
"Iya sayang," ucap Kayla.
"Jangan di tutup dulu, aku masih merindukan mu sayang," kata David.
"Hey pernikahan kita hanya tinggal beberapa minggu lagi, kamu akan puas melihat wajah ku," ucap Kayla.
"Dan tubuh seksi mu, sayang bagaimana apa kamu sudah hamil anak ku," tanya David.
"Belum sayang, kamu sudah tidak sabar memiliki baby yang menggemaskan," jawab Kayla.
"Hahaha iya sayang, aku sudah sangat tidak sabar, akan seru jika aku memiliki baby yang menggemaskan, jika dia perempuan dia akan mirip dengan ku tapi kalau dia pria dia akan mirip dengan ku, pria yang sangat tampan," kata David.
"Hadeh kamu ada-ada saja, nanti setelah kita menikah, kita harus lebih berusaha lebih keras lagi, agar aku cepat hamil," kata Kayla.
"Hahaha iya sayang, pasti aku akan bekerja lebih keras," ucap David.
"Ya sudah aku harus pergi, banyak yang harus aku kerjakan," kata Kayla.
"Iya sayang, kamu kerjakan dulu ya keperluan pernikahan kita, nanti sore aku akan kembali ke dan aku akan langsung memakan mu, bye bye I love you," ucap David sambil memutuskan sambungan video call itu.
Kayla berjalan ke luar kamar nya, mata nya tertuju pada Iqbaal yang juga baru pulang dari luar kota. Ia langsung berlari mendekati Iqbaal karena ia sudah lama tidak bertemu dengan daddy nya.
"Daddy." Kayla memeluk Iqbaal dengan erat.
"Anak daddy sudah pulang, daddy sangat merindukan mu sayang," ucap Iqbaal.
"Kayla juga dad, daddy kenapa wajah mu semakin tampan saja. Aku sampai terpesona dengan wajah mu dad."
"Hey kau bisa saja. Bagaimana dengan liburan mu, apa menyenangkan," tanya Iqbaal.
"Sangat menyenangkan, aku bertemu dengan Aziel dan kak Reno yang semakin dekat saja dengan Annisa," jawab Kayla.
"Bagus lah, Reno sudah mendapatkan jatah nya, itu sebabnya dia langsung dekat dengan Annisa," kata Iqbaal.
"Daddy bisa saja, aku sudah bertemu dengan WO yang akan mengani pernikahan ku, semua nya sudah aku putus kan. Daddy hanya tinggal sisa nya."
"Bagus daddy sana senang dengan anak daddy yang mandiri ini. Kamu juga sudah membicarakan tema yang kamu pilih dengan Reno kan, bukan hanya kamu yang akan ada di dalam pesta itu kakak mu juga."
"Kata kak Reno semua nya di serahkan pada ku. Dia hanya tinggal fitting baju, tapi dia dan istri nya masih liburan," kata Kayla.
"Kalau itu kamu tenang saja, daddy akan menarik mereka pulang. Tidak baik juga pergi saat mendekati pesta pernikahan."
"Oke daddy, Kayla pergi dulu sampai jumpa lagi," ucap Kayla.
__ADS_1
Kayla sudah pergi meninggalkan nya, saat nya untuk meminta jatah tetapi anak bontot nya berlari ke arah nya. Harry melompat ke atas tubuh Iqbaal, dengan cepat Iqbaal langsung menangkap Harry dan memeluk nya.
"Hey kau mau membuat daddy jantungan, jangan seperti itu lagi," ucap Reno.
"Daddy kemana saja, abang pergi daddy pergi dan Harry hanya bersama mommy," protes Harry.
"Maafkan daddy sayang, sekarang kan daddy sudah ada di sini. Kita ke kamar ya sayang, kita bertemu dengan mommy, daddy sangat merindukan mommy mu," ucap Iqbaal.
"Daddy mana hadiah untuk Harry, mainan," tanya Harry.
"Mainan lagi sayang, mainan mu sangat banyak," jawab Iqbaal.
"Mainan daddy, mainan hiks hiks hiks." Harry menangis dengan keras dengan kuat di dalam gendongan Iqbaal.
