Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Episode 50


__ADS_3

"Sayang," ucap Dinda.


"Oh bagus ya, kenapa wanita sulit sekali untuk di percaya!!!"


"Ma... maksud mu sayang," tanya Dinda.


Aziel melemparkan handphone nya ke arah Dinda. Dinda mengambil handphone itu dan melihat foto foto diri nya dengan Gian. Hal yang Dinda takutkan pun benar-benar terjadi. Aziel mengetahui semua nya, ia tak tau bagaimana Aziel bisa mengetahui semua ini.


"Kamu...


"Apa!!! kan sudah aku katakan JUJUR!!!!."


"Aku hanya memerlukan kejujuran mu," bentak Aziel


"Ternyata ini tujuan kamu, kamu pikir aku bodoh. Kamu pikir aku tak curiga, data data penting restoran ku sempat terbuka dan ternyata ada pagar yang memakan tanaman.."


"Maafkan aku sayang.. Memang dulu aku bermaksud melepaskan hal buruk itu. Itu semua karena kesalahpahaman ku tentang mu, aku pikir dulu kamu sangat jahat ke pada ku, jadi nya aku balas dendam pada mu. Tetapi setelah aku mendengar semua nya, aku tau aku salah Ini semua hanya salah paham sayang, aku tak melakukan hal buruk lagi. Aku memang mengambil semua data data mu tetapi data itu juga sudah lenyap. Laptop ku sudah kamu banting, handphone lama ku jatuh dari lantai tiga. Aku sudah tak berkontak lagi dengan nya, itu sebabnya dia ingin balas dendam pada ku."


"Stttt aki muak dengan penjelasan mu. Aku benar-benar tak suka dengan cara mu. Sebelum tangan ini mengenai tubuh mu, pulang ke rumah mu. Jika aku masih bisa memperbaiki ini, akan aku jemput."


Aziel berjalan masuk ke dalam kamar.


"Sayang," ucap Dinda dan langsung berlari mendekati Aziel, tetapi Aziel sudah terlanjur masuk ke dalam kamar mandi.


Dinda benar-benar menyesal dengan semua ini, andai saja ia jujur dan mengatakan nya sejak awal tak mungkin semua nya akan seperti ini.


"Sayang," ucap Dinda yang masih belum pergi dari sana.


"Jangan sampai aku melihat mu saat aku keluar, atau hubungan ini benar benar selesai..."


Dengan terpaksa Dinda pergi meninggalkan rumah ini. Ia sangat berharap jika Aziel mau menjemput nya kembali. Cinta nya hanya untuk Aziel seorang, ia tak akan bisa ucap hidup dengan Aziel.


"Wanita bodoh!!!" Aziel memukul kaca kamar mandi dengan sangat kuat. Ia benar-benar sedang berusaha mengendalikan emosinya. Kalau Dinda tak pergi pasti tangan nya sudah memukul wanita itu. Ia masih suka memukul jika sedang emosi.


Di tempat lain. Lisa dengan Gian sedang menikmati kemenangan mereka, mereka yakin ke dua nya akan kembali pada mereka masing-masing. Apa yang mereka berdua inginkan selama ini pasti akan segera terwujud.


Mereka bodoh karena berpikir seperti itu, karena sebenarnya Aziel tak akan melepaskan Dinda, bukan hanya karena ia sangat mencintai wanita itu, ia tak mau jika Dinda kembali pada Gian. Pasti Dinda akan memberitahu semuanya. Untuk sekarang memang ia ingin menenangkan diri nya dulu, setelah beberapa hari tenang baru lah Aziel akan menjemput Dinda kembali di rumah nya.


"Kau seksi juga," ucap Gian.


"Ya memang aku sangat seksi," kata Lisa.


Gian tersenyum sinis, ia menarik tangan Lisa dan membawa Lisa masuk ke dalam mobil, ia akan membawa Lisa menikmati malam ini.


