
Hari yang paling tidak di inginkan Kia datang juga hari pernikahan antara diri nya dan Fahri. Rasa nya ia sangat malas untuk datang di acara pernikahan itu. Kia sudah sangat cantik memakai kebaya putih dan make up yang semakin mempercantik diri nya.
"Sayang sudah siap," tanya Natasya.
"Sudah bunda, tapi Kia malas sekali Bunda."
"Kamu bagaimana si, menikah kok malas. Usia kamu sudah cukup sayang tidak baik menunda-nunda lagi. Bunda yakin kalian berdua akan bahagia, ingat semua pasti memiliki tantangan dan rintangan tersendiri dan kamu harus kuat demi bisa mendapatkan yang namanya cinta sejati."
Berbeda dengan Kia, Fahri begitu sangat bahagia. Hari kebebasan nya akan segera datang, ia juga akan memiliki istri yang sangat cantik yang sudah pasti sayang jika tidak ia manfaatkan dengan baik.
Fahri hanya tinggal menunggu kedatangan Kia di rumah nya, ia juga sudah tampil tampak dengan memakai jas berwarna hitam.
Kia sudah sampai di rumah Fahri, ia di bawa oleh Kirana masuk ke dalam kamar Fahri, sedangkan Fahri harus keluar dari kamar itu untuk melaksanakan pernikahan nya. Sesuai dengan kesepakatan, Kia hanya menunggu di dalam kamar sampai para saksi berkata sah. Setelah itu terserah dengan Kia mau tetap di kamar atau keluar.
Mata Fahri terbelalak saat melihat begitu cantik nya Kia, calon istri nya benar-benar seperti wanita yang sangat sempurna.
"Fahri ayo keluar," ucap Kirana.
__ADS_1
"Iya mah, mamah duluan saja ada yang ingin Fahri bicarakan dengan Kia."
"Setelah Kirana pergi Fahri menarik tangan Kia sampai Kia jatuh ke atas pangkuan nya.
"Sayang kau cantik sekali," ucap Fahri.
"Lepas Fahri, jangan bermain drama di depan ku," kata Kia.
"Hahaha jangan begitu sayang, aku memang benar-benar memuji mu. Aku sudah tidak sabar mencabik-cabik tubuh mulus mu," ucap Fahri.
"Jangan harap, aku tidak akan mau kau sentuh Fahri,"
"Aku tidak peduli, aku tidak suka menerima bekas wanita lain," jawab Kia.
"Wah kah sudah lancang gadis kecil, tunggu saja hari dimana kau menangis memohon agar aku menyentuh mu," ucap Fahri dan pergi meninggalkan Kia.
Waktu terus berlalu Kia tidak tau pernikahan nya sudah selesai atau belum. Ia merasa keputusan nya berdiam diri di kamar adalah yang paling tepat. Karena ia tidak ingin orang tua nya melihat nya menangis.
__ADS_1
Kia langsung menghapus air mata nya saat ada seseorang yang membuka gagang pintu. Yang ternyata suami nya sendiri.
"Malam ini kita tetap tidur disini, besok kita akan pindah ke apartemen," ucap Fahri.
"Dimana aku harus meletakkan pakaian ku," tanya Kia.
"Di kamar mandi," jawab Fahri sambil mendekati Kia.
Ntah kenapa rasa takut nya pada Fahri semakin besar setelah ia resmi menjadi istri saja Fahri. Menurut Kia Fahri benar-benar pria yang sangat misterius.
"Tersenyum la," ucap Fahri.
Di luar dugaan Kia, ternyata Fahri hanya ingin mengambil foto berdua dengannya. Ia tidak tau apa tujuan Fahri melakukan hal itu.
Berbagai macam gaya mereka berdua lakukan, sampai tiba mereka berfoto dengan Fahri mencium wajah nya.
"Sudah," ucap Fahri.
__ADS_1
"Untuk apa," tanya Kia.
"Untuk kakak mu yang menjengkelkan itu, kau pikir aku sudi berfoto dengan wanita seperti mu," jawab Fahri yang membuat hati Kia terasa sangat sakit.