
Karena malas kembali ke hotel Reno memutuskan untuk menginap di hotel dekat pantai. Untuk masalah pakaian sebelum ke hotel mereka semua sudah membeli beberapa pakaian ganti. Seperti biasa nya Reno tidak mau di ganggu oleh siapapun, ia memilih kamar hotel sendiri agar ia bisa bebas melakukan apa saja di sana. Aziel dan Zikri hanya bisa mengikuti kemauan kakak mereka.
"Sayang, besok kita sudah pulang kan," tanya Annisa.
"Iya sayang besok kita pulang, kota ini menjadi kota bersejarah bagi ku, aku menyatakan cinta ku di kota ini, aku juga membuat anak pertama ku di kota ini, ahkkk jika aku bisa memiliki kota ini aku akan membeli nya," jawab Reno.
"Kamu ada-ada saja, tapi memang benar kota ini menjadi kota untuk sangat bersejarah bagi kisah kita," kata Annisa.
"Halo sayang," ucap Reno yang sedang video call Harry.
"Sayang." Annisa mengerut kan dahi nya satu Reno mengatakan sayang pada seseorang.
"Adik ku," kata Reno.
"Abang dimana," tanya Harry.
"Abang sedang di hotel, kau sudah makan?"
"Tidak mau makan kalau abang tidak pulang," kata Harry.
"Dia bohong dia sudah makan Ren," ucap Azka.
"Hahaha kau ingin menipu ku, opa sedang bersama Harry, dimana daddy," tanya Reno.
"Daddy mu sedang banyak pekerjaan, sudah Harry kau angkat saja sebagai anak mu," jawab Azka.
"Mana mungkin, daddy tidak akan memperbolehkan nya. Aku si mau saja, apalagi Harry sangat dekat dengan ku, tapi daddy pasti akan marah," kata Reno.
"Hahaha iya benar, kapan kau pulang," tanya Azka.
"Besok, Harry jemput abang di bandara," jawab Reno.
"Tidak mau, abang tidak membelikan Harry mainan."
"Kata siapa, abang sudah membelikan banyak mainan untuk Harry," ucap Reno.
__ADS_1
"Oke besok opa dan Harry akan menjemput abang."
"Dengan opa juga," tanya Azka.
"Iya dengan opa," jawab Harry sambil mencium wajah Azka.
"Kau benar-benar sangat menggemaskan Harry," ucap Reno.
Ketikan melihat Harry Reno selalu saja ingin cepat memiliki anak, ia sangat ingin mempunyai anak pria yang tampan dan menggemaskan seperti Harry. Reno sudah bisa membayangkan bagaimana masa depan nya nanti bersama istri dan para anak nya.
"Kau kenapa senyum-senyum sendiri seperti itu," tanya Azka.
"Tida ada, ya sudah aku ingin istirahat sampai jumpa besok," jawab Reno.
Setelah menghubungi adik kesayangan nya, Reno berniat kembali menebarkan benih nya agar Annisa semakin cepat mengandung anak nya.
Empat orang wanita keluar dari kamar Reynald wanita itu penuh dengan luka lebam dan air mata. Ya Reynald adalah seorang hiper dengan gaya bermain sangat kasar. Bahkan ia bisa membuat wanita sampai masuk ke dalam rumah sakit karena ulah nya.
"Saat nya bekerja Reynald," ucap nya sambil mematikan sebatang rokok di tangan nya.
"Siapa suami nya," batin Reynald.
Reynald terus mencari informasi tentang wanita itu, sampai amak buah nya datang dengan membawa rekaman CCTV yang menunjukkan wanita itu dan suami nya pergi meninggalkan hotel.
"Ahkkk kenapa aku tidak bisa melihat wajah suami,x ucap Reynald.
"Kemana dia," tanya Reynald.
"Kamu tidak tau tuan, mungkin saja mereka pergi ke tempat yang tidak jauh dari sini."
"Tunggu mereka sampai pulang, aku ingin melihat wajah suami nya," ucap Reynald.
Anak buah Reynald sudah menunggu Annisa dan yang lainnya kembali tetapi mereka masih saja belum kembali. Hal itu membuat Reynald kesal dan meminta para anak buah nya untuk mencari Annisa langsung.
Selagi anak buah nya mencari Annisa dan yang lainnya. Reynald memilih pergi ke pantai terdekat, pantai yang sama dengan yang Annisa kunjungi tadi pagi. Sore ini pantai terlihat sangat ramai ia sangat senang melihat para wanita seksi berlalu lalang di depan nya.
__ADS_1
"Kau punya mata tidak," tanya Reynald.
"Maaf paman," ucap Aziel.
Aziel kembali ke pantai karena ada kemera milik nya tertinggal di cafe tempat mereka makan tadi. Dan sial nya ia menabrak orang yang sangat galak.
Mata Reynald memicing saat melihat kalung yang Aziel pakai. Ia sangat tau betul tanda apa yang ada di kalung itu. Iqbaal tidak mungkin melepaskan Aziel begitu saja, ia memberikan kalung yang bertanda kekuasaan keluarga nya agar tidak ada orang yang berani mencari masalah pada Aziel.
"Paman," ucap Aziel.
"Kau anggota keluarga Winarta," tanya Reynald.
"Iya aku anak CEO Winarta grup," jawab Aziel.
"Pantas kau berani menabrak ku, aku pesaing perusahaan mu pergi atau aku akan langsung membunuh mu," ucap Reynald.
"Dasar gila." Aziel berlari pernah menjauh.
Reynald merasa pernah melihat wajah Aziel, tapi ia lupa dimana dan kapan ia melihat wajah Aziel.
"Anak itu yang ada di rekaman CCTV," ucap Rei dan langsung melihat kembali rekaman CCTV yang anak buah nya berikan tadi.
"Dia dia ada di rekaman ini, apa dia ada hubungan nya dengan wanita itu," ucap Reynald.
Reynald langsung berlari mengejar Aziel, ia yakin pasti ada informasi penting yang akan ia dapatkan. Tetapi sayangnya Aziel sudah pergi ntah kemana, hal itu benar-benar membuat Reynald kesal. Reynald tidak putus saja begitu saja, ia meminta anak buah nya untuk mencari Annisa di sekitar pantai.
Hari ini ntah kenapa Reno di penuhi kemalasan, bahkan untuk makan malam saja, ia meminta pihak hotel yang mengantarkan di kamar. Jika makan malam mereka selalu berkumpul bersama, tidak enak jika hanya makan berdua saja.
"Kakak aku tadi bertemu dengan orang yang kenal dengan keluarga kita."
"Itu hal yang biasa," ucap Reno.
"Tidak biasa kak, kata nya dia musuh keluarga kita. Untung saja aku langsung lari dari nya," kata Aziel.
"Bagus jangan dekati orang seperti itu, dia sangat berbahaya," ucap Reno yang masih tidak menganggap serius ucapan dari Aziel.
__ADS_1