Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Perubahan


__ADS_3

"Menantu ku sudah datang," ucap Amel.


"Jangan dekat dekat dengan nya, dia milik anak ku," kata Hardy.


"Jangan ikut campur urusan ku," ucap Amel.


"Kau lupa dia yang sudah membuat hidup kita lebih baik, dan kau lupa dia sudah membelikan kita rumah sebesar ini, jangan membuat masalah pada menantu ku," kata Hardy.


Otak gila Hardy mulai sadar karena kebaikan Reno pada mereka. Reno menjamin hidup nya dan memberikan nya rumah yang layak, hal itu membuat Hardy sedikit berubah menjadi lebih baik. Selama ini masalah ekonomi lah yang menjadi salah satu permasalahan yang membuat Hardy sedikit stress. Bagaimana tidak? pria yang sebelumnya kaya raya bisa jatuh miskin seketika, dan Hardy seperti linglung dan lupa akan kehidupan sebelum nya.


"Selamat pagi," ucap Raffi.


"Kau Raffi," kata Hardy.


"Ayah masih mengingat ku," ucap Raffi.


"Apa aku pernah melupakan mu," kata Hardy


"Ayah sehat, bukan nya pertemuan terakhir kita, kita sedang bertengkar," ucap Raffi.


"Mungkin aku lupa," kata Hardy.


Di kamar Reno dan Kayla sudah bangun sejak tadi, mereka juga sudah mandi dan siap keluar dari kamar. Annisa sudah sangat merindukan ke dua orang tua nya, ia sudah tidak sabar untuk bertemu ke dua orang tua nya.


"Sudah tampan sayang," tanya Reno.


"Sudah sayang kamu sudah tampan sejak dulu," jawab Annisa.


"Hahaha sudah ayo kita keluar, kamu sudah sangat merindukan orang tua mu bukan," kata Reno.


"Hahaha ya kamu benar aku sudah sangat merindukan nya."


Annisa dan Reno turun dari lantai dua. Mereka berdua langsung menjadi pusat perhatian Amel dan Hardy.


"Anak ku, dia sudah sangat besar," kata Hardy.


"Aneh, apa ayah tidak pernah sadar jika Annisa memang sudah besar. Apa gangguan mental nya membuat diri nya seperti ini," batin Harry.


"Selamat pagi ayah mamah," ucap Annisa.


"Pagi," saut amel dan Hardy bersama.


"Pagi," sapa Reno.


"Pagi Reno, sini mamah sudah menyiapkan makanan spesial untuk mu." Amel menarik Reno agar Reno duduk di samping nya, ia juga langsung menyiapkan semua makanan untuk Reno.


"Maaf mah aku bisa sendiri," kata Reno.

__ADS_1


"Tidak sayang kamu tamu, kamu harus makan yang banyak," ucap Amel.


Raffi dan yang lainnya sangat merasa aneh dengan apa yang Amel lakukan. Tidak biasa nya Amel seperti ini.


"Kamu sudah hamil," tanya Hardy.


"Sudah yah, sudah masuk 2 bulan," jawab Annisa.


"Wah aku akan mempunyai seorang cucu," ucap Hardy.


"Ayah senang," tanya Annisa.


"Sangat senang apalagi saat melihat kamu berkunjung ke rumah ini," jawab Hardy.


"Ayah nanti kita pergi ya, kita berbelanja kebutuhan ayah," ucap Annisa.


"Boleh, sudah lama kita tidak pergi bersama."


Annisa merasa sangat senang melihat perubahan ayah nya yang sudah lebih baik dari sebelumnya. Dari dia kecil sampai sekarang baru kali ini lah Annisa merasa kalau diri nya benar-benar mempunyai ayah.


"Terima kasih mah," kata Reno.


"Iya Sama-sama. Annisa makan lah, apa perlu mamah ambilkan juga," tanya Amel.


"Tidak mah, Annisa bisa sendiri kok," jawab Annisa.


"Kamu yakin mas tidak ikut," tanya Annisa..


