Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Episode 43


__ADS_3

"Oh begitu, oke oke aku akan mempersiapkan nya," kata Reno.


"Ziel kau memperbesar milik mu," tanya Iqbaal.


"Hehehe iya, bukan hanya aku, abang dan Harry juga."


"Kalian ada ada saja lah, tak kasihan dengan istri kalian," ucap Iqbaal.


"William ayo naik ikut kakek."


"Aku ikut," teriak Jansen.


"Tidak kau harus belajar Jansen, biarkan William saja." Reno melarangnya.


"Kau harus belajar dengan ku bang," ucap Hans.


Di dalam rumah Harry dan Anna sudah bertemu, karena baru saling mengenal mereka berdua masih terasa saling canggung, apalagi Harry tak pernah berkontak dengan seorang wanita sebelum nya.


"Bagaimana kabar mu," tanya Anna.


"Sangat baik tapi ya begitu aku masih merasakan lemas, ntah kenapa aku seperti ini, jujur aku sangat lelah aku ingin hidup seperti manusia normal lainnya," jawab Harry.


"Tetap yakin saja kalau akan sembuh, jangan pernah menyerah Harry, aku aan membantu mu untu sembuh, aku berjanji.''


"Terimakasih kau sangat baik pada ku, padahal sebelum nya kita tak saling kenal."


"Hahaha berbuat baik pada seseorang, tak harus kita saling mengenal,'' ucap Anna.


Harry menjelaskan apa yang akan mereka lakukan setelah menikah, Anna rasa Harry terlalu jauh berpikir ke depan untuk usia nya sekarang, ia tak yakin semua itu akan terwujud, tetapi sebagai pendengar yang baik Anna mendengarkan semua nya, ia tak mau membuat Harry merasa pesimis dengan hidup nya.


"Wah wah wah, kalian sudah sangat dekat ya, bagus tetap seperti ini ya, saling memberikan semangat ya. Ayah ingin bertanya pada kalian, di pernikahan kalian nanti malam mau bagaimana konsep nya, terus mau memakai pakaian apa, ayah akan membuatkan pernikahan yang berkesan untuk kalian berdua.''


"Bagaimana Anna? Apa yang kau inginkan, aku ikut saja pada m, ayah ku pasti bisa mengabulkan semua konsep yang kamu mau," kata Harry.


"Sebenarnya aku tak ada pernikahan impian, aku tak pernah memikirkan pernikahan ku dengan cepat. Tapi aku rasa karena kami berdua belum dewasa pakaian berwarna putih juga sangat bagus. Kalau konsep nya juga lebih bagus di dominasi berwarna putih."


"Begitu, ya sudah ayah akan mengabulkan semuanya. Kalian mengobrol dulu saja ya, nanti tempat pestanya di lantai dasar."


"Iyah yah, terimakasih untuk semua nya. Ayah memang yang terbaik dari yang terbaik."


Malam hari nya, semua persiapan pernikahan Harry dan Anna sudah selesai, meskipun hanya di kerjakan tak sampai satu hari semua nya berjalan sesuai keinginan Anna dan Harry, semua itu karena Iqbaal menurunkan 40 orang lebih untuk mempersiapkan semua nya.


Tak ada orang asing yang datang ke pernikahan ini karena sangat privasi, agar tetap terasa ramai, semua keluarga dari Iqbaal dan Anna hadir, mereka semua harus menjaga rahasia ini jika ingin tetap selamat, walaupun keluarga Iqbaal tak akan segan jika sudah menyangkut anak kesayangan nya ini.


Untuk memeriahkan acara tersedia panggung agar merea semua bisa bernyanyi, siapapun yang memiliki suara emas boleh menyumbangkan suara nya. Perjuangan Iqbaal sangat sangat besar untu membahagiakan anak nya, ia tak mau salah satu dari anak nya tak merasakan kebahagian.


Harry sudah tampil tampan menggunakan jas berwarna putih sesuai dengan apa yang mereka minta tadi. Wajah tampan nya benar-benar begitu terpancar dengan sangat jelas, wanita yang mendapatkan Harry sudah pasti merasa sangat beruntung.



