
Pagi hari nya, seperti biasa sebelum menjalankan aktivitas masing-masing mereka sarapan terlebih dahulu. Vania bangun tidak terlalu siang, ia masih bisa makan bersama dengan yang lainnya.
"Vania," kata Reno.
"Iya kak ada apa?"
"Kau dengan Raffi sedang dekat ya," tanya Reno.
"Tidak kak, kata siapa apa kata nya," tanya Vania.
"Tidak kok, aku hanya bertanya saja," jawah Reno.
"Reno Raffi orang nya bagaimana, dia bisa di percaya," tanya Fahri.
"Dia paket lengkap paman, sudah kalau Vania mau nikahkan saja mereka," jawab Reno.
"Tidak mau, aku belum selesai sekolah," kata Vania.
"Tidak papa Vania, gas saja, kalau kamu mau aku bisa kok menikahkan kalian berdua," kata Reno.
"Tidak kak, aku tidak mau menikah," tolak Vania.
"Mamah si setuju saja dari pada kamu pacaran, lebih baik kalian menikah saja," ujar Kia.
"Bagaimana Vania," tanya Reno.
"Sudah jangan di paksa, biarkan mereka dekat dulu, setelah mereka berdua benar-benar serius baru bisa di bicarakan pernikahan mereka," kata Iqbaal.
"Iya paman aku setuju dengan paman, aku dan Raffi tidak dekat sekali, kami hanya saling kenal saja Lagi pula aku masih sekolah aku tidak mau menikah dengan cepat," jelas Vania.
Di tempat lain Raffi sedang bersama mamah nya, mamah nya sudah benar-benar berubah tidak ada kata bermain dengan berondong lagi. Amel setiap malam sudah di sentuh oleh Hardy jadi tidak ada alasan untuk Amel mencari kepuasan di tempat lain.
"Mamah tadi malam kenapa," tanya Hardy.
"Mamah kenapa seperti nya tidak ada ah, mamah hari ini sedang senang saja," jawab amel.
"Mamah senang kenapa," tanya Raffi.
"Tadi malam malam pertama mamah dan papah mu, mamah sudah di sentuh papah mu mamah sangat senang dan sangat puas," jawab Amel.
Raffi menaikan satu alis nya ia tidak tau jika mamah nya seperti ini, sesenang itu kah di sentuh papah ntaalah hanya Amel yang tau rasa nya sampai ia sampai sesenang ini.
"Mamah senang sekali si sampai seperti itu, tadi malam teriak kenapa," tanya Raffi.
"Tidak ada Raffi sudah makan lah, nanti dingin tidak enak dimakan lagi," jawab Amel.
Sebenarnya Amel senang karena mendapatkan sosis ukuran jumbo, ia tidak pernah punya suami nya ternyata berukuran jumbo seperti pisang tanduk Hal itu benar-benar membuat Amel sayang senang..
"Mamah bisa cerita tidak bagaimana mamah bisa bertemu dengan papah, aku sampai sekarang belum tau kenapa mamah dan papah bisa bertemu," tanya Raffi.
__ADS_1
"Okeh mamah ceritakan pada mu, bahkan mungkin papah mu tidak mengingat hal ini," kata Amel.
Flashback.
Amel seorang wanita malam yang sedang di ujung tanduk, ia memiliki banyak hutang dimana-mana, termasuk pada leo. Saat itu ia sedang di pakai oleh Leo dan Leo meminta semua hutang-hutang nya di bayar.
Saat itu amel tidak memiliki uang sedikit pun, ia hanya bisa memohon agar Leo bisa menunda pembayaran hutang itu. Leo setuju bahkan akan menghapuskan semua hutang nya asalkan diri nya mau di bawa leo pergi dari tempat itu.
Amel tidak pilihan lain selain setuju pada permintaan Leo, amel pikir Leo akan menikahi nya dan membawanya nya hidup bahagia, ternyata tidak sama sekali. Ia malah di minta menikah dengan pria yang tidak ia Kanal dan meminta ia membawa pergi pria itu jauh jauh.
