
"Ada apa, kau mau merebutnya dari ku," tanya David.
"Jangan gila, aku tidak suka bekas, sudah pergi lah aku sedang sibuk," jawab Reno.
"Kau terlalu sibuk sampai tida ada waktu untuk orang terdekat mu," ucap David.
"Aku tida punya orang terdekat."
"Jadi kau tidak menganggap Kayla orang terdekat mu, Reno ayolah Kayla benar-benar sedang berusaha agar kau bisa memiliki teman wanita. Dia benar-benar sangat perhatian pada mu," ucap David.
"Terima kasih atas perhatian nya."
"Anak ini benar-benar sudah gila." David menarik tangan Reno dengan paksa.
"Mau kau bawa kemana aku," tanya Reno.
"Yang lainnya sudah menunggu, jangan membuat mereka lapar," kata David.
Mau tidak mau dengan terpaksa Reno ikut kegiatan malam itu, meskipun tidak ada semangat di dalam diri nya, Reno cukup menikmati malam itu.
Setelah acara selesai, mereka semua kembali masuk ke dalam kamar masing-masing. Beberapa orang memilih membereskan barang-barang mereka karena besok pagi mereka sudah harus meninggalkan Vila.
__ADS_1
"Ini untuk mu," ucap David.
"Apa ini," tanya Reno.
"Jam tangan kau tidak bisa melihat nya, ayah ku membawa nya dari Swiss dari pada tidak aku pakai, seperti nya cocok untuk mu," jawab David.
"Semenjak di Vila ini kau semakin berani pada ku," ucap Reno sambil memasukan jam tangan itu ke dalam tas nya, ia tau jam yang di berikan David bukan jam tangan murahan.
"Kau yang mengatakan nya kemarin. 'Jangan anggap aku sebagai kakak mu' kau lupa dengan kata kata itu."
"Ya ya ya, lebih baik begini, Terima kasih jam tangan nya," ucap Reno.
"Reno, aku ingin melamar Kayla, kau tau dia suka apa," tanya David.
"Kau cemburu pada ku," ucap David.
"Kau tau itu, kenapa kau masih membahas nya," kata Reno.
"Hahaha kau sudah mulai Terang-terangan pada ku, apa jadi nya jika Kayla tau jika kakak nya sendiri suka pada nya."
"Kau akan mati jika dia tau akan hal itu, aku tidak bercanda," ucap Reno yang membuat David menelan air liur nya secara kasar. Ia mengerti Reno sangat sensitif ketika sudah membahas Kayla.
__ADS_1
Keesokan harinya, mereka semua sudah siap untuk meninggalkan Vila. Bus yang mereka gunakan kemarin mengalami gangguan, jadi mereka menggunakan mobil pribadi dengan membagi dalam beberapa kelompok kecil.
Kayla, David, Reno dan Annisa dalam satu mobil yang sama. Semua ini tidak kebetulan begitu saja, karena David dan Kayla yang telah mengaturnya semua nya.
"Aku di depan," ucap Reno.
"Kakak aku tidak bisa duduk di belakang, aku dan pacar ku di depan," kata Kayla.
"Itu hanya alasan mu." Dengan terpaksa Reno duduk di belakang bersama Annisa.
"Jaga jarak aman, banyak virus," ucap Reno.
"Kau menganggap ku membawa Virus," tanya Annisa.
"Sudah Annisa jangan kau tanggapi, Reno sedang sangat sensitif," ujar David.
Reno menendang kursi di depan nya sampai David terhantuk. Dengan cepat Kayla langsung memberikan tatapan tajam pada Reno.
"Ayu mencari mu," ucap Kayla.
"Aku bukan siapa-siapa nya dan aku tidak perduli dengan nya," kata Reno.
__ADS_1
"Jangan begitu dia satu-satu nya wanita yang suka dan berani mendekati mu," ucap Kayla.