
"Harry aku menangkap mu," ucap Reynald sambil membawa Harry ke sofa.
"Ahhkkk paman jahat," teriak Harry.
"Hahaha aku mempunyai hobi baru, kau sangat menggemaskan, tapi kadang kau sangat menjengkelkan," ucap Harry.
"Lepas paman," rengek Harry.
"Main dengan ku yuk, kita ke mall," ucap Reynald.
"Mainan," kata Harry.
"Deal." Reynald kembali mencium Harry setelah itu ia membawa Harry ke mobil nya.
Reno yang habis mengantarkan Zikri dan Bima melihat Reynald membawa Harry keluar. Karena tidak ingin terjadi apa-apa pada adik nya ia berjalan mendekati mereka berdua.
"Mau kemana itu," tanya Reno.
"Mau ke mall, kami ingin ke tempat bermain, aku suntuk di rumah," jawab Reynald.
"Harry." Reno membisikkan sesuatu pada Harry, ia tau bagaimana cara mengerjai Reynald.
"Apa yang kalian bicarakan," tanya Reynald.
__ADS_1
"Oke bang," ucap Harry sambil tersenyum lebar.
"Ayo paman." Harry melompat ke atas tubuh Reynald, jika sudah mulai nyaman dengan seseorang Harry memang seperti itu.
"Anak ini ya, sudah kau jadi anak ku saja." Reynald langsung membawa Harry ke mobil.
Sesampainya di mall, Reynald membawa Harry ke Arena bermain, Harry cukup sulit bergaul dengan orang baru, apalagi wanita itu sebabnya ia hanya bermain dengan Reynald saja.
"Tidak ke sana, itu banyak teman-teman mu," ucap Reynald.
"Tidak mau, aku mau mainan saja," kata Harry.
Karena memang tidak ada semangat bermain dengan Harry. Reynald membawa Harry ke tempat mainan yang akan Harry borong. Seperti biasa nya dengan lincah tangan nya mengambil semua mainan yang menarik di mata nya.
"Sudah," tanya Reynald.
"Belum," jawab Harry.
"Tapi sudah banyak," ucap Reynald.
"Masih ingin itu, itu itu." Harry menunjuk semua mainan yang ia mau.
Baru beberapa menit mereka berdua di toko itu Reynald sudah memenuhi satu keranjang dorang dan seperti nya Harry masih belum puas juga. Harry memang seperti itu jika tidak ada batasan ia akan mengambil semua yang ia mau. Biasa nya Reno memberikan batasan terapi karena bersama Reynald, Reno mengatakan pada Harry kalau ia bisa mengambil semua nya yang ia mau.
__ADS_1
Reno masuk kedalam kamar nya dengan perasaan yang senang, ia yakin Reynald sedang kewalahan dengan adik bungsu nya itu.
"Sayang kamu terlihat sangat senang," tanya Annisa yang sedang bersama dengan Kayla didalam kamar.
"Hahaha iya aku mamang sangat senang. Sedang apa kalian berdua," tanya Reno.
"Sedang membahas kehamilan. Kayla ingin segera hamil," jawab Annisa.
"Iya Kayla? kakak yakin kamu akan hamil, milik suami mu kan seperti raksasa isi nya banyak pasti dia akan bergerak dengan cepat."
"Kakak jangan seperti itu ah, aku takut aku tidak bisa hamil," kata Kayla.
"Untuk apa takut sudah nikmati saja hidup mu, kamu tau cepat atau lama nya kita mempunyai anak tidak menjamin hidup kita bahagia," kata Reno.
"Iya kak aku paham, tapi suami ku sudah ingin punya anak," ucap Kayla.
"Kalau begitu kamu dan Reynald bisa program kalau tidak yakin, semua ada jalan nya," kata Reno.
"Iya kak, sudah aku kembali ke kamar dulu, aku pasti menganggu kalian berdua," ucap Kayla.
"Jangan mencari suami mu, dia sedang bersama dengan Harry," kata Reno.
"Sial dia menguras dompet ku," batin Reynald.
__ADS_1