
"Aziel.," ucap Elisa.
"Kamu mengenal nya," tanya Jansen.
"Iya aku mengenal nya, tapi aku rasa dia tidak mengenal ku. Siapa yang tidak tau dia, dia anak keluarga terpandang. Sangat pintar dan ketampanan nya selalu di bicarakan banyak orang," jawab Elisa.
"Suara nya juga sangat bagus, aku rasa dia sedang patah hati, dari cara dia menyanyi sudah terlihat jelas."
"Siapa wanita yang bisa membuat nya galau seperti itu, wanita itu sungguh beruntung," ucap Elisa, ia tidak sadar diri nya lah yang membuat Aziel sampai seperti itu.
"Aziel kau tidak papa," tanya Zikri.
"Tidak papa, aku ingin nyanyi satu lagu lagi," jawab Aziel.
"Aku akan turun," ucap Zikri.
"Pergi lah, aku ingin konsentrasi," kata Rakha.
Lirik..
Teruntuk kamu, hidup dan matiku
Aku tak tahu lagi harus dengan kata apa aku menuliskannya
Atau dengan kalimat apa aku mengungkapkannya
Karena untuk keberkian kalinya
Kau buat aku kembali percaya akan kata cinta
Dan benar, bahwa cinta masih berkuasa di atas segalanya
Ketika hati yang mudah rapuh ini
Diuji oleh duniawi, diuji oleh materi untuk kesekian kali
Lagi, lagi, dan lagi
Kutuliskan kenangan tentang
Caraku menemukan dirimu
__ADS_1
Tentang apa yang membuatku mudah
Berikan hatiku padamu
Takkan habis sejuta lagu
Untuk menceritakan cantikmu
'Kan teramat panjang puisi
'Tuk menyuratkan cinta ini
Telah habis sudah cinta ini
Tak lagi tersisa untuk dunia
Karena telah kuhabiskan
Sisa cintaku hanya untukmu
Aku pernah berfikir tentang
Hidupku tanpa ada dirimu
Yang kujalani sampai kini?
Aku selalu bermimpi tentang
Indah hari tua bersamamu
Tetap cantik rambut panjangmu
Meskipun nanti tak hitam lagi
Bila habis sudah waktu ini
Tak lagi berpijak pada dunia
Telah aku habiskan
Sisa hidupku hanya untukmu
__ADS_1
Dan telah habis sudah cinta ini
Tak lagi tersisa untuk dunia
Karena telah kuhabiskan
Sisa cintaku hanya untukmu
Lagi dan lagi semua orang tersentuh dengan lantunan lirik yang Aziel nyanyikan. Aziel bernyanyi seperti seseorang yang benar-benar merasakan rasa yang ada di dalam lagu itu.
"Dia sedang galau, hahaha aku pikir anak ingusan seperti nya tidak bisa galau," kata Reynand.
Setelah bernyanyi Aziel turun dari atas panggung, ia berusaha tersenyum meskipun hati nya terasa sangat sakit sekali. Apalagi saat ia melewati wanita yang ia cintai bersama dengan pria lain.
"Anak daddy kenapa," tanya Iqbaal.
"Daddy hiks hiks hiks." Tangisan Aziel pecah di dalam pelukan daddy nya.
"Heh mau kenapa, tadi kau baik-baik saja, sekarang kau malah menangis seperti anak kecil." Agar tidak malu Iqbaal membawa Aziel menjauh dari acara.
"Kau kenapa Aziel. Kau terlihat sangat sedih."
"Apa daddy pernah melihat wanita yang daddy cintai bersama dengan pria lain," tanya Aziel.
"Tidak, mommy mu cinta pertama daddy," jawab Iqbaal.
"Hiks hiks hiks, daddy tidak tau bagaimana rasa nya, sangat sakit daddy. Aku tidak kuat, aku tidak mau kembali ke lokasi pesta."
"Siapa wanita yang menyakiti mu," tanya Iqbaal.
"Daddy tidak tau, aku sudah lama jatuh cinta dengan nya. Tapi aku tidak berani mengatakan perasaan ku, dan sekarang aku melihat nya dengan pria lain," jawab Aziel.
"Anak daddy sudah dewasa ternyata, sudah itu normal, sudah jangan menangis, pria sejati tidak menangis seperti ini," ucap Iqbaal.
"Aku ingin masuk ke dalam kamar," kata Aziel.
"Pergi lah, jangan menangis lagi ya," ucap Iqbaal sambil mengecup dahi putra nya.
Satu lagi anak nya sudah mulai tumbuh dewasa, ia sudah siap melepaskan Aziel untuk menjalin hubungan dengan wanita pilihan nya. Yang terpenting wanita itu baik dan cocok dengan kriteria keluarga nya.
"Dia kenapa dad," tanya Reno.
__ADS_1
"Adik mu patah hati, dia menangis di dalam pelukan ku tadi," jawab Iqbaal.
"Menangis setelah sekian lama nya dia menangis, hahaha aku bisa meledek nya," ucap Reno.