
Mau tidak mau Fahri harus di infus karena kehilangan banyak cairan, dokter juga memberikan beberapa obat dan salep untuk luka lebam di tubuh nya. Setelah cairan infus habis dokter pergi dari meninggal apartemen mereka.
"Istirahat lah, aku pulang dulu, besok pagi aku akan datang lagi," ucap Kia.
Fahri menarik Kia dan langsung memeluk nya, "Temani aku, jangan pergi," ucap Fahri dengan lirih.
Kia tidak ada pilihan lain lagi selain menemani suaminya, kali ini Fahri juga bersikap sangat lembut pada nya.
"Hmmm baiklah." Kia membalas pelukan itu.
"Anak kita sayang hiks.. hiks.. hiks.." Iqbaal menangis sambil memeluk Alya.
"Kenapa sayang, Kayla kenapa," tanya Alya yang belum ngeh jika dirinya keguguran.
"Bukan Kayla sayang, anak kita di sini telah pergi," ucap Iqbaal sambil mengusap perut Alya.
"Aaaku.. Aku hamil sayang," tanya Alya.
"Iya sayang kamu hamil, tapi dia sudah pergi meninggalkan kita," jawab Iqbaal.
__ADS_1
Hati Alya benar-benar hancur ketika tau hal itu, ia hanya bisa menangis menyesali semua nya. Alya merasa semua ini karena diri nya yang terlalu ceroboh.
"Aku ceroboh, ini salah ku. Aku bodoh hiks.. hiks.. hiks."
"Tidak kamu tidak salah, jangan salahkan siapapun. Ini sudah takdir sayang, jangan menyalahkan diri mu," Iqbaal memeluk dan mengusap kepala Alya untuk menenangkan istri nya.
Setelah Alya tenang, Iqbaal ikut naik ke atas kasur dan tidur bersama dengan Alya.
"Kita akan berjuang lagi sayang, kamu bersiap lah, made in hawai akan datang," ucap Iqbaal.
Pagi hari nya Fahri merasa tubuh nya sudah tidak terlalu sakit lagi, kepala nya juga sudah tidak berat seperti kemarin malam. Meskipun begitu Fahri masih enggan bangun dan memilih memeluk Kia, tangan nya masuk ke dalam baju Kia dan mengusap perut rata itu.
"Terima kasih mau menemani ku," kata Fahri sambil menyembunyikan wajah nya di leher jenjang Kia.
"Kamu malu," tanya Kia.
"Tidak aku hanya ingin mencium leher ini," jawab Fahri sambil memberikan ciuman manis di leher Kia.
"Geli," ucap Kia.
__ADS_1
"Kamu sudah tidak panas lagi, aku bisa pulang sekarang," kata Kia.
"Kau benar-benar mau pergi meninggalkan ku," tanya Fahri.
"Fahri aku pikir kita tidak mungkin bisa bersama, kau sudah banyak bermain wanita di belakang ku, dan secara terang-terangan kau selingkuh dari ku. Tidak ada kebenaran di atas perselingkuhan Fahri. Aku sudah benar-benar lelah menjalani ini semua, cepat atau lambat aku akan mengatakan pada ayah ku tentang hubungan kita," jawab Kia.
"Aku akkku," ucap Fahri dengan cukup bingung.
"Sudah aku pergi dulu, berusaha memperbaiki diri mu Fahri, aku yakin ada wanita yang beruntung mendapatkan mu," kata Kia sebelum pergi meninggalkan Fahri.
Setelah kepergian Kia Fahri merasa ada yang kurang di hati nya, untuk mengusir itu semua Fahri memilih masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan Kia.
"Kakak ipar bagaimana kabar mu," tanya Kia.
"Sudah jauh lebih baik, dimana suami mu," tanya Alya.
"Di apartemen kak, semoga kakak cepat di berikan anak lagi," ucap Kia yang sudah tau jika kakak ipar nya keguguran.
"Dan kamu juga, biar anak kita seumuran Kia, pasti sangat seru," kata Alya.
__ADS_1
Ucapan Alya menjadi pikiran bagi Kia, ia sudah beberapa kali melakukan hubungan dengan Fahri, tapi Fahri selalu mengeluarkan nya di luar, "Aku tidak mungkin hamil," batin Kia.