan Aziel. Aziel benar-benar sangat perkasa, ia saja sampai beberapa kali bergetar hebat karena Aziel. Ekspresi wajah Aziel saat menikmati malam itu masih terngiang-ngiang di otak nya.


"Aku bantu sayang," ucap Aziel.


"Sayang sayang, kenapa kamu sekarang sering memanggil ku sayang, kamu saja belum putus dengan Lisa."


"Sudah aku katakan, hubungan ku dengan Lisa sudah berakhir, tak perlu memutuskan nya untuk mengakhiri semuanya nya. Sayang ku hanya kami seorang sekarang," ucap Aziel.


"Yakin, tak mencari pengganti nya," ucap Dinda.


"Tak lah, sudah ada kamu kok di depan ku, untuk apa aku mencari yang baru lagi, kamu sudah sangat cukup untuk ku."


"Oh iya, aku sudah melihat jadwal kita beberapa hari ke depan. Besok kita menghadiri acara di kampus, lusa ke acara pesta yang Zikri gelar. Terus setelah hari itu kita langsung ke Jepang, aku sudah tak sabar untuk bertemu dengan adik ku," kata Aziel.


"Wah padat ya, begini kalau jadi istri orang penting," ucap Dinda.


"Kamu bisa kan," tanya Aziel.


"Bisa bisa, aku akan ikut kemana pun suami ku mengajak ku pergi," jawab Dinda.


"Oh iya sayang, satu lagi, aku tadi sudah menghubungi dokter ku. Nah aku sudah mendapatkan obat nya, kata nya untuk pertama memang sakit, harus sering sering agar terbiasa."


"Ha kamu ini ada ada saja, aku kan malu."


"Untuk apa malu, duduk cepat, aku periksa."


Belum Dinda berkata Aziel sudah mendudukkan nya di atas kursi, ia membuka kaki Dinda agar lebih mudah untuk mengobati nya.


"Kamu kok pakai dalaman si," ucap Aziel.


"Ya terus."

__ADS_1


"Tak usah dulu, nanti semakin sakit loh. Kamu tidak takut Infeksi," ucap Aziel.


"Ha apa bisa seperti itu," tanya Dinda.


"Ya bisa, makannya jangan aneh aneh sayang, buka," ucap Aziel.


"Iya iya, aku malu tapi," kata Dinda.


"Malu pada siapa? tak ada orang lain di sini," ucap Aziel.


"Dengan mu lah, siapa lagi," kata Dinda.


"Hahaha aku suami mu sayang, kenapa harus malu si, aku sudah merasakan nya, mencium nya. Dan menanggap nya seperti es krim, jadi untuk apa kamu malu lagi," ucap Aziel.


Aziel tipe orang yang sangat suka kebersihan, untung saja Dinda juga seperti nya, tak ada sesuatu yang membuat nya jijik. Dengan lembut Aziel memberikan obat yang dokter berikan ke bagian yang sangat merah, seperti nya memang luka karena diri nya terlalu beringas.


"Perih," ucap Dinda.


"Sedikit saja, wah masih bagus ya. Jadi ingin," kata Aziel.


"Mas kata mau bercukur, aku bantu sini."


"Semua nya ya," ucap Aziel.


"Iya berbaring lah di sofa, aku ambil dulu alat nya."


"Siap pak bos." Aziel langsung melakukan apa yang Dinda katakan.


Apa ini yang Dinda inginkan dulu, jawaban nya iya. Dinda sangat ingin Aziel seperti ini pada nya dulu, menghargai nya, dan tak pergi meninggalkan nya begitu saja, jika Aziel seperti ini dulu ia tak akan sampai seperti ini.


Tetapi Dinda tak yakin jika dulu ia bersama dengan Aziel akan sampai ke tahap yang sekarang ini. Ada beberapa hal yang Dinda syukuri juga saat ini. Untuk keputusan selanjutnya ia sudah memutuskan nya, ia tidak mungkin membuang kesempatan emas ini, hidup nya sudah bahagia.

__ADS_1


Dinda berjalan mendekati Aziel sambil membawa perlengkapan cukur nya, Dinda terkejut melihat Aziel sudah naked saja.


"Sebenarnya kamu mau apa si? kenapa sudah naked saja, padahal suma cukur saja."


"Lah kata kamu semua nya, ya kan buan hanya di wajah ku, ada dibeberapa bagian lainnya, kamu pasti sudah mengerti tanpa aku jelaskan lagi."


"Bagain itu juga, nanti kepotong bagaimana, aku takut suami ku tidak mempunyai masa depan lagi, masa depan mu di tangan ku sekarang," kata Dinda.


"Kamu tak akan melakukan apapun pada masa depan ku, hanya dia yang bisa memuaskan mu sayang, pria lain tak akan bisa melakukan nya percaya pada ku,"ucap Aziel dengan sangat percaya diri.


Dinda enggan menanggapi ucapan dari suami nya lebih baik ia segera melakukan tugas nya, dari pada percakapan mereka semakin kemana-mana, Dinda mengerti jika Aziel tak bisa di pancing sedikit pun.


Aziel merasa hidup nya sangatlah sempurna, ia memiliki istri yang sangat cantik, baik dan penurut, tak banyak menuntut pada nya, apalagi yang ia butuh kan lagi selain itu semua. Untuk materi Aziel tak perlu pusing karena ia berasal dari keluarga yang sangat kaya raya.


"Bauk ketiak mu mas, itu lah pentin nya menjaga kebersihan, kata suka kebersihan tapi ketiak samapi lebat seperti ini."


"Hahaha bukan begitu sayang, aku dan lisa sebelumnya tak bisa bertemu, jadi tak ada yang mencukurnya karena dia yang biasa nya mencukur ku. Sekang sudah ada kamu yang akan menggantikan posisi nya," kata Aziel.


"Ya ya ya, aku sudah malas mendengar nama nya," kata Dinda.


Setelah selesai Aziel kembali mandi, ia membiarkan istri nya beristirahat dengan tenang. Malam nanti ia akan membawa Dinda belanja apa saja yang Dinda inginkan.


Di tempat lain, Lisa dalam perjalanan ke rumah Aziel. Ia tak ingin hubungan nya dengan Aziel kandas di tengah jalan, ia tak akan ikhlas jika hal itu terjadi. Aziel milik nya dan akan selalu menjadi milik nya. Tak ada yang boleh mengambil Aziel dari nya.


Saat berada di depan pintu rumah Aziel. Zikri menarik Lisa dan mendorong nya. Ia tak akan membiarkan Aziel bertemu dengan ****** satu ini.


"Jangan dekat dekat dengan abang ku lagi," ucap Zikri.


"Jangan ikut campur dengan urusan ku," kata Lisa.


"Dia abang ku, dan kau sudah mengkhianati nya, bagaimana aku tak ikut campur, dasar ******. Aku menyesal memilih kan mu untuk nya. Dia sudah bahagia dengan istri nya, jangan ganggu kehidupan nya lagi Lisa."

__ADS_1


"Dia tak akan bahagia dengan wanita itu, aku yang akan membuat nya bahagia."


"Kata siapa? kau jangan kurang ngajar, kau sudah menyakiti nya, bagaimana mungkin kau bisa membuat nya bahagia. Dinda adalah pilihan terbaik Aziel, dan kau pilihan terburuk nya. Dasar wanita tak tau di untung, sudah mendapatkan pria seperti Aziel masih saja kurang. Pergi atau aku akan memanggil satpam untuk mengusir mu." Zikri buru buru masuk ke dalam rumah dan langsung mengunci nya.


__ADS_2