Dinda tak mungkin pulang ke rumah mamah nya, pasti ia akan di usir ketika tau permasalahan nya dengan Aziel. Dinda memutuskan pergi ke kota sebelah tempat ia dulu memulihkan diri nya, di sana ia bisa menyewa apartemen untuk beberapa hari, ia juga bisa lebih menenangkan diri nya. Harap nya sangat besar pada Aziel, ia sangat ingin Aziel menghubungi nya dan menjemput nya kembali.


Pagi hari nya. Anna sudah lebih baik dari hari sebelum nya, ia mungkin hanya kaget dengan hubungan pertama nya dengan Harry. Benda sebesar itu masuk ke dalam tubuh nya, dan mengobrak-abrik di dalam sana, hal yang belum pernah Anna rasakan sebelum nya.


Harry juga belum membicarakan tentang anak yang tak jadi ia inginkan. Ia jadi berpikir dua kali untuk mempunyai anak karena Anna yang masih sangat mudah. Ia mendengar semua ucapan nya dari ayah nya, kalau diri nya saja tak yakin dengan umur nya bagaimana Tuhan akan memberikan umur yang panjang untuk nya, Semua itu memang harus keyakinan dari dalam diri sendiri.


"Rencana kita gagal," ucap Harry.


''Rencana apa? Apa yang kita rencanakan," tanya Anna.


"Kamu lupa kalau setelah menikah aku ingin langsung punya anak, aku ingin langsung memberikan ayah ku cucu yang sangat menggemaskan, pasti gabungan antara kamu dan aku aan sangat menggemaskan. Nah rencana itu tak jadi karena aku memikirkan masa depan mu, kamu masih sekolah. Kalau kamu hamil bagaimana sekolah kamu, home scool juga gak baik untuk mu, kata ayah juga kamu akan menanggung beban yang sangat berat jika kamu hamil di umur yang sangat muda. Aku sadar aku terlalu mengkhawatirkan hal yang tidak tidak, jika aku saja tak percaya jika umur ku panjang bagaimana tuhan memberikan ku umur yang panjang, semua nya itu tergantung pada diri kita sendiri."


Anna sangat kagum dengan pikiran Harry yang begitu cepat berubah, semakin Harry apa yang Harry pikirkan buan hanya untuk diri nya sediri saja tetapi juga untuk orang lain juga. Anna semakin tak ada rasa penyesalan menikah dengan Harry.


"Makasih kamu sangat mengerti aku, mamah kamu juga sudah mengatakan nya pada ku, aku suah minum pil kb setiap hari jadi aku tak akan hamil. Walaupun kita melakukan hal itu setiap hari," kata Anna.


"Wah begitu, jadi kita bisa melakukan nya lagi, aku pikir tak bisa. Tapi aku takut nanti kamu sakit lagi, kalau kamu sakit aku sangat khawatir dengan mu. Aku sedang sakit masak kamu sakit juga, kan tak lucu.''


"Hahaha tak akan begitu Harry, kata mamah kamu aku hanya terkejut saja, aku belum terbiasa saja, nanti kalau sudah lebih dari sekali akan terbiasa dan tak akan sakit lagi," kata Anna.


''Oke aku akan gym dulu." Harry langsung keluar dari dalam kamar nya.


Harry berjalan masuk ke ruangan gym di rumah itu. Ia yakn kalau jam segini abang nya Reno sudah berolahraga melatih otot otot nya. Jika di bandingkan dengan Reynald pamannya tubuh Reno memang masih kalah, tetapi Harry yakin abang nya ini bisa membantu diri nya melatih setiap otot otot yang ada di tubuh nya.


"Wah abang sangat keren, aku ajar bang, bagaimana cara nya agar aku bisa seperti abang."


Reno memicingkan mata nya, ini beneran Harry adik nya atau tidak, biasa nya Harry olahraga jika ia yang mengajak nya, kalau tak di ajak Harry tak akan mau olahraga. Sekarang malah Harry datang sendiri pada nya.


