Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Terpatil ikan


__ADS_3

Reno sangat jijik dengan kolam ikan yang Zikri maksud, kalam ikan yang berdindingkan lumpur dan kolam itu juga penuh dengan Lumpur, belum lagi ikan yang ia katakan enak terlihat sangat menjijikan.


"Kemarin tidak sampai berlumpur seperti itu, tapi karena Zikri jadi berantakan dan berlumpur."


"Aku tidak mau masuk, itu sangat menjijikan," ucap Reno.


"Jadi aku sendiri yang menangkap nya kak, kau tidak kasihan dengan ku," rengek Zikri.


"Mas jangan begitu, Zikri sudah senang menangkap ikan dengan mu."


"Aku tidak mau," ucap Reno.


"Aku marah dengan mu." Zikri membuka kaus nya dan mulai masuk ke dalam kolam.


"Nenek ikan nya sudah tinggal sedikit, kapan di tambah lagi," tanya Zikri.


"Kakek sedang memesannya, habiskan dulu saja."


"Mas lihat Zikri marah pada mu, masuk lah bantu Zikri," ucap Annisa.


"Iya iya aku akan masuk," kata Reno.


Reno juga membuka baju nya dan langsung masuk ke dalam kolam.


"Ahkkk ini sangat menjijikan," teriak Reno.


"Hahaha begitu dong, aku jadi ada teman nya. Lagi pula ini kan makanan kesukaan mu," ucap Zikri.


"Ahkkkk geli, jorok kayak tai," teriak Reno.


"Hahaha sebenarnya mereka berdua sama saja, dulu saat Zikri pertama kali ke sini, dia juga sangat membenci lumpur," ucap nenek.


"Kak ayo cepat tangkap, jangan pakai tangan. Ini pakai jaring," kata Zikri.


Baru sebentar Zikri mencari ikan ia langsung mendapatkan satu ikan leleh yang berukuran cukup besar. Agar tidak lepas ia memasukan ikan itu ke dalam wadah.


"Mas kamu jangan mau kalah, cepat dapatkan ikan itu," ucap Annisa.


"Iya Annisa, tunggu sebentar," kata Reno.

__ADS_1


Reno tidak mau kalah dengan Zikri, walaupun penuh dengan kejijikan Reno tetap berusaha menangkap ikan itu dengan menggunakan jaring.


"Aku dapat lagi," ucap Zikri.


"Ahkkk kenapa ikan ini tidak mau masuk ke dalam jaring ku."


"Mas mana ada ikan yang mau bunuh diri, kamu harus menjaringnya bukan ikan yang masuk ke dalam jaring," ucap Annisa.


"Annisa diam lah, kau terlalu berisik ikan nya tidak mau masuk," kata Reno.


"Hahaha kau yang berisik kak, aku dapat lagi," ucap Zikri.


"Tukar jaring nya," kata Reno dan langsung mengambil jaring milik Zikri.


"Bahkan aku belum mengatakan iya,x ucap Zikri..


Waktu terus berlalu Zikri terus mendapatkan ikan sedangkan Reno belum mendapat ikan yang ia mau, Dengan perasaan yang kesal Reno bertindak lebih lagi, ia berlari ke sana sini mengejar ikan yang ingin ia tangkap.


"Kau jangan lari, aku akan menangkap mu," teriak Reno.


Satu dua tiga kali Reno terjatuh ke dalam lumpur, tubuh nya sudah penuh dengan lumpur tetapi ia masih tidak menyerah yang terpenting ia mendapatkan ikan yang ia inginkan. Sedari tadi Annisa memfoto dan membuat video atas tingkah laku Reno ia yakin mertuanya tertawa melihat tingkah anak nya..


"Ahkkkk aku mendapatkan nya," teriak Reno dan langsung naik dari atas kolam.


"Kak jangan di pegang," teriak Zikri.


