
Di Australia karena daddy nya meminta nya untuk segera pulang. Reno langsung memutuskan untuk mencari oleh-oleh malam ini juga. Ia tidak ingin mengganggu waktu liburan nya yang hanya tersisa dua hari hanya untuk mencari oleh oleh.
"Sayang bangun kamu masih lelah," tanya Reno.
"Hmmm aku baru memejamkan mata mu, dan kamu sudah meminta ku untuk bangun kembali," kata Annisa.
"Hey kamu sudah tidur lebih dari 2 jam, tadi kita hanya bermain dua jam jadi energi yang terkumpul dan yang terbuang sama," ucap Reno.
"Tidak begitu konsep nya mas, aku benar-benar masih lelah mas," kata Annisa.
"Oke aku beri waktu satu jam lagi ya, setelah itu kita akan pergi untuk mencari oleh-oleh," ucap Reno.
"Iya mas. Aku mencintaimu." Annisa memeluk Reno dengan erat.
"Aku juga mencintai mu Annisa, sangat mencintai," ucap Reno.
Sesuai dengan yang di katakan Reno tadi. Pukul 8 malam baru lah mereka berdua keluar dari kamar, satu jam lebih lama dari waktu yang Reno berikan pada Annisa. Seperti biasa nya Zikri dan Aziel sudah duduk manis di ruang tamu menunggu Reno dan Annisa keluar dari kamar.
"Malam ini kita mau kemana kak," tanya Zikri.
"Membeli oleh-oleh, lusa kita harus pulang. Kau juga harus sekolah kan," jawab Reno.
"Ya aku masih ingin lebih lama dengan mu, kau sudah pulang saja," ucap Aziel.
"Kau akan ikut Aziel. Kayla akan menikah dan akan ada pesta besar mana mungkin kau tidak ikut pulang," kata Reno.
"Iya juga ya, aku juga sedang liburan musim panas. Biasa nya sampai satu bulan lebih," kata Aziel.
"Sudah ayo kita berangkat sekarang, banyak yang akan kita beli."
"Iya kak," ucap mereka berdua.
Reno dan yang lainnya pergi ke tempat pusat perbelanjaan. Hal yang pertama kali Reno cari adalah makanan canggih untuk adik kesayangan nya Harry. Ia juga meminta Zikri untuk mencari oleh oleh untuk adik kandung nya Lisa dan Anna.
"Kak adik mu banyak sekali," ucap Aziel.
__ADS_1
"Ya begitu lah, dan aku harus adil pada kalian semua. Semua nya aku sayang tapi terkadang sifat ku memang sedikit kasar," kata Reno.
"Iya iya iya aku percaya pasti kakak bisa adil pada kami semua."
"Mas seperti nya ini bagus untuk Harry," ucap Annisa.
"Ambil saja yang menurut mu bagus, aku akan membeli nya," kata Reno.
"Iya mas, aku akan mengambil semua barang yang menurut ku bagus," ucap Annisa.
Waktu terus berlalu mereka semua sudah menemukan banyak mainan dan oleh-oleh untuk Harry dan keluarga di Indonesia. Tidak ada yang ia lewatkan sedikit pun semua orang di keluarga nya Reno beri Hadiah.
Khusus untuk Herry ia membelikan banyak sekali mainan, alhasil Paperback yang mereka bawa menjadi over, karena bingung bagaimana cara membawa pulang semua paperback ini, Reno memutuskan menyewa satu mobil khusus untuk membawa semua barang yang ia beli ke apartemen.
"Kota ikut pulang kak," tanya Zikri.
"Iya lah, ini sudah malam. Kalian kau kemana lagi," tanya Reno.
"Tidak ada si, ya sudah ayo kita pulang," jawab Zikri.
"Harry Harry Harry, hampir semua paperback Harry yang punya," kata Aziel.
"Hahaha dia masih kecil, aku membelikan nya mainan lebih banyak. Kau cemburu dengan adik mu sendiri," tanya Reno.
"Tidak lah, kau sudah sering memberikan ku uang, Barang-barang mahal, dan Harry adik ku untuk apa aku cemburu dengan nya," jawab Aziel.
"Zikri setelah pulang kau mau pulang ke kampung atau langsung ke rumah ayah yang ada di kota," tanya Reno.
"Rumah ayah yang berada di kota kak, ayah dan yang lainnya juga sudah kembali dari kampung, mobil ayah juga di rumah mu," jawab Zikri.
"Kau langsung pulang ke rumah mu, menginap lah dulu di rumah ku," kata Aziel.
"Tidak bisa, aku harus sekolah. Kau saja yang berkunjung ke sekolah ku," ucap Zikri.
"Bisa bisa para wanita di sana akan terpesona akan ketimpangan ku," kata Aziel.
__ADS_1
"Ya ampun sayang, ternyata memang adik dan kakak sama saja ya. Sangat sering memuji diri nya sendiri."
"Hahaha iya jelas lah, kami bertiga kam memang tampan," ucap Reno.
Setelah selesai memisahkan paperback itu, karena hari sudah semakin Larut mereka semua memutuskan untuk beristirahat. Besok Reno akan membawa adik dan istri nya ke pantai yang ada di negera ini.
"Selamat malam kak," ucap Aziel.
"Malam, tidur lah yang nyenyak," kata Annisa.
"Kakak ipar juga," ucap Aziel.
"Mana bisa kau lupa kalau malam kak Reno selalu meminta jatah."
"Oh iya aku lupa, hahaha kau benar tidak ada malam tanpa jatah," ucap Aziel.
"Selamat bekerja keras kak Reno," ucap mereka berdua dan langsung berlari menjauh.
Reno hanya bisa menggelengkan kepala nya saat ia menjadi bahan ejekan, tapi yang dikatakan mereka berdua benar apa ada nya, setiap malam memang ia harus bekerja keras.
Di tempat lain seseorang pengusaha yang sangat kaya dan berpengaruh sedang mempersiapkan penerbangan nya ke Australia. Perusahaan yang ia pimpin menjadi perusahaan terbesar di Asia, menjadi salah satu pesaing Winarta grup milik Iqbaal. Dua perusahaan ini saling berkejaran untuk menjadi perusahaan nomor satu.
Ia memiliki mata tajam seperti elang, dan kekejaman yang sangat luar biasa, usia nya tidak lah terlalu tua, bahkan ia belum menikah sama sekali. Dia memimpin perusahaan itu menggantikan ayah nya yang sudah pensiun.
"Kau harus bisa menemukan nya, kalau tidak perusahaan yang sudah kau bangun akan menjadi milik nya."
"Tapi yah, kenapa aku harus menikahi nya," tanya Reynald.
"Kau memang harus menikahinya, agar harta kita tidak berbagi dua. Jika dia sudah menjadi istri mu dia tidak akan bisa mengambil alih perusahaan ini meskipun ia tau semua kebenaran nya," kata Aldo.
"Menurut orang yang menemukan nya, dia sudah menikah aku mengambil bekas pria lain, itu sangat menjijikan yah."
"Hahaha tidak papa, kau sering melakukan nya dengan wanita lain bukan, apa beda nya dengan ini," ucap Aldo.
"Ya sudah aku akan terbang ke Australia untuk mencari nya, semua masalah perusahaan aku serahkan pada mu," kata Reynald.
__ADS_1
Reynald langsung pergi ke bandara tempat pesawat pribadi nya berada. Setelah semua sudah siap ia langsung terbang ke Australia untuk mencari gadis yang ayah nya katakan.