"Kau bai baik saja kan? Tak biasa nya kau seperti ini biasa nya aku ajak dulu baru mau,'' kata Reno.


"Hahaha ada alasan nya dong bang, kata ayah aku haru sering olahraga."

__ADS_1


Reno berjalan mendekati Harry, ia baru ingat kata Iqbaal jika adiknya ini sudah malam pertama dengan sangat lancar, ia tak percaya jika tak Harry sendiri yang memberitahu nya.


"Aku dengar malam pertama mu lancar?"


"Abang tau dari mana? aku tak ada memberitahu siapapun selain ayah. Yah memang lancar kan aku belajar dari dokter, aku juga membaca buku yang dokter berikan pada ku."


"Bagaimana teori dengan praktek apakah sama saja?"


"Hahaha ya begitu lah, mana ada yang sama persis lebih sulit praktek lah. Aku juga mau belajar bagaimana cara nya aku tak cepat lemas."


"Oh itu, ayo aku ajari, bukan hanya tak cepat lemas tetapi juga semakin mantap," ucap Reno, ia tersenyum mendengar tujuan Harry, memang semua pria sama saja, tak ada beda mau tua ataupun muda kalau sudah merasakan yang namanya enak pasti ingin lebih.


Kembali pada Aziel yang sudah berangkat bekerja, rasa kesal dan jengkel di dalam hati nya belum menghilang, ia benar benar sangat kesal dengan istri nya yang tau mau jujur dari awal. Kalau ia tau dari Dinda langsung pasti Aziel tak akan sampai seperti ini.


Ada rasa kesal, ada juga rasa sedih dan rindu, nama nya juga sangat mencintai tak bertemu satu malam saja sudah membuat Aziel merindukan istri nya. Apalagi Dinda sangat baik saat menjadi istri nya, dinda sangat penurut pada nya.


Di apartemen Dinda merasa tak enak badan di tubuh nya, perut nya mual dan rasa nya ia sangat lemas sekali. Baru kali ini Dinda merasakan tubuh nya sampai sangat lemas seperti ini.


"Kenapa ya, aku tak pernah seperti ini sebelumnya, aku malah ingin memeluk suami ku. Sayang, kamu kapan kamu marah pada ku si, aku kan sudah sangat mencintai mu, aku juga sudah menjelaskan semua nya pada mu.''


Mungin Dinda harus bersabar sampai beberapa hari agar Aziel memaafkan nya. Walaupun beberapa hari saja, ia akan ,merasa berat menjalani hidup tanpa sosok suami.


Lisa berjalan masuk ke ruangan Aziel, ia akan kembali mendekati Aziel yang saat ini ia yakin kalau Aziel pasti sedang sangat galau sekali. Ini menjadi kesempatan terbesar nya agar Aziel kembali pada nya.


"Sayang aku membawakan makanan untuk mu?"


"Sayang sayang, aku bukan siapa siapa mu, oh iya jangan asal masuk ke ruangan ku. Ooo atau kau berpikir bisa kembali dengan ku lagi, itu sangat tak mungkin Lisa, aku sangat mencintai istri ku. Aku tak akan melepaskan nya Lisa, ya walaupun masalah ini membuat hubungan ku dengan Dinda sedikit bermasalah tetapi hati ku tetap untuk nya, permasalahan apapun yang aku dan Dinda hadapi tak akan membuat kami berpisah dan satu lagi kesalahan Dinda tak sepatal kesalahan mu sangat sangat menjijikan sekali."


"Sayang..."


"KELUAR.....''


''Aziel aku....


"KELUAR RUANGAN KU LISA JANGAN SAMPAI AKU MENYERET MU KELUAR DARI DALAM SINI.''


