Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Tidak bisa punya anak.


__ADS_3

"Hualkk hiks hiks hiks." Hans langsung menangis dengan sangat kencang.


Fahri langsung memeluk anak nya, ia tidak tau kenapa Harry menonjok anak nya sampai menangis seperti ini.


"Harry apa yang kau lakukan," tanya Iqbaal.


"Aku tida suka dengan nya, dia berkata dia lebih tampan dari ku," jawab Harry sambil melompat ke atas gendongan daddy nya.


"Hanya karena itu, kau tidak boleh begitu Harry," ucap Iqbaal.


"Abang," teriak Harry.


"Harry dengarkan daddy," ucap Iqbaal.


"Tidak mau, abang....."


"Iya abang naik ke atas," teriak Reno yang berada di lantai bawa.


"Apa masih sakit sayang, kenapa kalian bisa bertengkar," tanya Fahri.


"Di berkata aku jelek, aku katakan saja dia jelek. Setelah itu dia memukul wajah ku. Hiks hiks hiks," jawab Hans.


"Aku menang kau kalah, aku yang kuat dan tampan," ucap Harry.


"Kau jelek," teriak Hans.


"Seperti nya mereka berdua tidak bisa di satukan," ucap Kia.


"Harry tidak boleh begitu, minta maaf pada Hans," kata Iqbaal.


"Tidak mau abang...."

__ADS_1


"Iya iya aku di sini," ucap Reno.


Harry turun dari gendongan daddy nya dan langsung berlari mendekati Reno si abang tercinta nya.


"Kenapa," tanya Reno.


"Aku memukul nya, dia berkata Harry jelek, Harry tampan kan," tanya Harry.


"Iya Harry adik abang yang paling tampan," jawab Reno sambil mendekati Hans yang lainnya.


"Reno dia semakin tampan dan gagah saja," kata Kia.


"Selamat datang aunty," ucap Reno.


"Kau masih mengingat ku," tanya Kia.


"Masih Aunty, kan aunty yang selau merawat ku," jawab Reno.


"Iya abang, aku yang memukul nya, aku menang," jawab Harry.


"Tidak boleh begitu, minta maaf sekarang," ucap Reno.


"Tidak mau," tolak Reno.


"Sudah tidak papa," ucap Fahri.


"Siapa nama nya paman," tanya Reno.


"Nama nya Hans, di lebih muda beberapa bulan dari Harry," jawab Fahri.


Kedatangan Kia dan anak-anak membuat suasana di rumah ini semakin ramai dan asik. Annisa melihat baby kecil Kia langsung menggendongnya, ia sangat suka dengan anak bayi.

__ADS_1


"Siapa nama nya tan," tanya Reno yang tidak kalah senang melihat baby kecil itu.


"Nama nya Varo," jawab Kia.


Dengan cepat tangan Harry ingin memukul baby kecil itu. Untung saja Reno menyadari hal itu, kalau tidak mereka tidak tau apa yang terjadi pada Varo kecil.


"Harry apa yang kau lakukan," tanya Reno.


"Abang tidak boleh dengan nya," jawab Harry.


"Abang milik Harry," ucap nya sambil memeluk Reno.


"Dia tidak suka kau dekat dengan Varo," kata Iqbaal.


"Iya iya, kau akan abang kurung agar tidak nakal begini," ucap Reno.


"Sudah isi," tanya Kia pada Annisa.


"Belum tante," jawab Annisa.


"Reno kau gerak lambat," ucap Kia.


"Tante tidak muda, aku si mau cepat tapi lihat lah anak ini, dia saja tidak suka aku dekat dengan Varo, bagaimana kalau aku punya anak nanti," kata Reno.


Reno membawa Harry ke dalam kamar nya, ia harus memberikan Harry pemahaman agar Harry tidak membuat nya menunda mempunyai anak.


"Harry kalau abang punya anak bagaimana, kamu mau," tanya Reno.


"Anak, punya anak." Harry mencoba mengartikan apa yang Reno tanyakan tapi dia masih tidak paham.


"Kamu punya adik lagi, mau tidak," tanya Reno.

__ADS_1


"Tidak mau," jawab Harry dengan cepat.


__ADS_2