Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Kembali.


__ADS_3

"Abang mu pasti mengirimkan uang jajan," kata Reynald.


"Rekening ku masih sama bang," ucap Aziel.


"Hahaha siap-siap. Reno biasa kamu memberikan nya uang jajan berapa," tanya Reynald.


"100," jawab Reno.


"Aku akan mengirim mu 200," ucap Reynald.


"Aku mengirim mu 300 Ziel," kata Reno.


"Aku 600, sudah kau tidak perlu mengirim," ucap Reynald.


"Tidak aku mengirim mu 1 m, sudah kau tidak perlu mengirim nya lagi," kata Reno.


"Sudah sudah jangan bertengkar karena ingin mengirimkan ku uang, cukup kak Reno 1 m dan bang Reynald 1 m," ucap Aziel.


"Enak di kau," kata mereka berdua.


"Hahaha salah siapa bertengkar, hanya mengirimkan uang jajan saja bertengkar," kata Aziel.


Mereka berjalan ke ruang keluarga, niat Reynald yang ingin membawa Ziel ke perusahaan nya, ia malah berniat ingin pergi mengantar Ziel ke bandara saja.


"Sudah siap cucu kakek," tanya Azka.


"Siap dong kek, aku sudah mendapatkan uang jajan juga," jawab Aziel.


"Dari siapa, aku tidak perlu memberi mu uang lagi kan," tanya Azka.


"Dari bang Reynald dan kak Reno, kakek tida perlu memberikan ku uang jajan lagi," jawab Aziel.


"Sudah pesawat kita sebentar lagi akan terbang," ucap Azka.


"Pesawat kita kek, jadi kita pergi bersama, kakek juga mau ke Australia," tanya Aziel.


"Iya lah, aku ingin melihat perkembangan cucu ku dj sana, aku juga ada beberapa kerjaan," jawab Azka.


"Ikut." Teriak Harry sambil melompat ke atas sofa.


"Ikut kakek," ucap Harry.


"Kau sudah bangun, tidak ya sayang. Di sana sangat panas nanti kulit kamu akan sakit, kamu di rumah saja ya," kata Azka.


"Abang ikut aku tidak," ucap Harry.

__ADS_1


"Hey aku sekolah kau tidak jangan iri," kata Aziel sambil menarik adik bungsu nya.


Aziel menciumi wajah Harry, anak kecil memang memiliki aroma yang berbeda. Tetapi Harry anti cium-cium, dengan cepat kaki nya melayang ke tubuh Aziel.


"Aku tidak suka di cium," ucap Harry.


"Aaghhkkk masa depan ku." Aziel memegang masa depan nya yang tertindas.


"Harry, jangan seperti itu. Minta maaf dengan abang," ucap azka.


"Tidak mau," tolak Harry.


Azka merasa anak bontot ini memiliki sifat yang sebelas dua belas dengan nya dan Iqbaal. Keras kepala dan suka melakukan hal yang enak nya. Dari tidak sika dengan wanita sudah sama dengan nya, sampai tidak bisa terkena sinar matahari seperti daddy nya.


"Kau ya untung masi menggemaskan," ucap Azka.


Karena pesawat mereka terbang pukul 8 pagi, mereka langsung berangkat ke Bandara. Mereka berdua di antar oleh Iqbaal, Reno, Reynald, Zikri dan juga si bontot Harry. Pria berbatang besar...


"Banyak sekali ya yang mengantarkan kita," kata Aziel.


"Kau bisa diam tidak, jangan banyak bergerak," ucap Reynald pada Harry yang ada di atas pangkuannya.


"Paman." Harry menaikan baju Reynald dan menekan nekan perut Reynald.


"Sama kayak abang, tapi ini keras," kata Harry.


Di bandara mereka semua berpisah. Aziel memeluk satu satu orang yang mengantar nya. Ia sangat senang mendapatkan perhatian banyak dari orang terdekat nya.


"Belajar dengan baik, aku menunggu hasil yang memuaskan, bulan ke enak setelah ini kita akan bertemu lagi," kata Iqbaal.