Dari pada Aziel semakin mengamuk pada nya, Lisa memutuskan untuk langsung pergi dari sana. Ternyata tak mudah untuk mendapatkan Aziel kembali, Aziel sudah cinta mati pada istri nya. Tetapi meskipun begitu Lsa tak akan menyerah sampai Aziel kembali menjadi miliknya, Aziel hanya miliknya bukan milik wanita lain.


Kedatangan Lisa malah membuat Aziel semakin pusing saja, wanita itu memang tak tau malu, padahal ia sudah sanga membenci nya,mau bagaimana pun ia tak akan mau kembali dengan nya, cinta nya pada Lisa sudah punah dari muka bumi ini.


Beberapa hari telah berlalu, Aziel masih belum menghubungi Dinda, padahal Dinda sedang berada di titik terendah nya, tubuh nya sangat lemas, ia tak ada energi sama sekali, untuk makan saja sangat sulit untuk nya. Dinda selalu mengeluarkan makanan di apa yang ia makan. Dinda ingin sekali menghubungi Aziel tapi ia sangat takut Aziel malah semakin marah pada nya, Dinda hanya bisa berdoa jika Aziel memiliki niat yang baik pada nya.


Aziel sudah tak kuat hidup tanpa istrinya, bukan nya merasa lebih baik ia malah semakin hancur saja, tak ada baik baik nya menyuruh istri nya untuk pulang ke rumah nya. Dengan tak sabar untuk bertemu dengan Dinda kembali, Aziel membawa mobil nya ke rumah orang tua Dinda.


"Dinda nya mana mah," tanya Aziel.


"Dinda? dia tak ada pulang ke rumah, dia meminta izin pada mu ke sin, wah wah benar benar anak itu, bisa bisa nya berbohong pada suami nya sendiri."


"Mungkin aku salah dengar mah, oh iya ini ada sedikit uang untuk mamah. Aku pamit dulu, sehat sehat mah." Aziel pergi meninggalkan rumah itu.


"Mempunyai menantu yang kaya raya dan sangat baik memang hal yang sangat menyenangkan, aku yakin hidup Dinda sangat baik, apalagi suaminya sangat gagah dan mencintai nya," kata Laksmi.


"Kamu dimana? aku ingin menjemput mu, tapi kamu tak ada di rumah, kirim alamat mu sekarang juga.'' Aziel mengirimkan pesan pada Dinda karena Dinda tak mengangkat telepon dari nya.


Dinda yang baru keluar dari dalam kamar mandi sangat terkejut melihat begitu banyak panggilan dari suami nya, ia membaca pesan dari Aziel yang meminta alamat nya. Ia sangat senang Azieol sudah mau menjemput nya, ya walaupun Aziel tertipu karena menjemput nya di rumah orang tua nya.


Aziel yang mendapatkan alamat dari istri nya, sangat terkejut karena istri nya berada di kota sebelah, jarak nya cukup jauh sekitar 2 jam perjalanan.


"Kenapa dia pergi jauh sekali si, apa dia taku di marah mamah nya."


Aziel langsung pergi ke alamat yang istri nya kirim, ia sudah sangat rindu berat akan istri nya, ia tak mau terlalu lama lagi bertemu dengan istri nya.


Dinda langsung membersihkan diri nya, ia tak mau bauk saat Azeil datang menemui nya.


Seperti layaknya kekasih yang di datang DOI nya, Dinda sebisa mungin tampil cantik walaupun sebenarnya ia sangat lemas. Padahal Aziel juga belum tentu akan langsung ke tempat nya, bisa jadi Aziel mampir dulu ntah dimana.Mennginat perjalanan yang cukup jauh.


Sekitar pukul 1 siang Aziel sampai di alamat yang Dinda berikan, sebuah apartemen yang tak terlalu besar, ia yang sudah tak sabar untuk bertemu dengan istri nya langsung masuk ke dalam.


