Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Model Reno


__ADS_3

"Aku ambil semua nya, hmmm satu akan aku bawa," ucap Reno.


"Baik tuan, semua nya akan saya bungkus."


Reno kembali berjalan mendekati Annisa yang belum menemukan pakaian yang cocok untuk ia kenakan. Reno sempat kesal karena Annisa tidak memiliki selera yang baik.


"Sudah ketemu," tanya Reno.


"Belum mas, semua terlihat terbuka," jawab Annisa.


"Kau ya, belum kau coba saja sudah komentar. Aku pilihkan beberapa pakaian dan langsung kau coba," ucap Reno.


"Ambil ini, ini dan ini, aku rasa salah satu pakaian ini cocok untuk mu," kata Reno.


"Aku coba sekarang mas," tanya Annisa.


"Tahun depan sampai anak kita lahir, ya sekarang masih bertanya lagi," jawab Reno.


Annisa langsung mengambil pakaian itu, setelah itu ia buru-buru masuk ke dalam ruang ganti sebelum si pemarah kembali mengamuk."


Tak lama Annisa keluar dengan memakai salah satu pakaian, jika di lihat dari bawa ke atas memang terlihat cocok dengan Annisa. Tetapi belahan di dada Annisa terlihat dengan sangat jelas, dan Reno sangat tidak suka akan hal itu.


"Ganti aku tidak suka," ucap Reno.


Annisa bersyukur Reno tidak suka dengan pakaian itu, ia juga merasa tidak nyaman memakai pakaian terbuka.


Tak butuh waktu lama Annisa kembali keluar dengan memakai pakaian ke dua. Kali ini bagian dada Annisa tertutup, tetapi masalahnya bagian bawa nya terbuka sampai ke atas paha Annisa. Memperlihatkan paha mulus Annisa yang sangat tidak pantas di lihat oleh orang lain.


"No no no, ganti lagi," ucap Reno.


"Semoga saja yang kali ini tidak terlalu terbuka," batin Annisa yang sudah cukup lelah selalu berganti-ganti pakaian.


Reno mengambil pakaian yang ia minta dari pelayan tokoh, ia tidak mau kalah dari Annisa yang pasti akan tampil lebih cantik dari biasa nya.


"Bagaimana mas," tanya Annisa.


"Wow sangat cantik, aku sangat suka," batin Reno.


"Hmmmm bisa lah, walaupun kau tetap jelek," jawab Reno.



"Perkataan nya masih saja menyakitkan," batin Annisa.


"Ganti alas kaki mu, jika tidak bisa pakai yang tinggi, pakai saja yang biasa, asalkan pantas kau pakai. Aku ingin berganti pakaian dulu," ucap Reno.


Reno masuk ke dalam ruang ganti untuk berganti pakaian, sedangkan Annisa berjalan mendekati tempat sandal dan sepatu sesuai dengan perkataan Reno tadi.

__ADS_1



"Mau ganti pakaian atau tidak aku tetap tampan," ucap Reno.


Setelah selesai berganti pakaian, ia berjalan menyusul Annisa yang sedang mencoba-coba sandal dan sepatu. Untuk urusan itu Reno tidak khawatir karena pasti Annisa tau style yang cocok.


"Sudah belum," tanya Reno.


"Sudah mas, tapi aku tidak memakai penutup kepala," jawab Annisa.


"Aku lupa memakainya," ucap Reno sambil memakai kan topi yang ia bawa tadi. Pilihan nya sesuai dengan baju yang Annisa pakai.


"Sudah lebih baik," ucap Reno.


Reno melihat jam tangan nya yang sudah menunjukkan pukul 9 pagi, ia akan pemotretan jam 1 siang, Reno merasa masih memiliki waktu untuk ke toko tas.


"Dompet ku," ucap Reno.


"Ini mas." Dengan cepat Annisa memberikan dompet nya pada Reno.


Annisa hanya bisa menelan air liur nya saat mendengar total biaya yang harus di bayar. Hanya berbelanja sedikit saja sudah habis puluhan juta.