"Siap daddy, aku akan membuat mu puas seperti mommy," ucap Aziel.


"Kau jangan bermain wanita, lupakan wanita itu. Fokus Ziel, aku tidak mau mendengar kau mengalami penurunan," kata Reno.


"Siap kak, tapi aku juga manusia aku...


"Ehmmm masih mau membantah ku," potong Reno.


"Jadi lah diri mu sendiri, jika semua tekanan yang kau alami membuat mu menderita katakan, jangan diam untuk memuaskan orang lain tetapi diri mu tidak merasa bahagia. Kebahagiaan di mulai dari diri sendiri, jika kau tidak bahagia bagaimana mungkin kau bisa membuat orang lain bahagia. Aziel aku tau kau pria yang pintar, tapi ingat kau juga memiliki batasan seperti manusia pada umumnya," ucap Reynald.


Dari semua ucapan perpisahan dari keluarga nya hanya ucapan Reynald yang membekas di otak nya Semua orang meminta untuk sempurna, tetapi Reynald mengerti jika diri nya juga manusia biasa.


"Bang kau yang terbaik, Terima kasih untuk semuanya. Aku baru mengenalmu aku ingin lebih mengenal mu, tetap bersama kak Kayla karena aku ingin bertemu dengan mu lagi setelah semua ini selesai," kata Aziel.


"Hahaha siap, jangan kaget kalau aku pulang kau akan. mendapatkan keponakan," ucap Reynald.

__ADS_1


"Zikri kau diam saja," kata Reno.


"Aku bingung aku sudah ingin ikut dengan Ziel," ucap Zikri.


"Sabar selesai kan dulu sekolah mu, ingat kau pasti bisa, aku tunggu bulan ke 6 setelah ini," kata Aziel.


"Siap Ziel, aku pasti bisa mengusul mu," ucap Zikri.


Aziel dan Azka pergi meninggalkan mereka, dan mereka semua kembali masuk ke dalam mobil. Reynald merasakan hal yang tidak pernah ia rasakan dari keluarga nya, keberadaan dan kehangatan keluarga ini lagi dan lagi membuat Reynald tercengang.


"Paman tidak jelek lagi," kata Harry sambil memegang wajah Reynald.


"Aku ingin mencium mu, wajah mu sangat menggemakan," ucap Reynald.


Plakkk... Satu tamparan mendarat di wajah Reynald.


"Tangan kecil mu ringan sekali ya," kata Reynald.


"Harry tangan mu jangan suka memukul," tegur Reno.


"Aku tidak suka di cium," ucap Harry.


"Untuk aku tidak ada kata Tidak." Tanpa ampun Reynald mencium wajah Harry, sesekali ia menggunakan lidah nya yang membuat Harry berteriak histeris.


"Ahkkkk tidak mau," teriak Harry.


Sesampainya di rumah mereka melanjutkan aktifitas mereka masing-masing. Untuk Zikri ia akan langsung pulang bersama dengan Bima ayah nya.


"Ayah mau pulang," tanya Reno.


"Iya adik mu sudah terlalu lama cuti," jawab Bima.


"Ini aku ada uang untuk jajan adik-adik ku, maaf aku tidak bisa ke sana."


"Tidak Reno," tolak Bima.


"Ini untuk adik-adik ku, bukan untuk ayah. Yang berhak menolak mereka. Aku tidak ingin pilih kasih yah, adik ku di sini aku berikan semua nya, adik ku yang di sana juga harus," ucap Reno.


"Terima kasih Ren, ayah pulang dulu. Jangan lupa untuk berkunjung ke sana."


"Siap ayah," ucap Reno.


"Aku pulang kak, Terima kasih untuk semua nya, Mu sangat bahagia," kata Zikri.


"Belajar dengan baik, kau ingin menyusul Aziel bukan," kata Reno.

__ADS_1


"Siap aku pasti bis menyusul nya," ucap Zikri.


Reno sangat bangga pada adik-adik nya yang bekerja keras untuk mendapatkan sesuatu. Ia jadi tidak sia sia membiayai kehidupan mereka semua.


__ADS_2