"Ahkkkkk," teriak Reno, tangan nya terpatil ikan leleh yang ia tangkap, bukan hanya satu tetapi 2 di tangan kanan dan 2 di tangan kiri.


"Sakit," teriak Reno dan langsung melemparkan ikan itu ke sembarang arah.


"Ahkkk sakit, kenapa ikan ini menggigit," ucap Reno.


"Mas, kamu tidak papa," ucap Annisa sambil membawa air untuk membersihkan tangan Reno.


Tangan Reno mengeluarkan darah yang cukup banyak, ikan yang mematil nya tidak lah kecil, itu sebabnya Reno merasakan sakit yang luar biasa.


"Ahkkk sakit aku pulang," kata Reno.


Annisa mengeluarkan obat merah dan plester untuk 4 luka akibat patilan ikan tadi. Ke dua barang ini pemberian dari Bima kerena Bima yakin, Reno akan ceroboh.

__ADS_1


Karena Reno terus merengek menahan sakit di tangan nya, mereka langsung pulang ke rumah, lagi pula mereka sudah mendapatkan ikam yang cukup banyak.


Sepanjang jalan Reno cukup menjadi pusat perhatian banyak orang, terutama para wanita yang terpesona dengan bentuk tubuh Reno yang luar biasa indah. Mereka juga merasa aneh karena Reno terus merengek sepanjang perjalanan.


"Kak malu, tubuh kau seperti hulk tapi hati kau seperti hello kitty," ucap Zikri.


"Diam kau tidak tau sakit, ini sangat sakit sekali," kata Reno.


"Ya salah siapa ceroboh, mungkin malam ini kau akan demam, aku juga pernah ke patil dan aku demam satu malam, saat itu aku hanya satu kalau aku empat aku yakin pasti rasa sakit nya sangat luar biasa."


Sesampainya di rumah Reno membersihkan diri nya yang penuh lumpur di samping rumah, setelah bersih baru lah ia masuk ke dalam rumah untuk mandi.


"Suami mu kenapa," tanya Iris.


"Ikam yang mas Reno tangkap menyengat," jawab Annisa.


"Oh terkena patil, orang sini biasa menyebutkan patil, Rasa nya menang sangat sakit," ucap Iris.


Setelah mandi Reno masih saja merasakan denyut di ke dua tangan nya, tanpa memakai apapun ia langsung naik ke atas kasur, Reno meminta Annisa untuk kembali mengobati tangan nya.


"Masih sakit mas," tanya Annisa.


"Sakit lah, kamu tidak tau rasanya sangat sakit," jawab Reno.


"Mungkin rasa sakitnya sama seperti kamu membobol pertahanan ku, rasa nya sangat sakit dan aku sampai tidak bisa berjalan," ucap Annisa..


"Apa iya sesakit itu, pantas saja kau terus menangis saat aku bergoyang," kata Reno.


"Sudah jangan di bicarakan lagi," ucap Annisa.


"Aku masih penasaran, ada kalah nya kau menangis tapi ada kalah nya juga tubuh mu menegang dan itu basah kuyup," kata Reno.


"Sudah mas, jangan di bahas. Aku akan membantu mamah memasak dan kamu istirahat lah, setelah ikan yang kamu tangkap tadi matang aku akan membawa nya ke sini," ucap Annisa.


Siang harinya Annisa dan Iris sudah siap memasak, Annisa membawa ikan yang tadi Reno tangkap ke dalam kamar, ia yakin suaminya sudah lapar karena tadi pagi hanya makan roti tawar saja.


"Mas bangun, ayo makan," ucap Annisa.


"Hmmm tangan ku masih sakit, aku belum bisa makan," kata Reno.

__ADS_1


"Aku suapi, sudah duduk lah dulu," ucap Annisa.


Reno sedikit trauma saat melihat ikan yang mematilnya, untung saja ikan itu sudah menjadi ikan yang siap untuk ia santap.


__ADS_2