
Sesampainya di rumah Bima, Reno cukup terkejut ternyata rumah Bima yang berada di desa cukup besar juga, rumah yang memilih dia lantai dengan ukuran yang luas.
"Maaf reno tidak seperti yang di kota," ucap Bima.
"Tidak sama tapi jika di pedesaan rumah ini sangat besar," kata Reno.
"Besok kau minta antar kan adik mu jalan-jalan. Dia akan datang besok pagi," ucap Bima.
"Iya yah, aku sudah sangat lelah ingin beristirahat," kata Reno.
Keesokan pagi nya, Reno dan Annisa masih saling berperilaku meskipun mereka berdua sudah bangun. Udara dingin khas pedesaan sangat terasa di sini, hal tersebut membuat mereka berdua enggan bangkit dari atas kasur.
"Dingin sekali mas," ucap Annisa.
"Kau mau yang hangat, aku tau cara nya," kata Reno.
"Apa mas, jangan aneh-aneh ya," tanya Annisa.
"Hahaha sudah pasti aneh, oh iya jika di desa seperti ini kau masih memakai topi itu," tanya Reno.
"Seperti nya masih mas, aku tidak ingin melanggar perintah dari kakak," jawab jawab Reno.
"Kau wanita yang penutur, jika aku yang memberikan mu larangan apa kau akan menuruti larangan itu," tanya Reno.
"Kamu suami ku, aku tidak ada hak menolak permintaan mu, melanggar larangan mu, asalkan semua nya baik aku akan menuruti nya."
"Kalau begitu, hmmm pagi ini kau tidak boleh keluar dari kamar." ucap Reno.
"Tidak begitu juga mas, kamu jangan aneh-aneh ya," kata Annisa.
"Hehehe aku bercanda, nanti siang aku ingin berenang di samping rumah kata ayah ada kolam renang."
"Ahkkk apa ini," ucap Annisa.
"Ada apa," tanya Reno.
"Aku datang bulan mas, untung saja aku sudah mempersiapkan nya," jawab Annisa.
"Jangan bohong Annisa, bagaimana kau tau kau kapan akan datang bulan."
"Mas kamu pria tidak tau apa-apa. Kamu harus tau jika wanita sedang datang bulan memiliki mood yang kurang baik, jangan membuat wanita itu marah, atau kamu yang akan terkena sasaran nya."
"Kau mengancam ku, aku suami mu, kau sudah berani mengancam ku," tanya Reno.
Reno bukan tipe suami yang takut dengan istri seperti daddy dan kakek nya. Ia lebih menghargai Annisa sebagai istri nya. Annisa lah yang sangat takut dengan Reno, di tatap secara tajam saja sudah membuat ku kikuk.
"Tidak begitu mas, sudah ya aku ingin berganti pakaian dulu, aku rasa bocor," ucap Annisa.
Annisa melepaskan pelukan itu dan langsung bangkit deri atas kasur. Reno memicingkan mata nya saat melihat noda merah di celana tidur Annisa.
"Dia tidak berbohong," ucap Reno..
Reno sangat suka dengan sikap Annisa yang mengatakan sesuatu dengan terus terang. Apalagi jika Annisa mau sedikit manja pada nya ia yakin ia pasti lebih suka. Reno sampai senyum-senyum sendiri saat membayangkan hal itu.
"Ahhkk aku sudah gila," ucap Reno.
__ADS_1
"Mas," ucap Annisa yang sudah berganti celana.
"Sudah," tanya Reno.
"Sudah, nanti temani ke warung ya, ternyata aku ha ha membawa sedikit pembalut," ucap Annisa.
Reno menarik tangan Annisa dan kembali memeluk nya. Bibir nya bergerak mengecup dahi Annisa dengan sangat manis.
"Aku akan menemani mu," ucap Reno.
Menurut Annisa Reno sudah berubah 180 derajat, sifat nya yang kasar dan pemarah sudah tidak ada lagi. Saat ini yang tersisa hanya Reno yang pengertian dan sangat lembut pada nya.
Annisa menyembunyikan wajah nya di atas dada bidang Reno, ucapan Reno tadi membuat wajah nya memerah karena malu.
"Hey kau kenapa," tanya Reno.
