Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Hamil


__ADS_3

"Hmmm kamu sakit sayang," tanya Fahri.


"Sedikit sakit, perut ku hanya mual dan sedikit tidak enak badan," jawab Kia.


"Kamu hamil sayang," tanya Fahri.


"Hamil, tidak mungkin kamu kan selama ini mengeluarkan nya di luar," jawab Kia.


"Fahri tidak percaya jika Kia tidak hamil, dari tanda-tanda yang terlihat Kia seperti wanita yang sedang hamil.


"Kamu beli dulu makanan yang kamu mau, aku ke apotek dulu ya," kata Fahri.


"Aku pesan obat mual ya, perut ku benar-benar mual," ucap Kia.


"Iya sayang," kata Fahri.


Kia membeli makanan yang ia inginkan sedangkan Fahri ke apotek untuk membeli sesuatu.


"Ada taspack mbak," tanya Fahri.


"Ada mas, tunggu sebentar."


"Oh iya sama obat mual untuk ibu hamil." Ucap Fahri.


Setelah mendapatkan barang yang di cari, Fahri berjalan mendekati Kia yang sedang menunggu makanan yang ia pesan.

__ADS_1


"Istri nya hamil mas," tanya tukang bakso.


"Mungkin pak, saya juga tidak tau, di turuti saja dulu biar tidak ngambek," jawab Fahri.


"Banyak sekali sayang," ucap Fahri.


"Aku lapar, kamu juga mau makan kan," kata Kia.


Sesampainya di apartemen Kia langsung menghabiskan makanan yang ia beli tadi, Fahri sampai tidak sempat meminta itu. Hal tersebut membuat Kia semakin yakin jika Kia sedang hamil.


"Sayang," aku membeli sesuatu," ucap Fahri.


"Apa sayang," tanya Kia.


"Untuk apa sayang, aku tidak hamil."


"Coba dulu, curiga kamu hamil, aku memang selalu keluar diluar, itu yang membuatku curiga," kata Fahri.


"Jadi kamu curiga aku hamil anak pria lain," tanya Kia.


"Aku tak tidak mengatakan hal itu, sekarang kamu periksa dulu," jawab Fahri.


Kia mengambil tespack itu dan langsung berjalan masuk ke dalam kamar mandi, Fahri menunggu Kia di balik pintu kamar mandi.


Tak lama Kia datang dengan wajah yang penuh air mata, kecurigaan Fahri benar jika Kia memang sedang hamil.

__ADS_1


"Aku hamil," ucap Kia.


"Kia kau hamil," kata Fahri yang sangat terkejut akan hal ini.


"Aku bersumpah ini anak mu Fahri, aku tidak pernah melakukan hal itu selain dengan mu," ucap Kia.


"Cukup Kia, aku sedang mencoba mengerti hal ini, aku mencoba percaya dengan mu, tapi ini mustahil Kia, aku selalu mengeluarkan nya di luar," kata Fahri.


Fahri memukul dinding dengan sangat kuat, ia masih tidak percaya jika Kia sedang hamil.


"Fahri aku bersumpah ini anak mu, percaya pada ku Fahri," kata Kia sambil memeluk Fahri.


"Kita ke rumah sakit Kia, maaf ini masih mustahil untuk ku, aku perlu bukti yang kuat Kia," ucap Fahri.


"Oke kita ke rumah sakit, tapi jika ini benar-benar anak mu. Aku bisa mengambil kesimpulan kalau kau benar-benar tidak mencintai ku," ucap Kia.


"Bukan begitu Kia, dengar aku dulu."


"Tidak ada yang perlu di dengarkan, jika kau cinta pada ku, seharusnya kau percaya pada ku, bukan malah menuduh ku." Kia pergi meninggalkan Fahri.


Di rumah sakit Kia langsung di periksa oleh dokter. Kia benar-benar sangat kecewa dengan Fahri yang sama sekali tidak percaya dengan nya.


"Mas saya ikut sakit hati dengan apa yang Anda pikirkan." ucap Dokter.


"Jadi istri saya benar-benar hamil dok, anak saya," tanya Fahri.

__ADS_1


__ADS_2