Dinda sedang tertidur dengan sangat nyenyak, ia terlalu lama menunggu Aziel, agar Aziel bisa langsung masuk ke dalam kamar apartemen nya. Dinda sengaja tak mengunci pintu kamar apartemen nya.


"Ini?? sudah sesuai si." Aziel membuka pintu apartemen itu. Ia terkejut pintu tak terkunci seperti kebiasaan nya Dinda.


Aziel masuk ke dalam, ia mengelilingi apartemen itu agar tak salah jika bukan tempat Dinda. Mata nya tertuju pada wanita yang sedang tidur dengan sangat nyenyak dan memang benar wanita itu istri nya. Aziel tersenyum sambil mendekati Dinda.


Saat sudah dekat Aziel langsung memeluk Dinda dengan sangat erat, ia menciumi wajah dan leher istri nya. Sontak Dinda pun langsung terbangun dari tidur nya, ia sangat senang Aziel sudah datang dan mencium nya,itu berarti Aziel sudah tak marah lagi ke pada nya.

__ADS_1


"Sayang...." Dinda langsung memeluk Aziel dengan sangat erat. Mereka berdua saling merindukan satu sama lain, pelukan hangat itu melepaskan rasa rindu yang sangat dalam itu.


"Meminta mu pergi dari rumah bukan hal yang bai, maafkan aku, aku sadar aku tak akan bisa hidup tanpa mu, aku sudah memaafkan semua kesalahan mu."


"Seharusnya aku yang meminta maaf pada mu, terimakasih telah memaafkan mu, terimakasih mau menjemput ku, padahal kalau kamu mengatakan kalau sudah memaafkan ku,aku akan pulang sendiri."


"Kan aku sudah janji pada mu untuk ku jemput."


Tangan Aziel membuka kancing baju bagian atas Dinda dan menciumi nya dengan sangat ganas.


"Sayang jangan aku lagi tak enak banda aku mual," ucap Dinda.


"Kamu sakit sayang? kenapa tak mengubungi ku kalau sakit," tanya Aziel.


"Kan kamu lagi marah, kalau aku hubungi kamu, nanti kamu akan semakin marah pada ku, aku tak mau itu terjadi."


"Sayang bukan begitu, apa yang sakit, katakan pada ku. Ayo kita ke dokter saja," ucap Aziel.


"Aku hanya mual saja, perut ku keram."


"Nah itu aku tau kalau perut mu keram, ia sudah lama tak mendapatkan tamu dari ku," ucap Aziel.


"Aku si sangat ingin, tapi pelan pelan ya. Nanti kalau terguncang aku takut semakin mual," kata Dinda.


"Pasti dong." Aziel bangkit dari tempat tidur, ia mengunci pintu dan melepaskan pakaian nya satu persatu. Dinda sudah sangat kangen melihat tubuh kekar suami nya. Apalagi melihat adik Aziel yang semakin menantang saja.


"Dia sudah sangat merindukan mu," kata Aziel sangat kembali mendekati istri nya.


Mau semarah apapun hubungan suami istri jika sudah seperti ini, pasti akan lebih baik lagi Batin mereka akan kembali terhubung satu sama lainnya. Begitu juga dengan Dinda dan Aziel, rasa senang ada di dalam diri nya saat melihat ekspresi wajah suami nya yang begitu menikmati hidup tubuh nya. Ekspresi yang hanya dirinya sendiri yang dapat melihat nya. Apalagi Aziel termasuk sangat aktif berusaha, bukan hanya ekspresi nya suara berat nya menggema di kamar ini.


"Diri mu sangat enak sayang.."


Sore hari nya, setelah pergulatan panjang tadi mereka berdua tertidur dengan nyenyak. Sore hari nya baru ke dua nya bangun. Meskipun sudah bangun mereka berdua tetap berada di atas ranjang.


"Sayang, kenapa kamu sangat gagah sekali," ucap Dinda.