"Aku saja mas yang membawa nya," ucap Annisa.


"Kau mau jadi istri ku, atau pelayan ku," kata Reno.


"Kita mu kemana lagi mas," tanya Annisa.


Di toko tas, Reno tidak banyak bicara, ia ingin cepat karena mengejar waktu. Beberapa tas sudah di tangan nya, berbeda dengan Annisa yang belum mengambil tas satu pun, ia melihat harga tas nya terlebih dahulu.


"Kau terlalu lama, aku sudah memilih kan nya, kau pakai ini langsung kau bayar," ucap Reno.


Semua nya telah seperti yang Reno harapkan. Annisa sudah layak menjadi istri pria tampan seperti nya.


"Aku ada pemotretan, jadi kita langsung ke kantor, tidak ada waktu untuk pulang ke rumah," ucap Reno.


"Iya mas, Terima kasih untuk semua nya," kata Annisa.


Pukul 12.30 siang, mereka berdua sudah sampai di Winarta grup. Para karyawan wanita patah hati mendadak saat melihat Reno sudah bersama dengan wanita cantik. Mereka berdua memang terlihat sebagai pasangan yang sangat sempurna.


"Daddy aku belum terlambat kan," tanya Reno.


"Hampir saja kau terlambat. Wah Annisa kau cantik sekali, pantas saja kalian berdua lama, suami mu pasti yang membuat mu seperti ini."


"Daddy jangan mulai," ucap Reno.


"Hahaha sudah ayo kita ke ruang pemotretan, kau juga Annisa, lihat kelihaian suami mu di depan kamera," kata Iqbaal.

__ADS_1


Di ruang pemotretan Annisa membantu Reno berganti pakaian, ia melakukan ini karena Reno tidak mau di sentuh oleh orang asing, walaupun yang menyentuh nya bukan lah wanita. Wanita setengah pria.


"Sudah mas," ucap Annisa.


Reno mulai bergaya di depan kamera, karena memang dia sangat tampan bergaya sedikit saja sudah menghasilkan foto yang bagus.


"Dia sangat tampan, aku merasa tidak pantas bersama nya," ucap Annisa tanpa sadar.


"Annisa kenapa berkata seperti itu, kau juga cantik dan yang pasti kau sangat cocok menjadi istri Reno."


Reno memakai semua pakaian yang di sediakan. Bukan hanya pakaian Winarta grup juga mengeluarkan produk aksesoris lainnya. Dalam beberapa jam saja pemotretan sudah selesai.




"Kirim kan aku foto itu, aku suka," ucap Reno.


"Gaya mu sudah seperti model kelas kakap," kata Iqbaal.


Reno membuat foto ini menjadi Wappaper handphone nya, ntah kenapa semakin hari Reno semakin narsis saja. Ia sangat memuja muja ketampanan nya.


"Reno kalau kau punya anak, aku yakin anak mu pasti sangat perfect," ucap Iqbaal.


"Anakku akan mewarisi ketampanan mu dad," kata Reno.


"Maaf tuan satu produk lagi belum di foto."


"Apa itu," tanya Iqbaal.


"Celana d*lam."


"Ha celana d*lam, aku hanya memakai ****** ***** di depan kamera, tidak aku tidak mau," tolak Reno.


"Reno kau sudah mau jadi model, kau harus mau melakukan nya," ucap Iqbaal.


"Tidak dad, aku tidak mau, aku tidak mau hanya memakai celana d*lam," kata Reno.


"Tidak akan di sebar luaskan, hanya sebagai sempel produk perusahaan, untuk rapat," ucap Iqbaal.


"Janji tidak di sebar luaskan foto itu," tanya Reno.


"Janji sudah sana ganti lagi," jawab Iqbaal.


Lagi dan lagi Annisa harus membantu Reno mengganti pakaian nya. Ia sudah dua kali melihat adik Reno secara langsung.


"Hahaha itu mu 'menonjol," kata Iqbaal.

__ADS_1



"Kau pasti sudah menangis karena nya Annisa, maafkan Reno," ucap Iqbaal.


__ADS_2