
Dinda mulai bekerja dengan baik, ia memang sangat pintar dalam mengerjakan segala hal, dari ia kuliah dulu memang Dinda selalu mendapatkan nilai yang sangat bagus, ia jadi sangat bersyukur sempat mengambil kelas bisnis yang sangat berguna saat ini.
Di mata Dinda dari dulu sampai sekarang Aziel tidak pernah berubah, wajah tampan dan cool nya tidak hilang dari dirinya, sifat Aziel pun tidak banyak berubah. Tetapi wajah dan sifat itu lah yang membuat Dinda sangat membenci Aziel. Berpura-pura baik pada Aziel padahal ia sangat membenci nya memang terasa sangat sulit untuk nya. Tetapi agar semua rencana nya berhasil Dinda tetap harus profesional menjalankan akting nya.
"Dinda." Aziel keluar dari ruangan nya.
"Iya Pak," ucap Dinda sambil mendekati Aziel.
"Ini tugas tambahan mu, aku ingin keluar sebentar. Sekarang restoran ini menjadi tanggung jawab mu. Jika ada sesuatu yang hilang kau harus bertanggung jawab," kata Aziel.
"Siap pak, hmmm bapak akan lama," tanya Dinda.
"Kau tidak dengar? aku hanya berkata sebentar, jika sebentar berarti tidak lama. Oh iya jika abang ku datang, katakan saja aku sedang mengambil sesuatu dokumen penting di restoran cabang," jawab Aziel.
"Iya pak, Hati-hati," ucap Dinda.
Aziel pergi meninggalkan Dinda dengan pakai yang sangat rapi. Dinda yakin sebelum pergi Aziel mandi terlebih dahulu, wajahnya terlihat sangat segar berbeda dengan sebelum nya yang sangat kusam. Dinda jadi tau jika Aziel sangat takut dengan abang nya.
"Wajahnya biru biru, dia habis bertengkar, ah bukan urusan ku," ucap Dinda sambil kembali ke tempat duduk nya.
Aziel pergi untuk bertemu dengan mantan pacar nya Lisa. Aziel sudah memutuskan Lisa tepat di depan Reno, Aziel sangat terpaksa melakukan nya karena memang ia sudah tidak bisa berbuat apa apa lagi.
"Ziel..." Sebelum masuk ke dalam restoran, Reno sudah berada di belakang nya.
"Sial bagaimana mungkin dia tau kalau aku ke sini,x ucap Aziel.
"Abang..."
"Mau kemana," tanya Reno.
"Mau.. aku mau...
"Masuk ke dalam mobil," ucap Reno.
"Tapi bang...
"Masuk Ziel," ucap Reno dengan suara yang lebih tinggi.
Aziel tidak tau jika abang nya memasang GPS di handphone nya, semua pergerakan Aziel akan terpantau selagi Ziel membawa handphone nya.
__ADS_1
Mereka berdua kembali ke restoran. Dengan cepat Reno langsung menarik Aziel ke dalam ruangan nya. Satu pukulan mendarat di tubuh Aziel. Reno tidak pernah menyangka jika Aziel bisa seperti ini, padahal saat kuliah Aziel tidak pernah nakal seperti ini.
"Kau tidak mempunyai kuping, aku sudah mengatakan nya pada mu, jangan bertemu dengan nya, jangan dekat dekat dengan nya. Jika terus begini kau akan aku nikahkan dengan wanita lain," ucap Reno.
"Aba..
"Diam.. Aku akan menghubungi ayah, bagaimana anaknya sekarang, anak yang selama ini ayah banggakan berpacaran dengan jal*ng."
Saat Reno mengeluarkan handphone nya, dengan cepat Aziel mengambil nya, jika sampai Iqbaal tau semua nya, pasti akan lebih ribet lagi. Bisa bisa Aziel gulung tikar dan kembali ke Indonesia.
Dinda hanya diam menyaksikan pertengkaran abang dan adik itu. Seganas ganas nya Aziel tetap saja abang nya jauh lebih ganas. Dinda merasa keluarga Aziel memang penuh dengan kekerasan.
"Handphone ku," ucap Reno.
"Jangan bang, aku tak akan nakal lagi, oke jangan cepu oke. Nanti usaha ku gulung tikar," kata Aziel.
"Itu bukan urusan ku, kau saja sangat sulit di atur. Aziel kau itu lulusan terbaik di Angkatan mu, kau juga sangat tampan, tetapi kenapa kau mendapatkan pria seperti itu, hey jangan bodoh Aziel," ucap Reno.
"Ya karena dia pilihan ku, dari pada aku memiliki pacar yang gemuk, berkaca mata, jelek lagi....
"Uhuk uhuk uhuk.." Tiba tiba Dinda batuk tidak jelas Dinda tersedak air ludah nya sendiri mendengar apa yang Aziel katakan.
"Kenapa dia," tanya Reno.
"Kau berpacaran dengan nya saja, aku mendukung mu," kata Reno.
"Apa yang bisa aku ambil dari nya, kurus seperti itu, dada nya saja tidak ada," ucap Aziel.
"Memang nya punya pacar mu besar?"
"Ya besar lah, padat dan sangat kenyal."
"Jangan bilang kau sudah pernah tidur dengan nya," ucap Reno.
"Tidak bang, pegang pegang saja."
"Sial pacaran zaman sekarang bar bar sekali. Dia tidak terlihat karena memakai pakaian yang longgar, tidak seperti pacar mu.."
"Aku yang minta, kan enak di pandang," ucap Aziel m
__ADS_1
"Ajaran siapa si Zeil, kau begitu bar bar," tanya Reno.
"Bang Reynald," jawab Aziel.
"Pantas, dia saja buaya, oke aku tidak mau tau Aziel jangan dekat dekat dengan nya, bagus kau dekat dengan wanita itu. Aku akan satu minggu di sini, mungkin bisa lebih, aku akan mengawasi mu.x
"Sial, mereka tidak tau jika aku ada di sini, aku mendengar semuanya," batin Dinda.
"Abang abang ku." Zikri masuk kedalam ruangan itu.
"Bagus kau datang." Aziel merasa lega karena Zikri akan mengambil alih perhatian Reno.
"Ada apa ini? Wow wajah mu bonyok," ucap Zikri.
"Karena ulah cantik abang mu," kata Aziel.
"Kalian berdua harus aku sidang."
Siang ini Aziel dan zikri mendapatkan sidang besar dari Reno. Reno tidak ingin adik adik nya ini salah pergaulan yang akan membuat nama keluarga mereka hancur.
"Aziel," ucap Reno.
"Iya iya aku paham," kata Aziel.
"Dia nakal bang, pacar nya mau dia hamilin."
"Mulut mu, jangan percaya dengan nya," kata Aziel.
"Hahaha aku bercanda, kau putus dengan Lisa," tanya Zikri.
"Iya jangan kau ambil dia."
"Selera pun tidak aku," kata Zikri.
"Hahaha bagus lah, kau memang benar Zikri, jangan seperti Aziel yang tidak memiliki selera yang bagus."
"Wanita cantik itu pacar baru mu," tanya Zikri.
"Dia asisten ku," jawab Aziel.
__ADS_1
"Wajah nya tidak asing ya, tapi ntalah," kata Zikri.
Mohon maaf Author mau tanya. Kalian ingat siapa nama adiknya Aziel yang laki laki dan anaknya Iqbaal??