"Kau sangat tampan adik ku, aku tak pernah membayangkan kalau kau menikah begitu cepat, abang sangat bangga pada mu," kata Aziel.


"Ya aku memang sangat tampan bang, semua orang mengakui jika aku lebih tampan dari mu, maafkan aku ya aku mengambil ke good lookingan ayah seluruh nya. Pasti kau sangat iri pada ku."


"Hahaha kau benar aku sangat iri dengan ketampanan adik ku ini, dia benar-benar sangat tampan dan rupawan," kata Aziel.


Aziel tak mengelak jika Harry memang lebih lebih dari semua aspek, dari otak,wajah, dan sifat Harry jauh mengungguli Aziel.


Harry dan Aziel keluar lebih dari dari dalam kamar, mereka berdua ke tempat pernikahan. Harry benar-benar sangat terpesona dengan dekorasi pernikahan yang sama indah, ia tak pernah menyangka pernikahan singkat nya ini bisa begitu indah seperti ini.




"Ayah." Harry langsung memeluk Iqbaal, jika ada kata selain terimakasih untuk mengungkap rasa terimakasih pada Iqbaal pasti ia katakan ayah nya benar-benar sangat bekerja keras untuk nya.

__ADS_1


"Ayah terimakasih untuk semua nya, aku sangat menyayangi ayah," ucap Harry.


"Untuk apa berterimakasih pada ayah, ini sudah menjadi tugas ayah sayang, ayah pasti ingin yang terbaik untuk mu..."


"Halo kalian semua, berjumpa lagi dengan saya Aziel pria paling tampan di dunia," ucap Aziel yang sudah berdiri di atas panggung.


"Di mohon untuk tamu undangan, bisa berada di tempat yang sudah di sediakan karena acara ajan segera di mulai..."


"Kau sudah sangat cocok menjadi mc Ziel," teriak Reno.


"Ya aku mc hari ini, ayah bayaran mu mahal," ucap Aziel.


"Suami mu memang ada ada saja sayang," kata Alya.


"Hahaha begitu lah, nama nya juga Aziel," balas Dinda.


Bagaimana ia tak mencintai Aziel kembali, Dinda selalu terhibur dengan sikap suami nya itu, apa saja yang Aziel lakukan selalu membuat nya tertawa. Ia tak menyesal memiliki rasa cinta yang besar pada Aziel.


Sudah waktunya untuk Alya menjemput Anna yang sedang di make up. Seperti nya Anna sudah selesai dan sudah siap untuk keluar kamar.


"Wah sayang kamu cantik sekali," kata Alya.


"Ya Alya, Anna memang memiliki wajah yang benar-benar sangat cantik," ucap Iris mamah Anna.


"Bunda jangan begitu, bunda membuat ku malu," ujar Anna, ia sangat malu jika di puji seperti itu.



"Sayang kamu jangan lupa ya setelah menikah seseorang yang paling harus kamu hormati adalah..."


"Suami ku," ucap Anna.


"Itu benar, jangan pernah membantah ucapan dari nya jika itu benar, jangan pernah memakai nada tinggi pada nya. Jadi lah istri yang baik untuk nya," ucap Iris.


Apa yang di katakan bunda nya semua nya sudah ia pelajari, ia akan melakukan semuanya dengan sangat baik. Keputusan nya untuk menikah tanpa paksaan orang lain, jadi ia harus menjalankan semua kewajiban nya dengan sepenuh hati pula.


Anna dan ke dua orang tuanya keluar dari dalam kamar. Anna berada di tengah tengah mereka berdua. Karena wajahnya sudah kelihatan dewasa orang orang tak akan menyangka jika usia nya masih remaja. Begitu juga dengan Harry, wajah Harry tergolong lebih dewasa dari pada anak remaja seusianya.