"Tidak ada," jawab Annisa.
"Wajah mu memerah seperti kepiting rebus."
"Tidak papa itu hanya karena dingin," ucap Annisa.
"Oh karena dingin, dingin sekali ya," kata Reno.
"Iya dingin sekali. Aku sampai tida ingin keluar dari kamar."
"Hahaha bilang saja kau masih ingin aku peluk,, ucap Reno.
"Mana ada tidak aku tidak ingin kamu peluk," kata Annisa.
"Oh ya sudah aku ingin membantu mamah masak," ucap Annisa sambil bangkit dari atas kasur.
"Annisa mau kemana, aku masih ingin memeluk mu."
"Tidak mau, kamu bau aku tidak suka." Annisa berlari keluar dari kamarnya.
"Annisa aku akan menghukum mu," teriak Reno.
Di Australia, Kayla dan David sedang menguji apartemen Aziel. Mereka sengaja berkunjung karena tempat mereka liburan juga tidak jauh dari apartemen Aziel.
"Kakak," ucap Aziel dan langsung memeluk Kayla.
"Hey hey malu ad teman mu, kau manja sekali," ucap Kayla.
"Kau jangan asal memeluk kakak mu, dia milik ku," kata David.
"Kakak masih dengan nya, aku tidak suka dengan pria itu kak," ucap Aziel.
"Aku juga tidak suka dengan mu, aku suka dengan kakak mu," kata David.
"Sudah kalian berdua berhenti lah bertengkar," ucap Kayla.
"Aziel aku pergi dulu, nanti aku akan kembali."
"Iya maaf ya, aku menganggu mu," ucap Aziel.
__ADS_1
"Ini apartemen yang daddy belikan," tanya Kayla.
"Iya kak, bagaimana bagus tidak?"
"Sangat bagus, besar sekali, pasti kau yang memilih nya."
"Hehehe iya kak, aku tidak mau tinggal di tempat yang kecil, aku sedang belajar," ucap Aziel.
"Kau sudah makan," tanya Kayla.
"Belum, nanti aku akan masak sendiri," jawab Aziel.
"Kau bisa masak Aziel," tanya David.
"Bisa lah, kenap tidak. Aku tidak terluka suka dengan makanan di sini, lebih baik aku masak saia," jawab Aziel.
"Kau temani kak David, kakak akan masak untuk kalian berdua," ucap Kayla.
"Kak tidak mau."
Dengan cepat David menarik Aziel dengan nya, ia tidak tau kenapa Aziel sampai tidak suka pada nya.
"Sebenarnya apa salah ku pada mu," tanya David.
"Tidak papa," jawab Aziel.
"Tunggu-tunggu itu DVD film biru, kau menonton Film dewasa," tanya David.
"Eh ini Milik teman ku," jawab Aziel sambil menutup DVD itu dengan majalah.
"Punya teman mu, tapi kau menonton juga kan," tanya David.
"Hehehe iya kak, jangan kasih tau kak Kayla, nanti dia marah aku sudah mau 17 tahun," jawab Aziel.
"Jadi kalau sudah mau 17 tahun boleh menonton nya," tanya David.
"Kak kau seperti tida pernah muda saja, kau pasti sudah ingin mencetak bayi kan," ucap Aziel.
"Aku sudah mencetaknya," kata David.
"Dengan siapa," tanya Aziel.
"Dengan kakak mu lah, dengan siapa lagi," jawab David.
"Kalian belum menikah, Aku akan melaporkan nya pada daddy."
"Hey kau tidak tau bercanda, aku hanya bercanda sayang," ucap David.
Setelah cukup lama menunggu akhirnya makanan yang Kayla masak sudah jadi, mereka berdua langsung menuju ke ruang makan untuk makan bersama.
"Aziel aku tau pergaulan di sini seperti mana, jangan sampai berlebihan bergaul selayaknya Aziel," ucap Kayla.
"Iya kak, aku mengerti," kata Aziel.
"Kaka Reno sudah menikah, kau sudah tau."
__ADS_1
"Iya aku sudah tau, kata nya dia tidak akan menikah tapi baru aku tinggal satu bulan sudah menikah saja," kata Aziel.