
Tangan Fahri bergerak membuka baju Kia, ia tersenyum saat melihat tubuh mulus Kia yang sangat menggoda iman nya. kepala nya kembali bergerak mendekati leher Kia dan bermain di sana.
"Fahri." Kia mencengkram pundak Fahri saat Fahri semakin lincah bermain di sana.
"Katakan sekarang kau ingin tidur dengan ku," ucap Fahri.
Tangan Fahri sudah mulai bergerak ke sana sini, muda bagi nya untuk membuat wanita bertekuk lutut pada nya. Kia seperti tidak memiliki tenaga untuk melawan Fahri, seolah-olah tubuh nya benar-benar ingin menerima sentuhan dari Fahri.
Fahri menghentikan aksi nya dan pergi meninggalkan Kia begitu saja. Diri nya sudah benar-benar bernafsu dan takut menghabisi Kia hari ini. Fahri sudah merencanakan bagaimana Kia menyerahkan tubuh nya.
Kia merasa wanita kotor karena membiarkan orang brengsek seperti Fahri mengeksplor tubuh nya, ia menangis di dalam kamar mandi sambil menutup wajah nya.
"Fahri buka, kenapa kau kunci," teriak Kia.
"Kau punya sopan santun, bagaimana mungkin seorang istri memanggil suami nya dengan sebutan nama," ucap Fahri dari balik pintu.
"Aku harus memanggil mu apa," tanya Kia.
"Pikir sekarang, atau kau akan tidur di dalam sana," jawab Fahri.
"Sayang buka sayang, aku sudah kedinginan," ucap Kia yang sebenarnya sangat jijik mengatakan kata sayang pada Fahri.
__ADS_1
"Hmmm sayang, katakan sayang kamu dari mana tadi."
"Sayang tolong buka, aku sudah tidak kuat," ucap Kia.
"Katakan Kia, kau dari mana," bentak Fahri.
"Aku...aku." ucap Kia yang sangat bingung harus menjawab apa.
"Katakan Kia, jangan sampai aku mengunci mu sampai besok pagi," kata Fahri.
"Aku bertemu dengan nya," ucap Kia.
"Akhhhh sakit sayang," ucap Kia sambil memegang tangan nya yang di sangat kasar oleh Fahri.
Fahri membanting Kia ke atas kasur, Fahri merangkak naik ke atas tubuh Kia yang sedang tidak memakai apapun.
"Kau mau bermain-main dengan ku Kia," ucap Fahri.
"Maaf, aku janji tidak akan bertemu dengan nya lagi," kata Kia dengan lirih.
"Kau beruntung kita masih berada di rumah ku, jika sudah di apartemen jangan harap kau bisa lepas dari ku," Fahri memejamkan mata nya sambil memeluk Kia yang masih belum mengenakan apapun.
__ADS_1
Kia kembali menangis mendapatkan perlakuan kasar dari Fahri, rasa nya ia sudah tidak kuat harus bersama monster seperti Fahri.
"Kia diam," Fahri membalik tubuh Kia dan menempelkan tubuh Kia dengan tubuh nya. Perlahan tangan Fahri mengusap rambut Kia dengan lembut.
Pagi hari nya setelah sarapan pagi, mereka berdua langsung bersiap-siap untuk pindah ke apartemen, Bayu masuk ke dalam kamar Fahri untuk berbicara dengan Fahri.
"Ada apa yah," tanya Fahri.
"Kenapa wajah Kia seperti banyak menangis, apa yang kau lakukan pada nya."
"Ayah kami pengantin baru, milik ku terlalu besar, jadi dia menangis saat milik ku dengan cepat masuk ke dalam sana. Sudah jangan khawatir yah," ucap Fahri.
"Apa itu benar, hanya karena malam pertama kalian," tanya Bayu.
"Iya yah, sudah jangan ganggu kami, kami ingin melanjutkan nya di apartemen," jawab Fahri yang membuat Bayu lega.
Setelah bersiap-siap mereka berdua langsung berangkat, Kia merasa setelah ini hidup nya akan jauh lebih menderita.
"Bagaimana dengan Kia sayang," tanya Alya.
"Fahri pasti sudah memakan nya, semoga saja mereka berdua menjadi pasangan seperti kita," jawab Iqbaal.
__ADS_1