Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Episode 15


__ADS_3

"Harry..."


"Kenapa bang," tanya Harry.


"Kau jangan begitu, tidak boleh ya..."


"Kan aku hanya bertanya saja bang," ucap Harry.


"Pertanyaan itu tidak boleh di tanyakan oke, itu privasi abang dengan istri abang, hal itu cukup sensitif untuk di tanyakan."


"Begitu?? ya sudah maaf."


Harry memang tidak tau jika seperti itu tidak boleh di tanyakan, memang pertanyaan nya tadi sedikit frontal.


"Begini saja, abang tidak melakukan apapun dengan nya, abang hanya berciuman saja itu sangat normal untuk pasangan. Berpacaran saja sudah ciuman, apalagi susah menikah."


"Oh begitu, enak bang," tanya Harry.


"Menurut mu bagaimana? nanti kau juga akan merasakan nya," jawab Aziel.


Kopi yang Aziel minta datang, Dinda membuatkan kopi susu itu dengan sangat spesial. Kopi yang hanya ia buat untuk Aziel seorang.


"Sayang mulai sekarang kamu tinggal di rumah ini, bersama dengan Zikri," kata Alya.


"Apa mah?? apartemen ziel bagaimana??"


"Sudah jangan kau pikirkan apartemen itu, lebih baik tinggal di sini saja, dari pada di apartemen sempit. Ini rumah juga di beli untuk kalian."


"Ya sudah lah, terserah," ucap Aziel.


"Mamah mu mana," tanya Aziel.


"Sudah pergi sejak kemarin," jawan Dinda.


"Oh begitu, dia tidak sayang pada mu."


"Memang iya, aku tidak memiliki seseorang yang sayang pada ku," kata Dinda.


"Ziel," ucap Alya.


Terkadang memang Aziel tida mengerti situasi, hari ini hari kebahagiaan mereka berdua tetapi Aziel malah merusak nya.


"Maaf," kata Aziel dengan wajah tidak bersalah.

__ADS_1


"Pergi lah jalan jalan," ujar Iqbaal.


"Malas ah, aku ingin tidur, aku malas kemana-mana. Oh iya ayah lama kan di sini," tanya Aziel.


"Besok pagi kami sudah kembali, kami malas menganggu pengantin baru," jawab Iqbaal.


"Hahaha tidak begitu ya, hmmm akhir tahun aku akan pulang," ucap Aziel.


"Bawa kabar baik sayang," ujar Alya.


Aziel merasa cukup senang mereka semua pulang besok pagi. Ia bukan tidak suka keluarga berada di sini, ia hanya ingin bebas seperti sebelumnya. Ia bisa bertemu dengan Lisa sesuka hati nya.


Malam hari nya, Aziel dan Dinda merapihkan semua pakaian mereka yang baru datang. Barang barang Aziel dari apartemen juga sudah berpindah ke rumah itu, ia akan tinggal di rumah ini dengan Dinda dan juga Zikri yang masih merayakan kelulusan nya.


"Mas," ucap Dinda.


"Hmmm ada apa," tanya Aziel.


"Lingerie sebanyak ini untuk apa ya," tanya Dinda.


"Jangan kau pakai," ucap Aziel


"Kenapa tidak boleh? kalau di beli tidak di pakai saja saja dong," kata Dinda.


"Kamu masih pacaran dengan Lisa mas," tanya Dinda.


"Iya dong, aku masih pacaran dengan nya, kenapa? kau tidak suka?"


"Jawab jujur ya, ya aku tida suka, wanita mana yang suka suaminya pacaran dengan wanita lain."


"Kalau tidak suka gampang, kamu tau kan alamat pengadilan agama dimana, silahkan gugat cerai, toh aku belum menggoyang mu, semua nya akan lebih mudah," ucap Aziel.


"Yakin semua nya akan lebih mudah."


"Yakin lah, aku akan menikah dengan Lisa, setelah itu hidup ku akan bahagia," ucap Aziel.


Dinda diam sejenak, dari dulu sampai sekarang ntah kenapa Aziel selalu menyakiti nya. Ntah kenapa hati Dinda merasa teriris dengan perkataan Aziel yang begitu menyakitkan untuk nya.


"Kamu yakin tahan iman mas, aku rasa baru satu minggu tu iman sudah jebol," kata Dinda.


"Kalau kau tidak binal menggoda mu, ya aku akan tahan. Tapi kalau kau menggoda ku aku akan melampiaskan nya dengan pacar ku," ucap Aziel.


"Hadeh pria keras kepala." Dinda mengambil baju tidur yang cukup seksi dan masuk ke dalam kamar mandi, ia ingin bersiap siap untuk tidur.

__ADS_1


Mana tau Aziel tergoda pada nya dan mulai kepanasan, demi menjalankan semua rencana nya Dinda rela melakukan hal apapun.


Dinda keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang cukup seksi. Belahan dada Dinda terlihat dengan sangat jelas, apalagi Dinda tidak memakai kaca mata dalam seperti biasa nya. Hanya kemarin saja ia memakai nya karena belum tersirat untuk menggoda Aziel. Kalau sekarang selain untuk kesehatan ia juga ingin menggoda Aziel.


Kepala Aziel sampai mutar mengikuti Dinda yang naik ke atas kasur. Mata nya tertuju pada sesuatu yang menggoda mata nya. Aziel tidak yakin Dinda tidak sengaja memakai pakaian seperti itu. Ia pasti sengaja melakukan nya.


"Dinda kamu sengaja," tanya Aziel.


"Sengaja apa mas? aku tidak tau apa apa mas, aku hanya memakai pakaian tidur yang tersedia dan juga tidak memakai dalaman agar sehat. Atau memudahkan mas Aziel kalau menginginkan aku," jawab Dinda.


"Wanita gila," ucap Aziel.


"Mas kalau tidur jangan pakai baju ya," kata Dinda.


"Kenapa begitu," tanya Aziel.


"Aku ingin melihat tubuh seksi suami ku," jawab Dinda.


"Oh begitu ya... Kau tidak akan melihat nya Dinda, aku akan memakai pakaian yang lengkap," ucap Aziel.


"Oh begitu ya sudah."


Aziel memakai pakaian yang lengkap tidak seperti biasanya. Ia tidak akan membiarkan Dinda melihat tubuh nya, tubuh seksi ini hanya untuk Lisa seorang.


Dinda berharap listrik rumah ini mati. Kalau mati ac tidak akan menyalah yang membuat Aziel akan merasa gerah.


Apa yang Dinda harapkan pun terjadi. Tiba tiba listrik rumah ini mati, hal itu membuat Dinda dan Aziel terkejut.


"Mati lampu," ucap Aziel.


"Seperti nya, itu lampu cas mas," tanya Dinda.


"Seperti nya begitu, kalau listrik mati lampu ini akan menyalah karena tercas saat listrik hidup," jawab Aziel.


"Hahaha kamu yakin mas mau pakai pakaian yang lengkap, ini panas loh, tidak ada AC yang menyalah," ucap Dinda.


"Diam." Aziel menghubungi ayah nya untuk menanyakan kenapa listrik rumah ini mati.


"Iya yah, ya sudah lah," ucap Aziel dengan sangat kesal.


"Kenapa mati mas," tanya Dinda.


"Ada yang meledak di bawa, sebelum besok pagi sudah hidup," jawab Aziel.

__ADS_1


"Wah wah wah, sudah pakai baju panjang, celana panjang. Ac mati pulak, tidak panas mas," goda Dinda.


__ADS_2