
"Jangan tanya itu, kau sudah berani ya, kau pikir kau kau berasal dari mana? kau mau nama keluarga kita jelek," ucap Reno.
"Maaf bang, aku sudah dewasa, ini hak ku, dia pacar ku," kata Aziel.
"Aziel!! ini kau? ini Aziel yang aku kenal, kau sudah jauh berubah, aku mengizinkan mu tinggal di sini bukan untuk itu Aziel."
"Bang...
"ZIEL...!! Dengar aku," bentak Reno.
"Maaf." Aziel langsung diam seketika. Ia lebih takut Reno ngamuk dari pada ayah nya sendiri. Ayah nya jika marah tidak sampai memukul, berbeda dengan Reno yang bisa membuat nya babak belur.
"Putuskan dia," ucap Reno.
"Tidak aku tidak bisa," tolak Aziel.
"Putus kan dia atau kau kembali ke Indonesia. Aku akan menggulung semua usaha yang kau buat," ancam Reno.
"Abang, kau gila, aku membangun semuanya sendiri, kenapa tiba tiba kau seperti ini. Jangan ikut campur urusan ku bang, kau bukan abang kandung ku.."
Bruk.. Beberapa pukulan mendarat di wajah Aziel. Belum sempat Aziel membela diri Reno terus memukul nya sampai ia terpental ke atas kasur.
Wajah nya sudah bonyok karena tangan abang nya sendiri.
"Katakan sekali lagi," ucap Reno, nafas nya naik turun menahan amarah yang sedang memuncak.
"Maaf, ampun bang," kata Aziel. Ia sudah sangat lemas, wajah dan tubuh nya terasa sangat sakit sekali.
"PUTUS KAN ZEIL," ucap Reno.
"Iya aku akan memutuskan nya, berhenti memukul ku aku adik mu," kata Aziel.
"Bersih kan diri mu, aku menunggu mu di luar," ucap Reno.
__ADS_1
Setelah memberikan Aziel pelajaran Reno pasti menyesal, tangan nya sangat mudah melayang ke wajah Aziel. Ia memang sangat sulit mengontrol emosi nya jika sudah menyangkut kebaikan Aziel.
"Ahkk sakit." Aziel berjalan mendekati Reno.
"Duduk." Reno sudah menyiapkan P3K untuk mengobati luka di wajah Ziel.
"Kau sendiri sudah pernah berhubungan dengan nya," tanya Reno.
"Aku masih perjaka, berduaan dengan nya saja sudah membuat ku bonyok, apalagi sampai berhubungan dengan nya, bisa mati berdiri aku," jawab Aziel.
"Kau tau aku sangat menyayangi mu, aku membela mati matian diri mu saat kau memutuskan untuk pindah ke sini, aku yang menjadi temeng mu di rumah, jangan mengecewakan ku Ziel, jika kau sudah siap untuk menikah katakan, kita cari wanita yang sesuai dengan mu. Kau tidak tau dia siapa kan?"
"Dulu dia memang bukan wanita yang baik bang, tapi sekarang dia sudah berubah," kata Aziel.
"Aziel kau bodoh, jangan pernah mengharapkan seseorang untuk berubah," ucap Reno.
"Terus aku akan menikah dengan siapa? aku tidak mau di jodohkan," kata Aziel.
"Ya cari wanita yang cocok dengan mu, yang bisa membuat mu lebih baik lagi, jangan wanita seperti itu, aku tidak suka. Sebelum menikah kau harus melewati restu dari ku dulu," ucap Reno.
"Jangan bullshit Aziel, kau tidak mencintai nya, aku tida ingin mendengar apapun lagi tentang nya, jika kau masih ingin kebebasan dari ku jangan membuat ku kecewa untuk yang ke dua kali nya Aziel," ucap Reno.
"Kata ayah kau sedang sibuk dan tidak bisa ke sini, tetapi sekarang kau ada di sini," ucap Aziel.
"Aku sengaja datang tanpa sepengetahuan siapapun, aku ingin memantau adik adik ku di sini. Sekarang aku tanya apa Zikri juga seperti mu," tanya Reno.
"Tidak, dia fokus dengan kuliah nya, hanya aku yang nakal, sudah puas kan," jawab Aziel.
"Memang kau nakal, percuma saja kau menutupi semuanya, bangkai tidak akan lama tersimpan, bauk nya akan terendus oleh manusia cepat atau pun lambat."
"Ya ya ya, aku salah aku minta maaf, sekarang tanggung jawab dengan wajah ku yang bonyok ini."
"Kau pria, kau tida boleh lemah, ini semua juga karena ulah mu sendiri juga," ucap Reno.
__ADS_1
"Hadeh memang nasib kun tidak baik," kata Aziel.
Kedatangan Reno membuat Aziel tidak bebas lagi. Ia terpaksa memutuskan Lisa, hanya untuk beberapa saat saja, jika Reno sudah pergi ia akan kembali pada Lisa.
Keesokan harinya, Reno ikut ke restoran utama milik Aziel. Reno akui memang Aziel sudah sangat sukses, ia yakin ombses restoran ini tidak lah sendiri. Pantas saja Aziel sudah tidak memerlukan kiriman lagi dari keluarga nya, tetapi jika bukan nama besar keluarga nya, restoran ini sudah runtuh karena ketat nya pesaing, tanpa Aziel ketahui Reno dan Iqbaal selalu mengawasi restoran ini, mereka tidak ingin bisnis yang Aziel bangun hancur karena ulah orang jahat.
"Masuk," ucap Aziel.
"Aku sangat suka Zeil, kau sangat hebat," kata Reno.
"Memang aku sangat hebat," ucap Aziel dengan sangat percaya diri.
"Permisi." Dinda datang mendekati mereka berdua.
"Siapa," tanya Reno.
"Dia asisten pribadi ku, baru akun terima bekerja di sini," jawab Aziel.
"Bagus lah, aku senang jika kau tidak terlalu capek, siapa nama mu nona," tanya Reno.
"Dinda pak," jawab nya dengan senyuman manis.
"Berkerja dengan benar, bantu pria ini dengan baik."
"Siap pak, apa pekerjaan saya sudah ada pak," tanya Dinda.
"Di sana ada komputer dan sebuah buku, masukan semua catatan ke dalam komputer, untuk contoh kerja ada di dalam file," kata Aziel.
"Baik pak, langsung saja kerjakan. Permisi." Dinda pergi meninggalkan mereka berdua.
"Cari pacar itu seperti itu, cantik, sopan dan giat bekerja, jangan seperti wanita kemarin itu, dia sama sekali bukan wanita yang jelas," kata Reno.
"Abang tau dari mana, sudah lah. Aku ingin bekerja, abang bisa datang ke kampus Zikri, sampai sekarang dia belum tau jika kau datang ke sini," ucap Aziel.
__ADS_1
"Ya sudah aku pergi dulu, jangan bertemu dengan nya, kau masih dalam pengawasan ku." Reno pergi meninggalkan Aziel.
"Hadehh ada saja masalah hidup ku," ucap Aziel.