
"Sakit har, sangat sakit," ucap Anna.
Harry masih fokus untuk untuk menyelesaikan nya dulu. Dan pada akhirnya mereka berdua berhasil melakukan itu, Harry mendapatkan kesucian istri nya yang usia nya masih sangat mudah.
Anna sudah tak bisa menahan air mata nya, ia bukan menyesal memberikan kesucian nya pada Harry, ia hanya merasakan rasa sakit yang sangat luar biasa. Milik nya terasa berdenyut menyesuaikan milik Harry yang begitu besarnya.
Harry merasakan sesuatu yang sangat luar biasa. Milik nya seperti di remas dan di sedot di dalam sana. Mereka berdua sama sama untuk menyesuaikan diri. Tetapi karena baru pertama kali Harry tak bisa menahannya belum apa apa ia sudah meledak kan benih nya di dalam sana.
Tubuh mereka berdua sama sama melemas. Harry jatuh di atas tubuh Anna, karena tak ingin membebani istri nya. Harry menyingkirkan dan memelukmu Anna dengan erat. Mereka berdua saling menatap seperti memberikan isyarat kalau kedua nya baik baik saja. Dan tak lama mereka berdua tertidur.
PUkul 1 malam Aziel dan Dinda baru sampai du rumah. Saat ingin masuk ke dalam kamar handphone Dinda berbunyi panggilan dari nomor yang tak asing menurut nya. Ia baru mengganti handphone dan kartu baru, selain keluarga tak ada yang tau nomor handphone nya.
"Siapa sayang," tanya Aziel.
"Aku tak tau, tak ada nama," jawab Dinda.
"Angkat saja dulu mana tau penting, aku mau ke toilet sudah tidak tahan."
"Cuci yang bersih," ucap Dinda.
Dinda takut jika suaminya tiba-tiba meminta nya untuk makan es krim jadi milik Aziel harus senantiasa bersih.
__ADS_1
"Halo," ucap Dinda.
"Wah wah wah, sudah berani ya. Kamu menghilang begitu saja tanpa kabar, kamu pikir kamu sudah hebat pergi dari ku."
"Kau!! aku sudah mengembalikan semua nya pada mu, aku tak memakai uang mu lagi. Jangan ganggu rumah tangga ku dengan suami ku."
"Kau pikir kau bisa bebas begitu saja, tak semudah itu Dinda, jangan lupa kau sedang berurusan dengan siapa, aku tak akan melepaskan mu. Kau harus memenuhi semua janji mu pada ku."
"Kau lupa aku istri nya siapa, jangan macam macam. Kau tak tau keluarga Aziel seperti apa, jangan macam macam jika tak mau mati. Jangan ganggu hidup ku lagi." Dinda langsung mematikan sambungan telepon itu.
"Sayang," teriak Aziel dari dalam.
"Iya aku masuk.."
Harry ingin lagi tetapi tak mungkin karena pasti memerlukan waktu yang lama, ia mengambil celana boxer nya untuk menutupi milik nya.
Wajah Anna terlihat cukup pucat Seperti nya Sedang sakit. Kalau sampai Anna sakit, Harry sangat meras bersalah sekali.
"Kamu sakit sayang, kamu sakit ya." Harry memeluk tubuh Anna yang memang terasa cukup hangat.
"Ya kami sakit." Harry langsung menutupi tubuh Anna dengan selimut yang tebal.
__ADS_1
"Aku tak sakit, aku hanya tak enak badan," ucap Anna.
"Itu kamu sakit. Akun panggil mamah dan ayah yah. Aku takut kamu seperti ku, aku tak mau kehilangan semangat hidup ku." Harry langsung berlari keluar kamar.
Harry memang seperti itu, ia sangat overthinking terhadap sesuatu hal, padahal Anna hanya demam biasanya saja. Tetapi Harry sudah berpikir yang tidak tidak.
"Ayah mamah.." Teriak Harry.
"Iya sayang." Ke dua nya melihat ke arah Harry yang berlari ke arah mereka berdua.
"Ayah istri ku sakit."
Mata Iqbaal malam tertuju pada boxer Harry, ia langsung bangkit dan memeluk Harry agar pelayan atau wanita lain melihat nya."
"Anna sakit," tanya Alya.
"Iya mah, ayah kenapa tiba-tiba memeluk ku."
"Jangan ceroboh, kau hanya memakai boxer tanpa dalaman, banyak orang di sini," kata Iqbaal.
"Istri ku sakit.."
__ADS_1
"Ya sudah ayo kita lihat." Alya dan Iqbaal berjalan masuk ke dalam kamar Harry.