"Iya iya iya, nanti kita membeli mainan, sekarang kita hubungi abang mu, kau pasti sangat merindukan abang mu kan," ucap Iqbaal.
"Iya dad, video call dengan abang," kata Harry.
"Oke kita langsung hubungi dia," ucap Iqbaal.
Iqbaal membawa Harry masuk ke dalam kamar. Sebenarnya Iqbaal sudah sangat merindukan istri nya tetapi karena anak bontot nya sedang sangat manja pada nya, Iqbaal jadi tidak bisa langsung bermain dengan Alya.
"Sayang kamu sudah pulang," ucap Alya.
"Hahaha dia sangat merindukan daddy nya sayang, maklum saja anak terakhir memang selalu lebih manja," ucap Alya.
"Daddy video call abang," ucap Harry.
"Iya sayang sekarang daddy hubungi abang mu, setelah ini kau tidur ya," kata Reno.
"Bersiap lah sayang, pakai baju dinas mu," bisik Reno pada Alya.
Di Australia Reno baru saja menebarkan benih nya kembali, tubuh nya penuh dengan keringat setelah pertempuran yang sangat panjang dan menyenangkan. Reno membawa Annisa ke atas ranjang, sebelum nya mereka berdua berada di balkon kamar yang memang menjadi tempat yang cocok untuk menaburkan benih.
"Daddy meminta ku untuk menghubungi nya, Harry ingin berbicara pada ku," ucap Reno.
"Adik mu mas," tanya Annisa.
"Iya sayang adik ku," jawab Reno.
"Mungkin dia merindukanmu hubungi saja dia."
"Bukan hanya dia, aku juga sangat merindukan nya," kata Reno.
__ADS_1
Reno langsung menghubungi daddy nya, ia juga sangat merindukan adik nya yang sangat manja itu.
"Abang," teriak Harry.
"Hey jangan berteriak begitu, iya daddy tau itu abang mu," kata Iqbaal.
"Harry abang sangat merindukan mu, nanti saat abang pulang abang akan langsung membeli kan mu banyak mainan," ucap Reno.
"Harry ingin bersama abang."
"Mana bisa, Ren lusa kau harus pulang pesta pernikahan mu sebentar lagi banyak yang harus di persiapkan."
"Iya dad, apa Aziel ikut dengan ku. Dia sedang liburan musim panas," tanya Reno.
"Bawa saja dia, kasihan jika di saja sendiri," jawab Iqbaal.
"Reno di sana musim panas nya sampai panas sekali ya. Kau bertelanjang dada dan sampai berkeringat seperti itu," tanya Iqbaal.
"Iya dad di sini sangat panas sekali, aku saja sampai tidak memakai baju," jawab Reno yang saat ini sedang bertelanjang bulat.
"Hahaha aku tau kau sedang bulan madu, sudah nikmati saja bulan madu mu," ucap Iqbaal.
"Bye bye abang," kata Harry.
"Bye bye adik abang, sampai bertemu lagi," ucap Reno.
Setelah selesai bervideo call dengan Reno. Iqbaal langsung menidurkan Harry. Ia sangat berharap Harry bisa tidur dengan cepat, ia sudah tidak tahan untuk memeluk istri nya.
"Harry tidak mau tidur," ucap nya yang turun dari atas ranjang.
Ia berlari mengambil mainannya dan bermain di lantai. Hal itu cukup membuat Iqbaal kesal, padahal ia sudah sangat menunggu momen berdua dengan istri nya.
"Harry bermain di ruang main ya," ucap Iqbaal.
"Sendiri," tanya Harry.
"Tidak, dengan kakek, kakek ada di kamar nya," jawab Iqbaal.
"Oke." Harry langsung berlari keluar dari kamar yang membuat Iqbaal tertawa dengan puas.
"Sayang kamu keluar lah," teriak Iqbaal.
Alya keluar dengan pakaian dinas nya, di mata Iqbaal Alya adalah wanita yang sangat sempurna dan hanya alya lah yang bisa membangunkan adik nya.
__ADS_1