
"Kenapa kamu jadi seperti ini, aku tidak suka," ucap Reno.
"Tidak suka ya sudah terserah, aku bisa membeli sendiri," kata Annisa.
"Sayang kamu kenapa si, kamu jadi sensi begini. Ya sudah kamu diam di kamar aku akan pergi mencari makanan yang kamu mau," ucap Reno dan pergi meninggalkan Annisa.
Reno kembali keluar rumah, ia tidak tau apa yang Annisa inginkan. Yang terpenting keluar saja dulu, Reno membeli berbagai macam makanan yang ada di pinggir jalan. Ia sudah cukup lama hidup dengan Annisa, jadi ia sudah terbiasa jika Annisa memang suka makan di kaki lima.
"Sudah semua, hmmm apa masih kurang ya," batin Reno.
Reno memutuskan untuk membeli makanan berkuah yang memang cocok untuk di makam dalam kondisi seperti ini. Jika Annisa tidak mau diri nya pun mau. Setelah selesai Reno langsung pulang ke rumah, ia memberikan semua nya pada pelayan agar menyiapkan semua nya di atas nampan. Reno tidak langsung masuk ke kamar, ia akan membawa makanan itu, jika ia masuk ke dalam kamar dengan tangan kosong sudah pasti Annisa akan kembali marah pada nya.
"Sudah tuan."
"Oh iya." Reno mengambil nampan itu dan langsung membawa nya ke kamar. Ia yakin Annisa suka dan tidak marah kembali pada nya.
"Sayang aku membawa makanan yang kamu minta," ucap Reno.
Annisa melirik ke arah Reno ia tidak melihat makanan yang ia inginkan.
"Dimana Martabak," tanya Annisa.
__ADS_1
"Tidak ada," jawab Reno.
"Aku mau nya martabak sayang, kamu semakin tidak peka," ucap Annisa.
"Sayang kamu tidak ada menyebutkan makanan apa yang kamu mau. Aku bukan dukun yang tau isi otak kamu," kata Reno.
"Tidak mau makan," ucap Annisa.
"Ya sudah." Reno meletakan makanan itu di atas meja, ia berjalan masuk ke ruang ganti untuk berganti pakaian.
Seperti biasa nya kalau di dalam kamar Reno hanya memakai celana boxer tanpa atasan. Pakaikan ternyaman nya, ia kembali mengambil makanan itu dan mulai memakannya tepat di samping Annisa.
"Cukup enak, aku baru tau kalau ada makanan yang enak seperti ini," kata Reno.
"Kenapa mau?"
"Tidak mau," ucap Annisa.
"Makan gih, nanti baby nya lapar gimana," kata Reno.
"Enggak," tolak Annisa.
__ADS_1
"Atau baby nya mau di keramasi," tanya Reno.
"Enggak," ucap Annisa.
Sebenarnya sebelum Reno pergi ke kantor Annisa sudah makan terlebih dahulu. Yang membuat Annisa tidak tenang adalah Reno, melihat tubuh seksi suami nya Annisa seperti cacing kepanasan. Ia seperti merasakan sesuatu di dalam tubuh nya, ntah kenapa akhir akhir ini ia sangat haus akan sentuhan suami nya.
"Sayang," ucap Annisa.
"Hmmm mau makan," tanya Reno.
"Tidak," jawab Annisa.
Annisa mau tapi tidak berani meminta lebih dulu ia ingin sekali suami nya peka seperti biasa nya yang selalu meminta jatah setiap hari. Semenjak diri nya hamil Reno sudah tidak menyentuh Annisa lagi, Reno takut junior nya akan menembus masuk ke dalam sana.
"Sayang," ucap Annisa.
"Iya sayang, tunggu ya. Aku kembalikan makanan di ke dapur dulu," ucap Reno.
Annisa lemas saat suami pergi ke dapur, dengan hanya memakai Boxer saja bisa-bisa nya Reno berjalan ke arah dapur. Tak lama Reno kembali masuk ke dalam kamar, tonjolan di balik celana Boxer semakin membuat Annisa tidak tenang.
"Kamu kenapa si," tanya Reno.
__ADS_1
"Ingin permen," jawab Annisa.