Amel pun menikah dengan Hardy saat ingin pergi, ada seseorang pria yang memberikan nya seorang bayi yang ternyata anak dari Hardy Annisa. Saat itu di otak Hardy hanya ada Annisa dah Raffi. Itu sebabnya Hardy bisa bertemu Raffi kembali, walaupun otaknya Hardy sudah konslet.
Flashback selesai.
"Oh jadi begitu, aku jadi paham sekarang," kata Raffi.
"Ya begitu lah, sekarang papah mu sudah kaya kembali dan mamah sangat senang. Sudah sosis nya besar sekali," ucap Amel Keceplosan.
"Hahaha oh karena itu mah, ya ampun memang besar mah, Papah kan keturunan arab," kata Raffi sambil menahan tawa nya.
"Jadi malu," ucap Amel.
Setelah selesai mengobrol dengan mamah nya yang telah berubah Raffi langsung pergi ke sekolah. Hari ini di sekolah ada kelas meeting dan sudah pasti semua orang akan sibuk termasuk Raffi yang akan menjadi seorang juri.
Sesampainya di sekolah Raffi langsung ikut upacara bendera memperingati hari Guru. Ia baris tepat di samping mantan istri nya, tetapi pasangan Raffi bukan ke sana, pasangan Raffi berada pada Vania terus mengusap keringat nya karena kepanasan.
Vania sadar jika ia sedang di lihati oleh guru atau bisa di katakan pacar bohongan nya, ia sangat kesal karena Raffi terus menjulurkan lidah nya, Raffi mengejek Vania yang sedang kepanasan. Setelah upacara selesai di lanjutkan dengan lomba pembacaan puisi dan kebetulan peserta nya ada Vania.
"Pas aku juri dan dia peserta," kata Raffi.
Vania sangat gugup karena saat ini giliran nya akan tampil, ia semakin gugup karena Raffi lah yang menjadi juri nya.
"Jangan pilih kasih dengan pacar mu," kata Tina.
"Raffi tersenyum mendengar hal itu, ia tidak menyangka Tina mengatakan hal itu pada nya.
" Tidak akan dia tetap akan menang kok," kata Raffi.
"Vania dari kelas ipa 3." Vania yang nama nya di panggil langsung berjalan maju. Raffi memberikan semangat pada Vania yang membuat Vania Sedikit lebih kuat.
Buat apa pendidikan, aku bertanya
Mengajarmu kenal yang agung, jawab gunung
Agar kau tahu kekekalan, kata langit
Bisa menikmati keindahan, tambah matahari
Supaya tahu keburukan, seru hutan
__ADS_1
Paham pada diri sendiri, siul burung
Dan bikin kau dinamis, bisik angin
Apa manfaatnya bagiku, aku bertanya
Supaya pikiranmu jernih, ujar kolam
Dan jiwamu berseri, bujuk teratai
Aku tak paham juga kenapa mesti begitu
Supaya kau mencintai hidup, bentak pohon
Tahu kebebasan dan keterbatasan, nasihat bulan
Tak puas pada semua penjelasan itu aku tidur
Esok harinya aku bangun dan bertanya lagi
Tapi mengapa engkau bangun? tanya jendela
Untuk apa kau hidup? desak udara
Mengapa kau termangu? hardik batu-batu
Kau ingin mati ya? ejek bunga-bunga
Bagaimana aku bisa menjawab mereka
Bapak guru cuma bisa bertanya-tanya
Ketika aku kecil dan menjadi muridnya
Dialah di mataku orang terbesar dan terpintar
Ketika aku besar dan menjadi pintar
Kulihat dia begitu kecil dan lugu
Aku menghargainya dulu
Karena tak tahu harga guru
Ataukah kini aku tak tahu
Menghargai guru?
Semua orang hampir menangis karena Vania, Vania benar-benar menyampaikan semua nya dari hati nya. Termasuk Raffi yang sangat terharu padahal ia baru menjadi seorang guru.
__ADS_1