Harry terpanah dengan kecantikan istri nya, ia tak pernah menyangka akan menikah dengan seseorang yang begitu cantik seperti Anna. Rasa nya ia tak menyesal memilih Anna sebagai pendamping hidup nya.


"Ini dia pengantin wanita, wah benar-benar sayang cantik adik mu bang Reno. Aku saja sampai terpanah akan kecantikan nya. Oh iya untuk Harry tutup mulut mu rapat rapat, jangan sampai ada serangga yang masuk ke dalam," ucap Aziel.


"Abang..." Harry langsung menatap ke arah Aziel, ia sangat malu pada orang orang yang menatap nya.


"Jangan malu sayang, mereka semua itu keluarga kita dan Anna. Mereka tak akan memakan mu sayang," ucap Iqbaal.


"Bukan begitu yah, abang memang benar-benar ya. Aku akan memukul nya," kata Harry.


Acara pernikahan mu di laksanakan, tak butuh waktu lama Hardi dan Anna sudah resmi menikah. Mereka sekarang sudah menjadi sepasang suami-istri yang sah. Walaupun hanya pernikahan sirih saja.


"Cium bibir nya," ucap Reno.


"Malu," kata Harry.


"Jangan malu, kan di depan keluarga kita sendiri, untuk apa kamu malu," ucap Reno.


"Ayo Harry," ujar Iqbaal.


Perlahan Harry mendekati bibir Anna, ini pertama kali nya ia ingin mencium wanita, jangan kan untuk mencium berhadapan dengan wanita saja ia tak pernah. Dan ciuman pertama di antara ke dua nya terjadi, walaupun hanya kecupan singkat hal itu membuat semua orang bertepuk tangan untuk mereka berdua.


"Aku malu yah." Harry langsung menyembunyikan kepala nya di belakang Iqbaal.


Untuk mencairkan suasana Aziel kembali naik ke atas panggung, ia mengajak dan yang lainnya untuk bernyanyi dan bersenang-senang bersama sama.


"Kau sudah menikah kenapa seperti anak kecil begini," ucap Iqbaal.

__ADS_1


"Aku hanya malu, aku tak pernah berciuman di depan orang banyak, ayah kenapa ayah menyuruh ku seperti itu," kata Harry.


"Hahaha agar kau bisa merasakannya. Ya sudah, lihat sudah jam berapa sekarang waktu nya untuk beristirahat," ucap Iqbaal.


"Tunggu dulu, kita foto foto bersama dulu," kata Reno.


"Tak usah, nanti saja jika. mereka sudah menikah kembali secara resmi."


Karena memang sudah waktunya untuk tidur. Dan Harry sudah merasa mengantuk, Anna dan Harry pun masuk ke dalam kamar. Iqbaal tersenyum anak nya kini sudah mempunyai seseorang yang akan menemani nya. Iqbaal tak bisa lagi tidur dengan anak itu, ia hanya bisa mendoakan jika anak itu dapat sembuh setelah keinginan nya di penuhi.


"Ayo masuk ini kamar ku, tak berantakan kok, sangat wangi juga," ucap Harry.


"Benar benar sangat wangi dan rapi, kamu sangat suka kerapihan ya. Aku sangat senang melihat semuanya tersusun rapi seperti ini. Berbeda dengan kamar ku yang cukup berantakan."


"Kenapa bisa begitu," tanya Harry.


"Aku sekamar dengan adik ku, kamu tau sendiri kam bagaimana anak kecil, tak akan bisa rapi walaupun aku sudah merapihkan semuanya setiap saat."


"Hahaha nama nya juga anak kecil, nanti kalau kita mempunyai anak juga akan seperti itu," kata Harry.


"Hehehe iya.." Anna langsung merinding ketika Harry mengatakan anak, ia tak tau apakah Harry masih belum tau apa apa soal anak atau sudah belajar. Anna sangat berharap Harry masih polos seperti sebelumnya. Jujur ia belum siap untuk di apa apain oleh Harry. Mereka berdua sudah di masa pubertas, bukan tak mungkin jika mereka berdua melakukan hal itu.


