
"Hmmm kau kapan pulang," tanya Iqbaal.
"Lusa aku akan pulang, saat pernikahan kakak," jawab Aziel.
"Ziel kenapa kau jadi gempal seperti itu, di sana kau tidak pernah olahraga," tanya Iqbaal.
"Hehehe tidak dad, aku terlalu sibuk. Nanti setelah aku kembali ke sana, daddy akan menjadi pembimbing gym ku," jawab Aziel.
"Ya ya ya, dimana paman mu," tanya Iqbaal.
"Paman ada di dalam rumah, saat ini aku sedang di taman depan rumah bersama Zikri, aku membakar ikan," jawab Aziel.
"Ya sudah jangan merepotkan siapapun, kau sudah besar," kata Iqbaal.
"Siap dad, aku tutup dulu, titip salam untuk yang lainnya."
Setelah menghubungi daddy nya. Aziel kembali mendekati Zikri yang sedang sibuk membakar ikan bersama dengan Lisa dan Anna. Mereka berdua sudah dekat dengan Aziel.
"Anna kamu cantik sekali si, mau tidak jadi pacar abang," tanya Aziel.
"Istri itu apa," tanya Anna.
"Jangan kau pengaruhi adik ku Ziel," ujar Zikri.
"Hahaha sini aku bantu," ucap Aziel.
Semenjak bergaul dengan Zikri, Aziel jadi lebih banyak tau hal baru. Hal yang selama ini tidak pernah ia lakukan di rumah, ia lakukan di sini.
__ADS_1
"Aziel kau akan pulang," tanya Zikri.
"Lusa," jawab Aziel.
"Oh, kapan kau kembali ke Australia," tanya Zikri.
"Mungkin sekitar 2 minggu lagi, kenapa?"
"Tidak ada, aku sudah membicarakan nya pada ayah ku, kalau aku ingin kuliah dengan mu," kata Zikri.
"Jadi bagaimana, apa boleh?"
"Hmmm masih dalam pertimbangan. Kata ayah kalau Nilai ku bagus, aku memilih peluang besar. Aku harus menjadi lulusan terbaik di sekolah ku, itu sangat berat," kata Zikri.
"Kau pasti bisa," ucap Aziel.
Keesokan harinya, keluarga dari luar negeri sudah tiba di bandara. Siapa lagi jika bukan Fahri dan Kia, mereka datang bersama dengan kedua anak kandung mereka. Satu anak angkat mereka sedang sibuk dalam urusan sekolah, sehingga ia tidak bisa ikut ke acara ini.
Satu anak Kia masih sangat kecil, ia baru melahirkan beberapa bulan lalu. Sedangkan satu anak lagi berumur 7 tahun, hampir sama dengan Harry.
Sesampainya di rumah, Kia langsung memeluk Iqbaal dengan sangat erat. Ia sudah sangat lama tidak bertemu dengan Iqbaal, kakak tercinta nya.
"Aku sangat merindukan mu kak," ucap Kia.
"Kakak juga, kau baik-baik saja kan," tanya Iqbaal.
"Sudah pasti, aku merawat mereka dengan baik," kata Fahri.
__ADS_1
"Itu keponakan ku, wah dia sangat cantik," ucap Iqbaal.
"Mohon maaf Iqbaal, dia pria jadi sangat tampan," kata Reno.
"Hahaha kamu ada-ada saja sayang."
"Kakak ipar, aku sangat merindukanmu, kau semakin cantik saja," kata Kia.
"Itu anak mu satu lagi tidak ikut," tanya Iqbaal.
"Tidak dia sedang banyak tugas, setelah sekolah nya selesai aku dan suami ku akan pindah ke Indonesia," jawab Kia.
"Apa benar, itu yang kakak mau," tanya Iqbaal.
"Iya benar. Aku datang ke sini, juga akan mencari rumah," jawab Fahri.
"Kenapa tidak tinggal di sini saja," tanya Iqbaal.
"Tidak kak, anak ku tiga. Tidak mungkin aku tinggal di sini, aku sudah biasa tinggal sendiri," jawab Kia.
"Kak nanti temani kami untuk mengunjungi makam anak pertama kami," kata Kia.
"Iya nanti aku akan menemani kalian berdua."
"Bruk," satu pukulan mendarat di wajah Hans, anak ke dua dari Fahri dan juga Kia.
"Harry apa yang kau lakukan," teriak Iqbaal.
__ADS_1
"Aku menang," ucap Harry.