
"Tak papa," jawab Harry.
"Iya aku mau Har," ucap Anna.
"Kamu mau," tanya Harry.
"Ya aku mau, aku tak tau harus apa. Abang ku sudah percaya pada ku untuk membantu mu. Aku tak bisa melihat seseorang menderita padahal aku bisa membantu nya, semoga dengan menikah hidup mu akan jauh lebih baik Har, kamu akan sembuh dan hidup dengan bahagia seperti sebelumnya."
Harry merasa abang nya tak salah memilih Anna sebagai istri nya. Anna benar benar sangat baik pada nya. Anna juga sangat begitu pengertian pada nya, ia yakin Anna bisa membantu nya melewati masa sulit ini.
"Kamu serius an mau menikah dengan seseorang penyakitan seorang ku," tanya Harry.
"Ya aku mau, aku yakin kamu pria yang baik untuk ku. Kamu bisa membimbing ku ke arah yang lebih baik lagi," ucap Anna.
"Aku penyakitan An, kalau aku mati kamu akan menjanda."
"Harry, kenapa mengatakan hal itu terus si, kata nya kamu mau sembuh, tapi malah berkata seperti itu," ucap Anna yang begitu risih dengan ucapan Harry.
Di dalam rumah Bima dan Iqbaal sedang membicarakan masalah ini, Bima baru saja sampai di rumah Iqbaal, ia memang sudah berniat untuk menjenguk Harry keponakan nya.
__ADS_1
"Ah ini gila, tidak tidak, masa depan Anna masih panjang," kata Bima.
"Bima, ya masa depan Anna masih panjang, lalu bagaimana dengan masa depan Harry, Harry akan semakin drop jika keinginan tak di penuhi. Anna tetap akan sekolah, tetap akan menggapai cita-citanya, aku dan Harry tak akan menghalangi nya," ucap Iqbaal.
"Iqbaal tapi ini aneh, aku takut Anna tertekan, aku tak mau mengorbankan anak ku."
"Maaf memotong ayah. Anna pasti akan mau, dia sedang berbicara dengan Harry berdua. Ia memiliki hati yang besar, aku sudah berbicara dengan nya tadi," ujar Reno.
"Bagaimana bim, nasib anak ku ada di tangan mu."
"Aku setuju jika Anna setuju tanpa paksaan," ucap Bima.
"Mana ada kau sudah mengambil Reno serta Zikri, dan ini Anna, tinggal 3 di rumah. Anak ku yang satu lagi kau tau lah bagaimana," ucap Bima.
"Ayah boleh aku menikah," tanya Zikri.
"Memang seharusnya kau sudah menikah, mana pacar mu," tanya Bima.
"Belum ada, aku bingung mau cari lokal atau bule," jawab Zikri.
__ADS_1
"Banyak sekali gaya mu, lokal saja kau belum tentu bisa," kata Bima.
"Hahaha iya juga ya, aku belum tau lah. Mau menikah kapan, yang penting aku mendapatkan izin dari mu," ucap Zikri.
"Jangan sampai dia membawa anak Zikri, aku tak akan mengakui itu anak mu, dan kau tak aku anggap sebagai anak ku," ancam Bima. Ia tak mau apa yang ia lakukan dulu dengan Chika di lakukan juga oleh anak nya. Walaupun beda ibu tetap saja Zikri juga benih nya.
"Ayah ayah sudah datang." Anna mendekati Bima dan memeluk nya.
"Iya, ayah ingin melihat Harry. Bagaimana har, kau sudah lebih baik kan," tanya Bima.
"Iya paman, terimakasih sudah datang menjenguk ku," ucap Harry.
"Bagaimana sayang kamu mau menikah dengan pria tampan ini," tanya Bima.
"Iya yah, aku akan membantu nya untuk melewati ini semua."
"Kamu yakin sayang, kamu melakukan nya tanpa paksaan," tanya Bima.
"Iya ayah, tanpa paksaan dari siapapun," jawab Anna.
__ADS_1
"Ya sudah ayah melepaskan mu, kau sudah boleh tinggal di sini, jangan khawatir paman Iqbaal akan menjadi ayah yang baik untuk mu," ucap Bima.