Harry dan Anna duduk di ranjang berdua, mereka berdua masih sama sama bingung. Padahal mereka berdua hanya perlu mengganti pakaian saja, setelah itu langsung beristirahat.


"Ini sangat memalukan tapi aku harus mengatakan nya, aku tidur tak bisa memakai baju, tubuh ku akan terasa panas setelah itu berkeringat, kemudian akan kemerahan dan gatal. Jadi aku tak akan memakai baju kalau tidur," ucap Harry.


"Hanya itu saja, itu tak memalukan Harry, eh maaf aku harus memanggil mu apa??"..


"Nama saja tak papa, aku lebih suka di panggil dengan sebutan nama," ucap Harry.


"Nah itu tak memalukan nama nya, kalau memalukan itu kau masih mengompol," ucap Anna.


"Ya terkadang itu juga, aku juga masih pipis kalau tidur," kata Harry dengan wajah yang cukup memerah, ia sangat malu pada Anna.


Anna hanya bisa menahan tawa nya, untuk menghargai Harry supaya tidak malu pada nya Ya memang di usia mereka berdua masih tak asing jika masih mengompol di celana.


"Ya sudah aku berganti pakaian dulu." Anna membuka koper nya dan mengambil pakaian tidur. Setelah itu ia berjalan menuju kamar mandi.


Harry tak perlu repot repot mengambil pakaian ganti Ia cukup melepaskan satu persatu pakaian nya yang hanya menyisakan celana boxer. Setelah ita ia meletakan pakaian nya itu ke dalam keranjang kotor yang tak jauh dari ranjang nya.


Setelah mengatur suhu AC di bawa rata rata. Harry langsung bersiap siap untuk tidur. Anna keluar dengan menggunakan pakaian serba panjang, pakaian nya sudah di sesuaikan dengan kamar Harry yang begitu dingin. Untuk berjalan di lantai saja Anna harus memakai sandal khusus agar tidak kedinginan.


Ia terkejut melihat Hardi sudah bersiap mengambil posisi untuk tidur, Harry sudah hanya memakai boxer saja sesuai dengan yang ia katakan tadi.


Anna sedikit gugup melihat Harry itu, dari kelihatan awal nya saat memakai baju, tubuh Harry memang terlihat sedikit berotot, maklum saja gen keluarga ni memang seperti itu.


"Kamu tak nyaman ya?? Apa terlalu dingin?? Atau apa, katakan saja padaku."


"Tidak tidak, aku tetap hangat ko, kan aku memakai pakaian panjang dan hangat, jangan memikirkan ku. lebih baik sekarang kita tidur saja, sudah waktu nya untuk tidur."


"Iya....''


Tak seperti pada pengantin pada umumnya Harry dan Anna hanya tidur di malam pertama mereka, tak ada yang sepesial di malam pertama merea berdua.


Diluar para abang abang Harry dan keluarga nya malah berpesta, mereka menghabiskan malam dengan penuh kesenangan.


"Padahal yang menikah Harry tetapi yang sangat bersemangat dan bersenang senang malah abang nya," kata Alya.


"Ya begitu lah mah, apalagi suami ku sudah tak heran lagi, dia benar benar begitu aktif, apalagi dia sangat suka berpesta,'' ucap Dinda.


Aziel sangat bersenang senang karena ia banyak bertemu dengan keluarga nya, terutama Reynlad yang menjadi bos nya dalam kebuayaan.


"Mana istri mu, kau tak mengenalkannya pada ku, kau sudah melakukan proses sakral kan," tanya Reynald.


"Hahaha susah dong paman, tak mungkin aku tak melakukan nya. Ini sangat aku tunggu paman, apalagi istri ku sangat cantik," ucap Aziel.

__ADS_1


"Oh begitu, keren keren kau sudah menjadi buaya seperti ku sebelum nya, dan sekarang kau sudah memiliki istri yang baik dan cantik. Buaya memang harus seperti itu," kata Reynald.


"Hahaha paman bisa saja.."


__ADS_2