Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Bisa lembut juga


__ADS_3

Sesampainya di apartemen itu, Kia langsung merapihkan pakai nya dan pakaian milik Fahri ke dalam kemari, sedangkan Fahri asik telepon dengan mesra sambil tiduran di atas kasur.


"Ini pakaian siapa," tanya Kia saat melihat pakaian wanita di dekat meja rias.


"Milik pacar ku," jawab Fahri tanpa rasa bersalah.


"Kamu tidur dengan nya di apartemen ini," tanya Kia.


"Hmmmm," gumam Fahri.


"Fahri kamu melarang ku bertemu dengan Rian, sedangkan kamu malah tidur berdua di kamar ini dengan pacar mu," ucap Kia.


"Kia diam, aku sedang teleponan dengan nya, aku tidak mau dia marah karena mu," kata Fahri.


Kia mendekati Fahri dengan amarah yang memuncak, tangan nya bergerak mengambil hp fahri dan langsung membanting nya dengan kuat.


"Dimana hati kamu," ucap Kia.

__ADS_1


Amarah Fahri naik seketika saat melihat hp nya yang sudah hancur, dengan kasar Fahri menarik Kia masuk ke dalam kamar mandi.


"Sakit Fahri," ucap Kia.


Fahri menampar wajah Kia di bawa guyuran air mengalir, tangan nya juga bergerak membuka baju Kia dan sangat kasar.


Dengan rakus nya Fahri mulai memangsa tubuh Kia, tidak peduli dengan Kia yang menangis memohon ampun pada nya.


"Fahri ahhh sakit Fahri," teriak Kia saat gigi-gigi Fahri mengigit dada nya, rasa nya sangat perih yang membuat Kia menangis dengan kencang.


"Hiks.. hiks.. hiks.. jahat kamu Fahri," ucap Kia sambil mengusap air mata nya.


Kia melihat tubuh nya penuh dengan tanda merah. Bagian dada nya juga sudah tidak berwarna putih bersih lagi banyak luka akibat gigitan kecil dari Fahri, terutama bagian atas nya yang terasa sangat perih.


Fahri kembali masuk ke dalam kamar dengan membawa kotak p3k, ia mendekati Kia yang ketakutan saat melihat nya.


"Sayang kenapa kamu takut dengan ku," tanya Fahri sambil menarik Kia agar lebih dekat dengan nya.

__ADS_1


"Sakit Fahri," ucap Kia.


"Kau sudah berani berbuat lancang pada ku Kia, jika tidak ingin aku menyakiti mu jangan pernah melakukan apapun yang membuat ku marah, jangan ikut campur urusan pribadi ku, dan tubuh mu adalah milik ku."


Fahri mulai mengobati luka yang ia perbuat di tubuh Kia, sebelum menyentuh bagian dada Kia, Fahri kembali mencium dada itu dengan sangat lembut. Sudah berbagai macam bentuk Fahri liat, tapi menurut nya milik Kia yang terbaik dan sangat sayang untuk ia lewatkan.


Fahri membantu Kia memakai pakaian kembali, jika saja Fahri selalu berbuat lembut seperti ini, Kia pasti akan meninggalkan Rian.


"Kia jika kamu tidak menyakiti ku dulu, mungkin kita sudah bahagia sekarang," ucap Fahri.


"Kamu masih dendam akan masalah itu," tanya Kia.


"Cih aku tidak seperti mu yang melupakan semua nya dengan cepat, menurut mu aku melupakan apa yang kau perbuat pada ku." Fahri pergi meninggalkan Kia yang mematung.


Jika mengingat masa lalu nya hati Fahri terasa sangat sakit, masa lalu nya lah yang membuat nya seperti ini, yang membuat nya berpikir jika wanita hanya mainan dan alat untuk memuaskan nafsu nya saja.


"Kia aku akan membuat mu tersiksa dari ini Kia, tunggu waktu nya," ucap Fahri.

__ADS_1


__ADS_2