Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Tidak peka


__ADS_3

"Sayang sejak kapan kamu kenal dengan Reynald," tanya Kayla.


"Baru beberapa hari," jawab David yang membelakangi istri nya. Ia sangat kesal pada Kayla karena tidak di perbolehkan keluar rumah.


"Kamu marah aku larang keluar rumah ya sudah tidak papa, jangan minta jatah lagi. Keluar sana," kata Kayla.


David langsung membalik tubuh nya, ia malas menambah masalah. Aku dengan Kayla jauh lebih baik dari pada ngambek seperti ini.


"Sayang," ucap David.


"Hmmm, mau pergi, pergi lah," kata Kayla.


"Tidak, jangan marah," ucap David.


"Tidak, sudah malam aku mengantuk," kata Kayla dan memilih untuk tidur.


Keesokan harinya. Azeil dan Reno sedang pergi bersama dengan Iqbaal ke Kantor. Mereka berdua harus menghadiri rapat penting sebagai penerus keluarga Winarta. Ini rapat pertama bagi Aziel tetapi tidak ada gugup yang terlihat di wajah nya.


"Ros," ucap Reno.


"Iya tuan, wah sudah lama tidak melihat anda," kata Ros.


"Hahaha iya, seperti biasa nya, berkas ku siapkan," ucap Reno.


"Iya tuan, siapa pria tampan itu tuan," tanya Ros.


"Dia adik ku, ingin berkenalan dengan nya?"

__ADS_1


"Aziel, kau tidak ingin berkenalan dengan sekertaris ku," tanya Reno.


"Eh iya wah cantik sekali, nama ku Aziel," ucap nya sambil berjalan mendekati Ros.


"Saya Rose, bisa di panggil Ros."


"Minta nomor handphone mu," ucap Aziel.


"Untuk apa," tanya Ros.


"Untuk mendekati mu," jawab Aziel.


"Ini anak kenapa sangat agresif sekali," ucap Reno.


"Boleh tidak," tanya Aziel.


"Nanti saja ya, saya harus bekerja," jawab Ros.


"Ziel Reno, ayo sudah waktunya," ucap Iqbaal.


"Oh iya, ayo Ziel, jangan gugup," kata Reno.


"Mana ada aku gugup," ucap Aziel.


Rapat pun di mulai. Beberapa orang membahas masalah perusahaan sebelah yang tiba-tiba mendekati Winarta grup. Padahal awal nya perusahaan tersebut terus bersaing dengan Winarta grup. Tidak ada yang tau kenapa mereka tiba-tiba seperti itu.


"Siapa pemimpin nya," tanya Iqbaal.

__ADS_1


"Leo, tapi aku dengar CEO untuk saat ini anaknya."


"Reynald, aku pernah bertemu dengan nya," kata Iqbaal.


"Bagaimana dad, apa mereka berbahaya," tanya Reno.


"Mungkin iya mungkin tidak. Mereka perusahaan besar, lebih besar dari ini, tapi kenapa mereka berubah seperti ini."


"Rumor jika Reno akan naik posisi sudah tersebar, banyak yang mengatakan Reno akan membuat perusahaan ini lebih maju, mungkin karena itu mereka mendekati kita."


Reynald sedang di perusahaan nya. Ia suka sekali menjalankan sesuatu yang memacu adrenalin nya, seperti saat ini ia sedang bermain-main dengan keluarga Winarta. Perusahaan nya sengaja mendekati Winarta grup untuk menusuk mereka dari belakang.


"Reno dia memiliki potensi yang sangat tinggi, aura nya benar-benar luar biasa, aku yakin kalau aku tida berhati-hati perusahaan ini akan jatuh ke tangannya. Istri nya pemilik semua ini," batin Reynald.


Setelah rapat Reno langsung pulang ke rumah karena istri nya memintanya untuk pulang. Annisa sedang hamil muda, sudah waktunya ia untuk merepotkan suami tercinta.


"Aku pulang," ucap Reno.


"Dimana makanan ku," tanya Annisa.


"Tidak ada kamu meminta makanan," tanya Reno sambil menggaruk kepala nya, ia tida tau jika Annisa meminta makanan.


"Tidak tau, kamu pikir saja sendiri," jawab Annisa.


"Sayang kamu tidak meminta ku untuk membeli makanan," kata Reno.


"Kamu pikir saja sendiri, suami tidak peka, seharusnya kalau aku minta kamu untuk pulang berarti harus membawa makanan," ucap Annisa.

__ADS_1


"Aikk ada seperti itu, aku tida mungkin tau kalau kamu minta makanan, kamu kan bisa mengatakan nya."


"Tidak peka tidak peka tetap tidak peka. Bukan nya langsung pergi untuk mencari makanan, malah mencari pembelaan," ucap Annisa.


__ADS_2