
Sebelum nya bisa baca bab di atas ya...!!!
...💛💛💛...
"Ha apa benar," tanya Aziel.
"Iya Pak, mana mungkin saya pakai lingerie," jawab Dinda.
"Sayang sudah dulu ya, nanti aku telepon lagi," ucap Aziel sambil memutuskan sambungan telepon itu.
Aziel mendekati Dinda dan memeriksa semua nya. Dan benar saja semua pakaian Dinda sudah berganti dengan lingerie yang sangat seksi. Aziel yakin semua ini ulah dari keluarga nya.
"Ya sudah pakai saja lah," ucap Aziel.
"Nanti bapak tergoda dengan saya," kata Dinda.
"Hahaha mana mungkin. Pakai yang tertutup sedikit." Aziel mematikan semua lampu kamar itu agar ia tidak bisa melihat tubuh seksi Dinda. Ia memberikan Dinda lampu flash untuk membantu Dinda memakai pakaian nya.
__ADS_1
Mau tidak mau Dinda memakai lingerie yang paling tertutup yang ada di dalam koper itu. Ia tidak siap jika Aziel memakannya malam ini, jujur Dinda belum memikirkan sedikit pun malam pertama nya dengan Aziel.
Setelah semua nya di rasa sudah pas. Dinda pun memutuskan untuk tidur tepat di samping Aziel. Suatu keajaiban untuk nya bisa tidur di samping Aziel.
Pagi hari nya, tangan Aziel tepat berada di sesuatu yang lembut dan kenyal. Awalnya Aziel tidak memikirkan benda apa itu, tetapi setelah beberapa saat Aziel tersadar jika ada yang aneh. Mata nya terbuka untuk melihat benda apa itu, dan kecurigaan nya benar, benda itu benda terlarang milik Dinda.
"Sial." Aziel langsung menarik tangan nya. Mata nya terbelalak melihat betapa seksinya istri nya. Jika itu Lisa wanita yang ia cintai Aziel pasti sudah menghabisi Dinda.
"Dia sangat cantik dan seksi," batin Aziel.
Aziel melirik ke celana nya, adik nya yang memang sudah bangun dengan nya tadi semakin mengeras. Bagaimana tidak, ia pria normal yang pasti akan tergoda melihat hal itu.
"Hmmm." Dinda membuka mata nya secara perlahan, pasangan nya tidak jelas yang membuat nya kembali menutup mata nya. Dinda berbaring ke arah Aziel dan memeluk Aziel dengan erat. Ia pikir Aziel guling pembatas mereka berdua.
Aziel mendadak terdiam dengan nafas yang tertahan juga, ia sudah tidak bisa menahan nya lagi. Dinda benar-benar sedang menggoda iman nya. Ntah kenapa tangan Aziel meraba raba tubuh istri nya. Itu bukan hal yang salaj karena mereka berdua sudah resmi menikah.
Mata Dinda kembali terbuka, ia terkejut dengan apa yang di lakukan Aziel pada nya. Ia juga baru sadar jika Aziel sedang ia peluk.
__ADS_1
"Ahkkk." Dinda berteriak dan menendang Aziel sampai Aziel jatuh ke lantai.
Bruk... "Sial..." Aziel memegang tubuh nya yang terasa sakit.
Dengan cepat Dinda mengambil kaca mata nya untuk melihat apa yang sedia terjadi.
"Aziel itu lepas," ucap Dinda sambil menutup mata nya.
"Sial." Aziel langsung berlari ke kamar mandi.
"Gila besar sekali, seperti sosis yang viral itu Tapi aahkk otak dan mata ku." Dinda benar-benar kesal otak dan mata nya sudah tercemar dengan hal yang tidak jelas.
"Tapi itu sangat besar, putih dan bersih seperti wajahnya. Aku takut Aziel meminta hak nya, bagaimana cara itu masuk, ahkk jangan sampai."
Aziel keluar dari kamar mandi dengan perasaan yang sangat malu, senjata nya sudah terlihat oleh orang lain.
"Jika dia sudah melihat nya, lebih baik dia merasakan nya," batin Aziel.
__ADS_1
"Aziel aku minta maaf," ucap Dinda.
"Kau puas ha..."