"Ya jelas dong, Aku Aziel sayang, tak mungkin aku Lembak di atas ranjang," kata Aziel.


"Begitu ya, kamu benar-benar sangat kuat. Aku kalau setiap hari begini tak akan mampu," ucap Dinda.


"Jadi aku boleh menikah lagi? kan kamu ada teman nya untuk melayani ku," kata Aziel.


"Sayang jangan aneh aneh..."


"Hahaha mana tau kan, kamu mengizinkan ku untuk memiliki istri dua," kata Aziel.


"Hmmm boleh kalau kamu bisa adil, bukan hanya masalah materi tetapi masalah cinta. Jarang pria bisa adil. Aku tau pria bisa mencintai wanita lebih dari satu, tapi pria tak bisa memberikan cinta yang adil, ada satu orang yang akan menjadi prioritas nya," ucap Dinda.


Aziel mencium bibir istri nya, ia taj mungkin menikah lagi. Di keluarga nya tak ada yang serakah memiliki istri lebih dari satu. Cinta nya hanya untuk Dinda seorang tak ada lagi yang bisa mencuri hati nya.


"Aku tak mungkin melepaskan mu sayang, aku tak mungkin mungkin mengkhianati mu. Cinta ku hanya untuk mu, jangan pernah berpikir aku mencintai seseorang lagi selain diri mu, itu semua tak akan pernah terjadi."


"Iya aku percaya pada mu, kamu bagaimana bisa tau semua itu sayang. Tolong beri tau aku," ucap Dinda.


"Aku tau sebenarnya ini hanya rencana Lisa agar aku kembali dengan nya, aku tak akan kembali dengan wanita seperti itu, apa yang kamu lakukan tak seburuk apa yang wanita itu lakukan. Akun bertemu dengan Lisa malam itu, ia menjelaskan semua nya pada ku, ya mungkin dia sudah bertemu dengan Gian. Jadi dia tau semuanya, aku tak sebodoh itu. Meksipun aku kecewa dan marah pada mu, aku tak akan melepas mu, apalagi kamu bisa kembali pada Gian. Sudah aku kehilangan mu, kehilangan bisnis ku. Hidup ku bisa sangat hancur," kata Aziel.


"Maaf kan aku ya, aku tak tau..


"Jangan mengulangi nya lagi lagi saja, jangan membahas nya lagi. Aku sudah melupakan semua nya."


"Makasih sayang..."


Di tempat lain. Lisa dan Gian kembali bertemu, mereka berdua sama sama sangat kesal dan marah karena Aziel dan Lisa seperti tak bisa berpisah. Dinda tak bisa Gian hubungi sedikitpun, seperti nya rencana nya kali ini gagal.


"Aku akan membuat rencana yang lebih lagi dari ini," ucap Gian.


"Jangan melupakan aku, aku juga sangat kesal. Apa hebat nya wanita itu sampai dia jatuh cinta sekali. Aku lebih seksi lebih cantik darinya."


"Kau memang seksi, aku suka tubuh mu," kata Gian.


"Jangan membahas tubuh ku sekarang, itu tidak penting. Kau sudah merasakan nya saja ketagihan padahal milik mu tak sebesar milik Aziel."


"Ternyata wanita itu sangat gila ya, kenapa aku tak merusak nya waktu itu. Dia suka dengan Aziel dan membatalkan semuanya karena ketagihan. Kurang ngajar wanita itu, akan aku habisi dia," ucap Gian.


Gian dan Lisa merencanakan hal baru agar mereka berdua bisa berpisah, mereka berdua sudah muak dengan semuanya. Gian sudah sangat ingin menghancurkan saingan nya Aziel. Kalau Lisa sudah tak sabar merasakan bagaimana perkasa nya Aziel. Ia memang belum pernah tidur dengan Aziel, tapi beberapa kali tangan nya sudah merasakan nya.

__ADS_1


__ADS_2