
Waktu demi waktu berlalu, kecurigaan muncul di benat Iqbaal. Sudah beberapa bulan terakhir Reno sangat sulit untuk di temuin. Ia juga beberapa kali datang ke sekolah tetapi Reno juga sering tidak masuk dengan alasan yang tidak jelas. Bukan hanya Iqbaal Kayla juga merasakan hal yang aneh pada saudara tiri nya itu, Kayla merasa begitu karena biasa nya Reno selalu datang ke rumah untuk bermain dengan nya tetapi sudah cukup lama Reno tidak pernah datang, jika datang pun Reno hanya berdiam diri di dalam kamar.
"Aku akan datang ke rumah mu untuk melihat Reno," ucap Iqbaal.
"Datang saja, dalam beberapa waktu ini dia sering sakit. Saat ini dia juga sedang tidak enak badan."
"Baiklah aku akan datang, beri tau istri mu jika aku akan datang."
Di rumah Reno saat ini sedang berbaring lemas di atas kasur, tubuh nya sangat ringkih dan lemas karena siksaan yang bunda nya berikan. Batin nya semakin tertekan yang membuat nya bukan seperti Reno yang biasanya.
"Daddy mu akan datang, jangan berbicara yang aneh-aneh atau aku akan memohon jari-jari mu," ancam Sofia.
Sesampainya di rumah Bima, Iqbaal langsung masuk ke dalam kamar Reno. Ia memeluk anaknya dengan sangat erat karena Iqbaal benar-benar sangat merindukan Reno.
"Daddy hiks hiks hiks," tangisan Reno langsung pecah saat Iqbaal datang memeluk nya.
"Iya sayang kenapa, kamu baik-baik saja kan, kenapa kamu tidak pernah datang ke rumah daddy lagi," tanya Iqbaal.
__ADS_1
Reno sama sekali tidak menjawab pertanyaan Iqbaal, ia terus memeluk daddy nya sangat erat, di dalam hati nya ia sangat ingin sekali ikut dengan daddy nya lagi.
"Kenapa dengan nya, tubuh nya tidak segemuk dulu," batin Iqbaal.
"Kamu ikut daddy sayang, kita pulang untuk beberapa hari," tanya Iqbaal m
"Tidak," tolak Reno, ia menolak nya karena Sofia akan menghukum nya ketika pulang nanti dari rumah Iqbaal.
"Tidak mau, jadi daddy akan pulang sendiri," tanya Iqbaal.
"Tidak," jawab Reno.
"Oke malam ini daddy akan tidur dengan Reno, besok pagi-pagi sekali baru daddy akan pulang."
Sebelum nya Iqbaal izin dulu dengan Bima jika diri nya akan menginap, apalagi saat ini Bima berada di luar kota. Dengan wajah yang rama Sofia menyambut keinginan Iqbaal dengan sangat baik, tetapi Reno sadar hukuman besar akan menimpa nya.
Iqbaal memesan berbagai macam makanan dan membawa nya ke kamar Reno, mereka berdua makan dengan sangat lahap. Apalagi Reno yang sudah seperti orang kelaparan, karena memang dia sangat lapar.
__ADS_1
"Kau makan dengan baik, tapi kenapa tubuh mu semakin kurus," ucap Iqbaal sambil mengusap rambut Reno.
Keesokan harinya pagi-pagi sekali Iqbaal pulang dari rumah Bima, Iqbaal sudah memasang CCTV tersembunyi yang ia letakan di kamar Reno, ia benar-benar sangat ingin tau kenapa Reno bisa sampai seperti ini.
"Bangun," Sofia menyiram kan air ke wajah Reno.
Sontak Reno langsung terbangun dengan wajah yang terkejut, Reno juga langsung menggigil kedinginan karena ia masih sakit.
"Kau makan enak ya," ucap Sofia sambil menarik makanan milik Reno.
Dengan cepat Reno langsung menahan tangan bunda nya, ia tidak mau makanan nya di ambil oleh Sofia.
"Jangan," teriak Reno.
Tarikan tangan Reno mengenai gelang berlian milik Sofia sampai gelang itu terputus. Sofia benar-benar marah dan langsung memukul wajah Reno sampai Reno terpental dan jatuh pingsan.
"Ahhkkk kurang ngajar," Teriak Iqbaal sambil membanting hp nya.
__ADS_1
Dengan cepat Iqbaal kembali ke rumah Bima untuk menyelamatkan anaknya nya.