Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Episode 10


__ADS_3

"Sudah pun mah, dia sudah meminta wanita. Ya aku maklum si masa pubertas memang seperti itu. Nanti jika usia nya sudah menginjak 17 tahun semuanya akan lebih parah lagi. Hati-hati saja lah menjaga pergaulan nya. Wajah tampan nya itu menjadi incaran banyak orang. Satu lagi dia sudah rajin berolahraga, sudah pasti tujuan nya untuk menarik lawan jenis."


"Hahaha iya sayang. Kau juga ya, jangan macam macam, kau akan menikah, jangan membuat malu keluarga," kata Alya.


"Iya mah," ucap Aziel.


Setelah menghubungi mamah nya. Aziel langsung menjelaskan semuanya pada Lisa, ia tidak mau Lisa salah paham dengan nya. Semua nya sudah di atur, Aziel tidak bisa berbuat apa apa lagi, ia hanya bisa berharap Lisa mau menerima penjelasan nya, jika tidak mau ya sudah Aziel akan mengakhiri semuanya, ia memang sangat mencintai Lisa, Lisa yang menemani nya membangun restoran ini dari Nol, tetapi jika Lisa tidak mau ia bisa apa. Ia juga tidak mungkin melanggar apa yang orang tua nya tentukan. Harta nya bisa langsung di sita oleh keluarga nya.


"Kamu mengerti sayang," tanya Aziel.


"Ya sudah lah, mau bagaimana lagi. Aku hanya bisanya percaya pada mu, aku harap apa yang katakan itu benar. Aku sudah menemani mu dari dulu sampai sekarang, jangan kecewakan aku sayang," ucap Lisa.


"Pasti sayang, ini hanya sementara waktu. Aku yakin orang tua ku akan mengerti, jika pernikahan ku tidak mendapatkan kebahagiaan, mana mungkin orang tua ku tetap memaksa ku meneruskan pernikahan ini. Mereka mempunyai hati, perasaan tidak bisa selama nya di paksakan," kata Aziel.


Aziel sangat bersyukur Lisa mau mendengar kan nya, semuanya pasti akan selesai seperti kemauan nya. Ia hanya ingin menikah dengan Lisa seseorang yang sangat ia cintai sampai kapan pun.


...☘️☘️☘️...


Hari yang paling Aziel tidak tunggu pun datang. Hari pernikahan nya dengan Dinda. Aziel tidak menyangka pernikahannya di gelar sangat mewah. Banyak tamu undangan dari berbagai negera datang ke acara pernikahan nya. Aziel tidak gugup sama sekali, karena ia sudah sangat siap untuk menikah. Ia hanya masih belum bisa menerima karena ia harus menikah dengan Dinda asisten nya sendiri.

__ADS_1


Hari Dinda juga tampil cantik tanpa kaca mata. Ia sudah bisa memakai soflen seperti biasa nya, meskipun tidak boleh terus menerus dan khusus untuk hari ini saja. Dinda tampil cantik dengan gaun berwarna putih serasi dengan jas berwarna hitam milik Aziel. Mereka berdua sangat cocok sekali, jika tidak tau mereka berdua pasti mengira jika mereka berdua berpacaran sudah lama. Padahal sebenarnya mereka berdua tidak sehari pun berpacaran.



(Kurang lebih seperti ini. Muka di tutup karena belum menemukan visual yang cocok untuk mereka berdua)


"Kau sudah bertemu dengan istri mu bang," tanya Harry.


"Aku belum menikah dengan nya, jangan berkata jika dia istri ku. Lagi pula kami akan bertemu setelah selesai menikah, baru dia akan keluar."


"Hahaha begitu aku baru saja melihat nya. Dia memakai gaun berwarna putih. Dengan bagian atas dada yang cukup terekspos. Bodi nya cukup bagus bang, leher nya sangat jenjang bang, dia sangat cantik sekali, aku rasa burung mu langsung on saat melihat nya."


"Hahaha apa seperti itu. malam pertama yang baik dong," kata Aziel.


"Bang, setelah menikah kau akan tinggal di apartemen mu kan," tanya Harry.


"Ya iya lah tinggal dimana lagi," jawab Aziel.


"Hahaha ya sudah jangan ngegas, aku akan tinggal dengan mu satu minggu lagi, setelah itu aku kembali ke Indonesia."

__ADS_1


"Hahaha jangan ngintip malam pertama ku ya," kata Aziel.


"Emang nya mau ngapain," tanya Harry.


"Tidak ada si, aku tak akan mau dengan nya," jawab Aziel.


Pernikahan pun di laksanakan, Aziel sudah resmi mempunyai istri, dan Dinda sudah resmi menjadi milik Aziel. Sesuatu hal yang tidak pernah mereka berdua pikirkan sebelum nya, tetapi ini lah hidup, setiap garis yang sudah ditakdirkan tidak akan bisa di rubah.


Dinda berjalan mendekati Aziel. Aziel benar-benar terpanah dengan kecantikan yang Dinda miliki. Semua yang di katakan Harry tadi benar ada nya. Dinda terlihat sangat cantik sekali, adik nya saja langsung bangun seketika. Itu pertanda Dinda salah satu wanita pilihan adik nya.


"Tutup mulut mu ziel," bisik Reno.


"Eh." Aziel langsung membuang arah wajah nya.


Dinda duduk di depan Aziel. Mata Aziel langsung tertuju pada leher jenjang Dinda, ntah kenapa kepala nya mendadak mendekati leher itu.


"Sabar." Reno menarik kepala Aziel.


Hal itu benar-benar membuat Aziel malu dan sangat kikuk, setan mana yang merasuki Aziel sampai bisa seperti itu.

__ADS_1


Bukan hanya Aziel Dinda pun sama terkejut nya dengan Aziel. Ia pikir Aziel tidak seperti ini, ternyata pikiran nya terlalu bersih untuk seorang Aziel.


Acara terus berlalu. Mereka berdua duduk di atas pelaminan menyambut para tamu yang hadir. Semua nya sangat senang di pernikahan ini, hanya Aziel yang merasa tidak senang sekaligus bingung. Kenapa bisa seperti ini.


__ADS_2