"Yakin aku akan mengerjakan beberapa pekerjaan ku di kamar," jawab Reno.


"Jadi yang menyetir mobil siapa," tanya Annisa.


"Kak Raffi," jawab Reno.


"Oh iya aku akan mengajak mamah dan kakak juga," kata Annisa.


Reno berjalan masuk ke dalam kamar nya, sedangkan Annisa langsung mengajak keluarga nya ke mall untuk berbelanja. Melihat Annisa yang sangat senang membuat hati Reno juga merasakan apa yang istri nya rasakan.


"Mamah tidak bisa," tanya Annisa.


"Tidak bisa, aku ada janji dengan seseorang," jawab Amel.


"Ya sudah aku, ayah dan kakak saja," kata Annisa.


Annisa dan yang lainnya langsung pergi meninggalkan rumah. Tak lama seseorang yang Amel katakan pun datang, siapa lagi jika bukan pria hidung belang.


Sementara itu Reynald dan Kayla sedang santai-santi nya bersama dengan keluarga besar Kayla. Mereka semua sudah menerima Reynald masuk ke dalam keluarga ini. Reynald juga bersifat sangat baik dan sopan pada anggota keluarga Kayla.

__ADS_1


"Kayla adik mu mungkin sudah sampai," kata Reynald.


"Oh iya Aziel siapa yang menjemput nya. Dia sudah terbang sejak subuh tadi," ujar Iqbaal.


"Aku saja pah," ucap Reynald.


"Dari mana kamu tau dia sudah mau sampai," tanya Kayla.


"Tadi dia mengirimkan ku pesan jika ia sudah terbang," jawab Reynald.


"Ya sudah sana pergi Rey, kau dan Aziel juga sudah dekat," kata Iqbaal.


"Dengan ku ya sayang. Vania mau ikut," tanya Kayla.


"Tidak kak," jawab Vania.


"Ayo sayang," ucap Reynald.


Saat berada di parkiran. Mereka berdua bersimpangan dengan Bima ayah Reno. Bima datang karena ingin menjemput anaknya Zikri yang pulang hari ini.


"Kayla," ucap Bima.


"Wah paman datang, paman datang sendiri," tanya Bima.


"Iya, hanya untuk menjemput Zikri, hmmm dia teman mu dimana suami mu," tanya Bima.


"Dia teman ku hahaha bukan paman, dia suami ku. Nama nya Reynald," jawab Kayla.


"What kapan kalian menikah, bukannya David suami mu dan baru menikah beberapa bulan yang lalu," tanya Bima.


"Iya kami sudah berpisah, dan aku mendapatkan suami yang lebih tampan, gagah dan perkasa," jawab Kayla.


"Hadeh Kayla-kayla semoga saja pernikahan mu kali ini membawa kebahagiaan untuk mu dan suami mu. Dan kau juga sangat pintar ya mencari suami yang lebih wah," kata Bima.


"Hahaha iya paman, ya sudah aku pergi dulu," ucap Kayla.


Di dalam perjalanan Reynald dan Kayla sama-sama diam tanpa banyak bicara seperti biasa. Hanya tangan Reynald yang menggenggam tangan istri nya. Otak Reynald tertuju pada semua janji yang ia ucapkan, pada Kayla, pada Reno dan pada Iqbaal ayah mertua nya. Ia bingung apakah ia bisa menepati semua janji itu atau tidak.


"Sayang kamu kenapa," tanya Kayla.


"Aku tidak papa, aku hanya kurang jatah saha," jawab Reynald.


"Hahaha kamu ada-ada saja. Bukannya tiga hari cukup untuk kita, aku mah satu minggu sekali juga cukup," kata Kayla.


"Hahaha itu untuk kami, aku itu hiper sayang, saat diam otak ku ke sana, saat suntuk otak ku sana, saat bosan otak ku ke sana. Dan kamu malah melarang ku, ahhkkk aku jadi pusing," ucap Reynald.


"Maaf sayang, sebelum kamu berapa kali seminggu?"

__ADS_1


"Setiap hari," ucap Reynald.


__ADS_2