Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Aku akan berpuasa


__ADS_3

Annisa berjalan secara perlahan ke arah dapur untuk mengambil makanan yang Reno pesan. Milik nya terasa sangat perih sekali, iya yakin kalau Reno memintanya lagi milik nya pasti juga akan terasa sangat sakit.


"Aku tidak tau jika rasa nya sesakit ini, kenapa mas Reno seperti kesurupan jika sudah melakukan nya," batin Annisa.


"Annisa kau kenapa," tanya Alya.


"Tidak papa mah," jawab Annisa yang tidak mungkin menjawab pertanyaan dari Alya. Hal itu sangat memalukan.


Dari cara berjalan Annisa Iqbaal sudah bisa menebaknya. Iqbaal yakin Annisa sebagai pelampiasan Reno kemarin malam, ia hanya bisa menggeleng kepala nya melihat bukti seberapa brutal anak nya.


Setelah Annisa sudah pergi menjauh baru lah Iqbaal mengatakan hal ini pada istri nya.


"Itu karena ulah anak mu," ucap Iqbaal.


"Reno, apa di KDRT," tanya Alya.


"Dia KDAR bukan KDRT," jawab Iqbaal.


"Maksud nya sayang," tanya Alya.


"Kekerasan di atas ranjang," jawab Iqbaal.


"Karena itu, ahkkk aku bisa merasakan bagaimana ngilu nya. Saat berjalan rasa nya sangat sakit," ucap Alya.


"Hahaha aku ingat kamu menangis sepanjang malam karena aku meminta nya sampai pagi," kata Reno.


Annisa sudah mendapatkan makanan yang Reno pesan, ia langsung kembali ke kamar dengan membawa berbagai macam makanan itu.


"Annisa kamu kenapa," tanya Kayla.


"Ya Tuhan kenapa aku harus ketemu banyak orang, tadi ayah dan mamah sekarang Kayla, apa yang harus aku jawab," batin Annisa.


"Aku tidak papa, kamu mau kemana," tanya Annisa.


"Aku akan liburan dengan keluarga nya David, titip salam untuk kak Reno," jawab Kayla.


"Iya, kamu Hati-hati ya," ucap Annisa.


Annisa kembali masuk ke dalam kamar, Reno menaikan satu alis nya saat melihat cara berjalan Annisa. Ia tidak tau jika efek adik nya membuat Annisa sampai seperti itu.


"Makan mas, aku sudah membawakan makanan yang kamu pesan," kata Annisa.


"Apa masih sangat sakit," tanya Reno.


"Iya mas, aku tidak bisa banyak berjalan," jawab Annisa.


"Nanti setelah makan aku ingin melihat nya," ucap Reno.


Di selah-selah makan, Annisa baru ingat salam dari Kayla. Awal nya Annisa ragu untuk mengatakan hal ini karena Reno pasti sangat sensitif jika berurusan dengan Kayla. Tapi salam tetap harus di sampai kan, dengan ragu-ragu Annisa mulai menyampaikan salam dari Kayla.


"Mas Kayla titip salam," ucap Annisa.

__ADS_1


"Oh," kata Reno yang masih fokus dengan makanan nya.


"Hanya oh mas, kamu tidak tanya kenapa dia titip salam," tanya Annisa.


"Kenapa?"


"Dia ingin pergi liburan dengan keluarga tunangan nya," kata Annisa.


"Oh," ucap Reno.


"Mungkin dia memang benar-benar ingin melupakan Kayla, bukan nya ini hal yang bagus Annisa, yakin lah kamu pasti bisa masuk ke dalam hati nya. Seperti dia yang perlahan masuk ke dalam hati mu."


"Aku kenyang," ucap Reno sambil menepuk-nepuk perut nya yang mulai membuncit.


"Ini gawat," ucap Reno.


"Kenapa mas, kamu makan makanan yang tidak bisa kamu makan," tanya Annisa.


"Tidak, kau lihat perut ku mulai membuncit, aku aku tidak bisa membiarkan hal ini. Aku banyak makan tapi jarang berolahraga," jawab Reno.


"Aku kira apa mas," ucap Annisa.


"Sini aku lihat," ucap Reno sambil menarik Annisa agar menghadap diri nya.


