Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Bertemu


__ADS_3

Pagi hari nya pasangan Fahri dan Kia masih belum enakkan, tubuh mereka berdua sama-sama terasa tidak hangat dan tentu saja ke dua nya selalu merasakan mual.


"Sayang kita pulang ke rumah ayah ya," ucap Kia.


"Kenapa sayang, kita di sini saja ya. Aku takut dengan kakak mu," kata Fahri.


"Takut bagaimana, kakak ku pasti senang jika tau aku sedang hamil," ucap Kia.


"Yakin senang, dia tidak akan memukuli ku seperti waktu itu," tanya Fahri.


"Tidak akan sayang, kita akan lebih enak di rumah ayah, mereka tau apa yang harus kita lakukan."


"Ya sudah ayo," ucap Fahri


"Alya aku ingin bertemu dengan mu, ini sangat penting." Chika mengirim kan pesan pada Alya.


"Kenapa kau tidak ke sini saja, Reno juga sedang ada di rumah."


"Tidak Alya, ini sangat penting. Tentang kau, Kayla dan Iqbaal, jangan beritahu siapapun kalau kita akan bertemu, termasuk Iqbaal."


"Iya kita bertemu jam 9 pagi, di cafe depan kompleks perumahan ini." Akhirnya Alya mau bertemu dengan Chika, karena jika sudah menyangkut tantang Kayla ia tidak akan bisa tinggal diam.

__ADS_1


"Mas nanti aku ingin keluar sebentar," ucap Alya.


"Kemana sayang, aku antar ya. Aku tidak kemana-mana hari ini," tanya Iqbaal.


"Tidak perlu mas, aku ingin bertemu dengan teman-teman rumpi ku, kamu tidak akan nyaman. Lagi pula hanya di cafe depan kompleks kita," jawab Alya.


"Yakin tidak kau aku antar," tanya Iqbaal.


"Yakin mas, kamu jangan khawatir dengan ku," jawab Alya.


"Ya sudah jangan lama-lama, ingat waktu dan selalu bersama ingat aku. Jangan melupakan jika hanya burung ku yang bisa memuaskan mu," ucap Iqbaal.


Azka dan Natasya yang sedang bermain dengan Reno cukup terkejut saat melihat kepulangan Kia dan Fahri, mereka berdua membawa tas besar yang menandakan jika mereka berdua akan menginap dalam waktu yang lama.


"Sayang kamu pulang, kalian baik-baik saia kan," tanya Natasya.


"Iya bun, kami untuk sementara waktu untuk tinggal di sini," jawan Kia.


"Paman," Fahri yang memang dekat dengan Azka memeluk Azka dari samping.


"Aku papah mertua mu, ada apa dengan mu, tubuh ku terasa hangat," tanya Azka.

__ADS_1


"Aku mual, tidak enak badan. Ntah apa yang terjadi pada ku pah," jawab Fahri.


"Aku juga bun, aku sangat mual, tubuh ku terasa sangat berat," kata Kia.


"Tunggu dulu kalian sama-sama tidak enak badan. Apa kalian berdua hamil, eh maksud bunda apa Kia hamil," tanya Natasya.


"Iya bun, Kia sedang hamil," jawab Kia.


"Apa kau hamil, Fahri jadi kau sudah melakukan nya," tanya Azka.


"Kia terlalu cantik untuk di lewat kan paman. Iya aku dan Kia sudah lama melakukan nya," jawab Fahri.


"Wah kau sudah bisa membuat anak, padahal dulu aku selalu memarahi mu karena kau nakal. Apa kau juga hamil," tanya Azka.


"Enak saja, bagaimana keluar nya jika aku hamil," jawab Fahri.


Alya sedang dalam perjalanan ke tempat ia bertemu dengan Chika. Sesampainya di tempat itu Alya melihat Chika sudah duduk manis di salah satu kursi.


"Maaf lama menunggu," ucap Alya.


"Tidak masalah, karena hal penting yang ingin aku katakan, jadi tidak masalah aku menunggu mu," kata Chika.

__ADS_1


__ADS_2