Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Menyerahkan


__ADS_3

"Apa yang kau katakan," tanya Kia.


"Kau lupa sayang atau kau pura-pura lupa," tanya Fahri sambil menciumi leher jenjang Kia.


"Maksud mu apa, aku berpelukan dengan Rian," tanya Kia.


"Baiklah, seperti nya kau mengalami lupa ingatan mendadak." Fahri mengambil hp di kantong celana nya dan langsung membuka galeri.


"Ini siapa sayang," tanya Fahri sambil memperlihatkan foto Kia sedang berciuman dengan Rian.


"Itu sebelum kita menikah," kata Kia dengan sangat gugup.


"Oh iya, kau lupa foto itu setelah aku dan keluargaku datang ke rumah mu, kau sudah menyetujui pernikahan kita," kata Fahri.


"Maaf," ucap Kia lirih.


"Bukan hanya itu sayang, kemarin sore kau bertemu dengan nya lagi." Fahri menggeser layar hp nya dan menunjukan foto terbaru yang ia dapat kan kemarin.

__ADS_1


"Aku yakin kalian sudah tidur bersama," ucap Fahri.


"Tidak aku tidak melakukan apapun dengan nya, maaf aku salah."


"Kia aku sudah memperingatkan mu untuk tidak bertemu dengan nya lagi dan kakak mu sudah meminta mu untuk putus dengan nya, aku tidak tau bagaimana perasaan keluarga mu saat melihat foto mu dengan nya," ucap Fahri.


"Jangan aku mohon jangan beri tau mereka aku mohon Fahri," bujuk Kia.


"Aku menunggu mu di kamar, aku ingin tau apakah diri mu benar-benar belum di sentuh oleh nya atau tidak, jika sampai 2 menit kau belum masuk ke dalam kamar aku akan mengirimkan foto ini ke grup keluarga kita." Fahri pergi meninggalkan Kia.


Kia benar-benar sangat bingung, memang benar jika Diri nya bertemu dengan Rian kemarin tetapi bukan untuk aneh-aneh hanya ingin memutuskan hubungan nya dengan Rian. Kia ingin mencoba menerima Fahri sebagai suami nya.


Kia berharap keputusan nya kali ini tidak salah, mungkin dengan memberikan kesucian nya pada Fahri, Fahri akan berubah.


Fahri tersenyum saat Kia masuk ke dalam kamar. Ini saat nya merendahkan Kia serendah-rendah nya.


"Minta aku untuk meniduri mu, bujuk aku agar aku mau tidur dengan mu," ucap Fahri.

__ADS_1


"Fahri," kata Kia dengan lirih dengan melakukan hal itu harga diri nya sebagai wanita benar-benar di jatuh kan oleh Fahri.


"Oke aku akan mengirim nya sekarang," ucap Fahri.


Kia mulai membuka satu persatu baju nya, ini ke dua kali nya ia tidak memakai apapun di depan Fahri, Fahri menelan air liur nya dengan kasar, sungguh ciptaan tuhan yang sangat sempurna.


Kia naik ke atas pangkuan Fahri, dengan perlahan Kia mulai mencium bibir Fahri, Fahri sengaja tidak merespon ciuman itu, bukan karena tidak ingin tetapi ingin melihat Kia bertindak lebih jauh.


"Sayang sentuh aku, aku mohon," ucap Kia dengan menahan air mata nya.


"Tidak aku tidak mau menyentuh bekas pria lain," kata Fahri.


"Sayang sentuh aku, aku mohon," ucap Kia sekali lagi, hanya kata itu yang mampu ia ucapkan.


"Baik lah, sayang kamu yang meminta nya jangan salahkan aku jika hari ini tangisan mu mendominasi kamar ini," kata Fahri.


Dengan cepat Fahri membalik posisi nya, ia sudah sangat berpengalaman akan hal ini. Dengan cepat Fahri membawa Kia ke Surga Dunia.

__ADS_1


"Akhhhhh sakit," teriak Kia.


Fahri memasukan nya dengan sangat kasar, karena tidak kunjung berhasil Fahri mendorong nya dengan sangat kuat sampai tubuh Kia membusung menahan sakit itu.


__ADS_2