"Mas aku sedang makan, jangan begitu," kata Annisa.


"Kamu makan lah, aku ingin memeriksa nya," ucap Reno sambil menaikan Rok yang Annisa pakai.


"Aku malu mas," ucap Annisa.


"Malu kenapa," tanya Reno.


"Sudah diam, aku sudah hafal luar dalam," ucap Reno.


"Pasti sangat sakit, aku tidak tega, kita ke rumah sakit ya," ucap Reno.


"Jangan mas, malu aku yakin jika tidak di pakai dalam beberapa hari pasti akan sembuh," kata Annisa.


"Hmmm aku juga tidak tega, ya sudah aku puasa beberapa hari sampai sembuh," ucap Reno.


Apakah ini benar-benar Reno? pria yang kasar, dingin dan mau menang sendiri mau mengalah pada seorang wanita. Wanita yang notabene nya orang yang dulu sering ia hina.


"Mas kamu ingat tidak," tanya Annisa.


"Ingat apa?"


"Dulu kamu pernah berkata kalau kamu tidak akan mau menikah dengan wanita seperti ku," ucap Annisa.


"Hey aku memang tidak berencana menikahi mu tapi kau sendiri yang membuat ku menikahi mu," kata Reno.


"Apa kamu menyesal menikahi ku," tanya Annisa.

__ADS_1


"Menyesal." Reno memberikan jedah sejenak, yang membuat Annisa kecewa. "Tentu tidak, aku rasa semua ini memang sudah takdir ku, aku tidak bisa menolak nya dan aku harus beradaptasi akan hal ini. Lagi pula kau bukan wanita yang buruk, kau layak menjadi tempat Reno Junior berkembang," jawab Reno.


Jawaban Reno menimbulkan reaksi yang berbeda Annisa, pertama Annisa kecewa karena Reno memberikan jedah pada jawaban nya, tetapi saat mendengar jawaban Reno selanjutnya membuat wajah Annisa merah padam.


"Kau kenapa," tanya Reno.


"Tidak ada," jawab Annisa.


"Annisa kau tidak ingin liburan dengan ku," tanya Reno.


"Siapa yang tidak mau liburan mas, aku pasti mau," jawab Annisa.


"Hmmm aku akan membicarakan hal ini pada daddy," ucap Reno yang lupa jika diri nya masih sedang tidak baik dengan Iqbaal.


"Daddy mas," tanya Annisa.


"Eh tidak ada," jawab Reno.


"Mas kamu masih marah dengan ayah, aku tau aku tidak berhak untuk ikut campur dalam masalah mu, tapi aku tidak tega melihat ayah yang sangat sedih. Di wajah nya terlihat sangat sedih," kata Annisa.


"Hmmmm diam lah, jangan banyak bicara," ucap Reno.


Reno memakai baju nya dan pergi meninggalkan kamar, ucapan Annisa tadi sedikit membuka hati nya.


"Dimana daddy," ucap Reno.


"Hey kau mencari ku," tanya Bima.


"Ayah, aku mencari daddy," jawab Reno.


"Kau sudah tidak marah lagi pada kami," tanya Bima.


"Tidak, aku mana pernah marah," jawab Reno.


"Ayah sangat menyayangi mu ren, kau anak pertama ayah dan kau anak tertampan ayah," ucap Bima sambil memeluk Reno.


"Jadi ada berapa adik kandung ku yah," tanya Reno.


"4 dan akan tambah satu lagi," jawab Bima.


"Ayah kau membuat anak atau pabrik anak," tanya Reno.


"Hehehe kau tidak tau ayah saja, daddy mu ada di lantai atas, sana temui dia. Wajah nya terlihat sangat murung karena kau marah pada nya," ucap Bima.


Reno naik ke lantai 5, lantai paling atas rumah ini. Lantai ini ada balkon yang cukup luas cocok untuk bersantai sambil mengopi.


"Daddy," ucap Reno.


"Anak mu bal," kata Azka.


"Siapa yah," tanya Iqbaal yang belum sadar jika ada Reno di belakang nya.

__ADS_1


"Reno siapa lagi," jawab Azka.


__ADS_2